Dari Kelas 1 MI Sudah Jadi Santri Tahfiz Kids di Ponpes Nuris, Al Bagikan Pengalaman Lancar Menghafal Kitab Tanpa Kendala
Pesantren Nuris – Sebuah prestasi membanggakan kembali diukir oleh salah satu siswa MI Unggulan Nuris Jember. Muhammad Al Buchori, siswa yang kini duduk di kelas 6C dan akrab dipanggil Al, berhasil mengkhatamkan seluruh bait nadhoman Kitab Aqidatul Awam saat ia berada di bangku kelas 5C. Kitab klasik karya Syekh Ahmad Marzuki ini merupakan salah satu literatur penting yang berisi dasar-dasar akidah Islam serta pokok kepercayaan umat Muslim yang dikemas dalam bentuk syair bernada indah agar mudah dihafalkan.
Siswa yang beralamat di Kemiri, Panti, Jember ini mengaku tidak menemui kendala berarti dalam proses menghafalkan kitab tersebut. Kelancaran ini bukan tanpa alasan, sebab Al sudah terbiasa melatih daya ingatnya sejak dini. Terdaftar sebagai santri Program Tahfiz Kids Ponpes Nuris sejak kelas 1 MI hingga kelas 6 saat ini, kebiasaan menghafal sudah menjadi bagian dari aktivitas kesehariannya di pesantren.
Selain dari kedisiplinannya di pondok, keberhasilan Al juga didukung penuh oleh program pembiasaan baik yang diterapkan di MI Unggulan Nuris Jember. Setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa bersama-sama membaca nadhoman Kitab Aqidatul Awam yang dipandu oleh salah satu guru melalui pengeras suara. Pembiasaan rutin yang terdengar hingga ke dalam kelas-kelas ini terbukti sangat membantu para siswa dalam memperkuat hafalan mereka.
(Baca juga : Gebrakan Emas! Ze Kembali Banggakan MI Unggulan Nuris Jember)
Untuk metode menghafal sendiri, siswa yang hobi menggambar ini mengaku tidak memiliki trik khusus yang rumit. Al cukup membaca bait-bait nadhoman tersebut secara konsisten dan berulang-ulang sampai benar-benar melekat di ingatan. Keberhasilannya mengkhatamkan kitab ini menjadi pelecut semangat bagi Al untuk terus menambah hafalan kitab-kitab lainnya di pesantren sebagai bekal ilmu agama di masa depan.
Di luar pencapaian akademis dan keagamaan, Al dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik hati, baik di lingkungan sekolah maupun di dalam pesantren. Ketika masa liburan pondok tiba dan ia pulang ke rumah, anak yang sangat menyukai pelajaran kesenian ini juga dikenal rajin membantu orang tuanya. Keseimbangan antara sikap berbakti dan ketekunan belajar inilah yang membuat kepribadiannya makin disukai oleh teman-teman serta para guru.
Saat ditanya mengenai cita-cita, Al mengaku masih belum menentukan pilihan pasti untuk masa depannya, hal yang wajar dan alami bagi anak-anak seusianya. Keinginan masa depannya sempat berganti-ganti, mulai dari ingin menjadi seorang polisi, lalu tertarik menjadi chef, hingga yang terbaru ia berpikir ingin menjadi seorang pengusaha. Meskipun impian masa depannya masih terus berkembang, ketekunan belajar Al sudah terlihat jelas sejak dini.
Pencapaian Al tentu mendatangkan kebahagiaan dan rasa bangga yang mendalam bagi kedua orang tuanya. Mampu menjalani kehidupan mandiri sebagai santri sejak kelas 1 MI bukanlah hal yang mudah, namun Al berhasil membuktikan komitmen dan ketekunannya. Keberhasilan ini menjadi hadiah terindah bagi orang tuanya sekaligus inspirasi bagi teman-teman sejawatnya di MI Unggulan Nuris Jember. [SR.Red]
Nama : Al Buchori
Kelas : VI C
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Khatam Kitab Aqidatul Awam 57 Bait
Tanggal : Oktober 2025
