ASTS Berjalan Lancar, MI Unggulan Nuris Bangga Kembangkan Karakter Siswa

Ustadzah Ihta Titipkan Pesan Kejujuran Lewat Pelaksanaan Ujian

Pesantren Nuris – Setelah berminggu-minggu diwarnai dengan hiruk-pikuk keseruan belajar dan sorak-sorai kejuaraan, suasana di MI Unggulan Nuris Jember belakangan ini beralih menjadi sedikit lebih hening dan syahdu. Tibalah saatnya bagi para siswa untuk sejenak menarik napas panjang dan menghadapi masa evaluasi. Momen ini ibarat sebuah jeda manis untuk merekam dan merenungkan sejauh mana ilmu yang telah diserap dengan baik selama setengah perjalanan semester.

Jika kita mengintip gambar yang tertera, terekam jelas wajah-wajah serius namun tetap tenang dari anak-anak hebat kita saat mengerjakan soal di dalam kelas. Ya, agenda akademik bernama Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Tahun Pelajaran 2026/2027 baru saja tuntas diselenggarakan. Berjalan selama lebih dari sepekan, kegiatan ujian yang menguji fokus dan ingatan ini berlangsung dengan rapi sejak tanggal 18 hingga 26 September 2026.

Mengamati deretan siswa yang duduk manis dan berpusat pada lembar jawaban mereka masing-masing, ada kelegaan luar biasa yang dirasakan oleh para guru. Ustadzah Ihta, selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan (Waka Kesiswaan), tak bisa menyembunyikan senyum syukurnya. Beliau mengamati langsung bagaimana rentetan pelaksanaan ujian tengah semester ini bisa berjalan dengan sangat tertib, begitu lancar, dan minim kendala.

(Baca Juga: Lantunan Syahdu Hanif Kembali Harumkan Nama MI Unggulan Nuris Jember)

Melalui pesannya yang penuh kehangatan, Ustadzah Ihta lantas menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anak didiknya. Beliau mengaku sangat bangga melihat kedisiplinan anak-anak yang luar biasa patuh pada tata tertib ruangan ujian. Kesungguhan yang memancar dari raut wajah mereka saat mencoba memecahkan setiap butir soal menjadi bukti betapa mereka menghargai proses belajar di madrasah ini.

Namun, layaknya seorang ibu yang sedang menasihati anak-anaknya dengan lembut, Ustadzah Ihta menitipkan sebuah pesan yang amat bermakna. Beliau mengingatkan bahwa ujian ini sama sekali bukan sekadar ajang balapan untuk memburu deretan angka memuaskan di lembar nilai. Lebih dari itu, momen pengerjaan soal di atas meja ini adalah sarana yang paling jujur untuk melatih ketulusan hati, memupuk rasa tanggung jawab, dan membangun kemandirian tanpa harus melirik jawaban teman sebangku.

Bagi beliau, apa pun angka yang kelak didapatkan oleh anak-anak, itu adalah cermin yang sangat baik untuk sebuah proses evaluasi diri. Lembar hasil tersebut sangat diharapkan bisa menjadi bahan renungan yang positif. Alih-alih berkecil hati saat ada nilai yang kurang memuaskan, hasil asesmen ini justru harus disulap menjadi pijakan untuk memperbaiki segala kekurangan dan memacu diri meraih prestasi yang lebih tinggi.

Menutup sapaan hangatnya, Ustadzah Ihta merangkai untaian motivasi yang mengena di hati. “Mari anak-anakku yang luar biasa, jadikan hasil ASTS ini sebagai bahan bakar untuk terus semangat belajar,” pesannya dengan penuh kasih. Beliau berharap anak-anak tidak hanya mengejar kecerdasan otak, tetapi juga senantiasa menjaga akhlak, merawat kedisiplinan, dan memegang teguh nilai kejujuran di mana pun berada. Teruslah kobarkan semangat belajarmu dan jemput masa depan yang cerah dengan cara-cara yang mulia! [FE.Red]

Related Post