Dikenal Rajin, Habibi Berhasil Menuntaskan Capaian TPA di MI Unggulan Nuris Jember!

Berbekal Kerajinan, Anak Ini Sukses Capai Tahap Tertinggi Sebelum Lulus!

Pesantren Nuris – Kabar-kabar menyejukkan dari ruang-ruang mengaji terus mengalir deras, merangkai kisah-kisah manis dari anak-anak hebat yang tak kenal lelah berproses. MI Unggulan Nuris Jember terus membuktikan diri sebagai taman yang subur bagi tumbuhnya generasi cemerlang, tempat di mana kecerdasan akal dan kedalaman spiritual bisa berjalan beriringan dengan amat harmonis.

Kali ini, mari kita pusatkan pandangan sejenak pada sebuah potret menawan yang terbingkai rapi dalam gambar di atas. Di balik bingkai tersebut, tampak seorang anak laki-laki berwajah teduh dengan balutan kemeja biru bermotif kotak-kotak yang dipadukan dengan rompi madrasah berwarna gelap. Peci hitamnya terpasang dengan pas, membingkai wajahnya yang menatap tenang ke arah kamera sembari mendekap erat sebuah kitab suci Al-Qur’an. Anak laki-laki yang memancarkan aura ketenangan ini bernama lengkap Muhammad Habibi A., yang oleh kawan-kawan dan para gurunya teramat akrab disapa Habibi.

Membicarakan sosok Habibi di lingkungan sekolah ibarat membuka lembaran cerita tentang ketekunan yang tak pernah pudar. Ingatan para guru, khususnya Ustadzah Anisa yang kini setia mendampinginya, pasti akan langsung tertuju pada daya juangnya yang luar biasa di dalam kelas. Anak laki-laki ini dikenal sebagai pribadi yang amat sangat rajin. Ia bukanlah tipe siswa yang suka menunda-nunda pekerjaan atau mudah mengeluh saat dihadapkan pada tumpukan tugas dari bapak dan ibu guru.

Di balik sifat rajinnya yang menyejukkan hati itu, Habibi rupanya menyimpan ketajaman logika yang teramat mengagumkan. Di dalam ruang kelas, ia dikenal sebagai jagoan urusan angka dan berhitung. Kepintarannya dalam mata pelajaran matematika sering kali mengundang decak kagum. Rumus-rumus yang rumit mampu ia urai dan pecahkan dengan ketelitian yang luar biasa, membuktikan betapa cerdasnya nalar berpikir yang ia miliki sejak usia dini.

(Baca Juga: MasyaAllah, Akmal Berhasil Menuntaskan Hafalan Juz 30 di MI Unggulan Nuris Jember)

Menariknya, kecerdasan logika dan kerajinannya di kelas reguler itu nyatanya tidak pernah ia tinggalkan saat jam pelajaran usai. Habibi membawa energi positif dan semangat belajar yang sama tingginya ketika ia melangkah masuk ke program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Ia amat menyadari bahwa kepintaran memecahkan soal matematika harus selalu diimbangi dengan kelembutan hati dan kelancaran lisan saat melantunkan firman-firman Tuhan.

Di hadapan lembaran huruf hijaiyah, Habibi menjelma menjadi sosok pembelajar yang amat sabar. Ia menggunakan ketelitiannya dalam berhitung untuk merapikan setiap hukum tajwid dan makharijul hurufnya. Ia menyimak setiap perbaikan dari gurunya dengan penuh kehati-hatian, terus berlatih tanpa henti hingga lantunan ayat sucinya terdengar fasih dan benar. Baginya, setiap tahapan mengaji adalah sebuah proses mulia yang harus diselesaikan dengan ketekunan tingkat tinggi.

Kerja keras dan kerajinannya itu akhirnya berlabuh pada sebuah titik pencapaian yang teramat membanggakan. Tercatat per tanggal 30 Mei 2026, sebuah catatan emas terukir abadi di lembaran prestasinya. Terhitung sejak waktu tersebut, Habibi secara resmi telah sukses menuntaskan seluruh tahapan evaluasi dan mencapai jenjang Al-Qur’an. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa anak yang cerdas secara logika juga bisa amat bersinar dan tekun dalam urusan spiritualnya.

Pencapaian gemilang ini terasa berkali-lipat lebih istimewa jika kita menengok kembali ke rentang waktu tersebut. Per tanggal sekian di bulan Mei itu, Habibi sejatinya masih berstatus sebagai siswa yang sedang berjuang menimba ilmu di bangku kelas 5A. Berhasil merengkuh jenjang tertinggi di TPA saat masih berada di kelas lima tentu menjadi sebuah lompatan prestasi yang amat membanggakan. Kini, lembaran waktu telah membawanya melangkah setingkat lebih tinggi, di mana ia sudah duduk dengan tenang mematangkan diri di bangku kelas 6A.

Mengetahui anak didiknya ini sukses merampungkan segala target mengajinya lebih awal berkat kerajinannya, Ustadzah Anisa selaku wali kelasnya saat ini tentu merasa amat bersyukur. Lewat momen kenangan yang indah ini, sang guru menitipkan untaian doa dan pesan keibuan yang amat menyentuh hati. “Masya Allah, Mas Habibi sayang. Ustadzah selalu bangga melihat betapa rajinnya kamu di kelas dan kehebatanmu saat memecahkan soal-soal matematika. Pesan Ustadzah untuk Mas Habibi, pertahankan terus kepintaran dan kerajinanmu ya, Nak. Jadikan capaian Al-Qur’an ini sebagai kompas yang selalu mengarahkan kecerdasan logikamu pada jalan kebaikan. Semoga Mas Habibi selalu sehat, menjadi anak sholih, dan kelak sukses meraih semua impian besar yang dicita-citakan.”

Untaian wejangan sarat makna itu juga sengaja dibentangkan luas untuk memeluk dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berjuang di madrasah. “Untuk anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita jadikan kisah Mas Habibi ini sebagai pemacu semangat kita bersama. Jadilah anak yang rajin, asah kecerdasan akal kalian di berbagai bidang ilmu seperti matematika, dan yang paling penting, semangatlah selalu dalam menuntaskan bacaan Al-Qur’an. Jadilah generasi yang akalnya tajam berhitung, namun hatinya senantiasa membumi dan merunduk pada keagungan ayat suci.”

Sekali lagi, selamat untuk Habibi atas capaian TPA yang berhasil dituntaskan sebelum lulus. Semoga mengajinya semakin rajin, semakin semangat menjadi anak yang sholih dan membanggakan kedua orang tua dan para guru di madrasah. Barakallah, Nak. [FE.Red]

 

Nama : Muhammad Habibi Asshidiqi

Kelas : 6-A

Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember

Nama Ayah : Roby Dewanto

Nama Ibu : Intan Dwi Anggita Sari

Capaian : Al-Qur’an

Tanggal : 30 Mei 2026

Related Post