Perbanyak Pengalaman untuk Bekal Jadi Guru, Wahda Raih Medali Perak
Pesantren Nuris — Kesibukan sebagai santri tidak menghalangi Nur Wahdatul Hikmah, yang akrab disapa Wahda, untuk terus mencoba pengalaman baru di bidang akademik. Siswi kelas XII-A MA Unggulan Nuris Jember asal Antrokan, Sawu, Jember, tersebut berhasil meraih Medali Perak dalam Olimpiade Bahasa Indonesia pada ajang Kompetisi Sains Pelajar Indonesia (KSPI).
Kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PUSKASNAS tersebut berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026. Prestasi ini menjadi salah satu catatan membanggakan bagi Wahda sekaligus pengalaman berharga menjelang akhir masa belajarnya di MA Unggulan Nuris Jember.
Bagi Wahda, mengikuti kompetisi bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Ia ingin menjadikan lomba sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus melatih keberanian dan kemampuan dalam berkompetisi.
“Alasan saya mengikuti lomba untuk menambah pengalaman dan latihan dalam berkompetisi,” ujar Wahda.
Motivasi sederhana yang ia pegang pun cukup kuat, yaitu tidak takut mencoba. Bagi Wahda, keberanian untuk mengambil kesempatan menjadi langkah awal untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki.
(Baca juga : Dari Latihan Grammar ke Podium Nasional, Aufal Ukir Prestasi Bahasa Inggris untuk MA Unggulan Nuris Jember)
Namun, mengikuti kompetisi di tengah kehidupan pondok tentu memiliki tantangan tersendiri. Wahda harus mampu membagi waktu antara kegiatan belajar formal di madrasah dengan berbagai aktivitas di pondok yang cukup padat.
“Membagi waktu belajar formal di dalam pondok, karena kegiatan di pondok juga cukup padat,” jelasnya mengenai tantangan yang dihadapi.
Untuk mempersiapkan diri, Wahda menerapkan cara belajar yang terstruktur. Ia mempelajari kembali catatan yang dimiliki, merangkumnya agar lebih mudah dipahami, kemudian mempelajarinya secara berulang-ulang. Selain itu, ia juga memperbanyak latihan mengerjakan soal sebagai bentuk persiapan menghadapi kompetisi.
Proses tersebut akhirnya membuahkan hasil. Medali Perak Olimpiade Bahasa Indonesia menjadi bukti bahwa kesibukan bukan alasan untuk berhenti mengembangkan diri. Justru, dari proses mengatur waktu itulah Wahda belajar menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap target yang ingin dicapai.
Di MA Unggulan Nuris Jember, Wahda juga aktif dalam ekstrakurikuler Paskibra. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pengalamannya dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja bersama orang lain.
Wahda pun menyampaikan apresiasi kepada para guru MA yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti kompetisi. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang membuka ruang lebih luas untuk mengembangkan potensi.
“Terima kasih kepada guru MA yang telah memberikan peluang dan kesempatan besar untuk mengikuti lomba,” tuturnya.
Prestasi di bidang Bahasa Indonesia ini juga menjadi bagian dari persiapan Wahda menuju cita-citanya. Ia ingin menjadi guru sekolah dasar. Karena itu, Wahda mulai membiasakan diri mempelajari dan berlatih berbagai mata pelajaran agar memiliki wawasan yang lebih luas untuk mendukung cita-cita tersebut.
“Semoga saya bisa mengikuti dan memenangkan lomba lagi di mata pelajaran lain. Saya ingin menjadi guru SD, jadi saya mulai mempelajari dan berlatih dalam beberapa mata pelajaran untuk menambah wawasan ke depannya,” harapnya.
Di luar kegiatan belajar dan Paskibra, Wahda memiliki hobi mendengarkan musik. Ia juga memiliki cita-cita lain sebagai pengusaha. Dua impian tersebut menjadi gambaran bahwa Wahda ingin terus membuka berbagai kemungkinan untuk masa depannya.
Atas Medali Perak yang diraihnya, Wahda mengaku sangat bersyukur. Baginya, pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan salah satu langkah untuk terus mencoba dan berkembang.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Semoga ke depannya saya bisa menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.
Dari tengah padatnya aktivitas pondok hingga podium nasional, Wahda menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkembang bisa datang dari keberanian mencoba. Medali Perak ini menjadi bekal pengalaman sekaligus langkah awal untuk terus memperluas wawasan demi mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru. [LA.Red]
Nama : Nur Wahdatul Hikmah
Hobi : Mendengarkan musik
Cita2 : Guru, Pengusaha
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII A
Prestasi : Medali Perak dalam Olimpiade Bahasa Indonesia pada ajang Kompetisi Sains Pelajar Indonesia (KSPI)
