Perluas Wawasan Global, Pondok Pesantren Nuris Jember Gelar Technical Meeting Nuris Student Exchange Program (NSEP)

Pembekalan Materi untuk Siswa yang Mengikuti Program NSEP

Pesantren Nuris – Pondok Pesantren Nurul Islam Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan santri menghadapi dunia global melalui program Nuris Student Exchange Program (NSEP). Technical meeting program tersebut digelar pada Sabtu, 5 September 2026, di aula SMK Nuris Jember dengan melibatkan siswa-siswi beserta wali santri.

Kegiatan ini diikuti oleh 33 siswa-siswi dan wali santri. Program NSEP menjadi salah satu program unggulan pesantren yang memberikan kesempatan kepada santri untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di luar negeri. Negara tujuan yang ditawarkan mencakup kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand, hingga kawasan Timur Tengah.

Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Wilda Nur Diana dan Safira Alil selaku pembawa acara. Setelah itu, peserta diajak menyaksikan video NSEP 2026. Tayangan tersebut memberikan gambaran mengenai kegiatan dan pengalaman yang dapat diperoleh santri selama mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri.

(Baca juga : Usai Jelajah Tiga Negara, Peserta NSEP Asia Tenggara 2026 Kembali ke Pesantren Nuris dengan Segudang Pengalaman Baru)

Memasuki agenda utama, materi sosialisasi disampaikan oleh Ustaz Ilzam selaku pendamping program pesantren. Ia menjelaskan berbagai teknis dan petunjuk pelaksanaan NSEP, mulai dari persiapan administrasi hingga kesiapan mental yang harus dimiliki calon peserta.

Menurutnya, kesiapan peserta menjadi hal penting karena NSEP tidak hanya membawa santri ke negara lain, tetapi juga menghadapkan mereka pada suasana belajar, budaya, bahasa, dan lingkungan sosial yang berbeda. Karena itu, kemandirian, keberanian beradaptasi, serta kemampuan berkomunikasi menjadi bekal yang perlu dipersiapkan sejak awal.

NSEP juga diarahkan untuk membentuk santri yang memiliki wawasan internasional tanpa kehilangan identitas keislamannya. Para peserta diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman di luar negeri untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun jejaring dengan masyarakat dari latar belakang yang beragam.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam Jember menegaskan bahwa NSEP bukan sekadar perjalanan wisata atau pertukaran pelajar biasa. Program tersebut merupakan instrumen strategis untuk membangun mentalitas global, kepemimpinan, kemandirian, dan daya saing santri.

“Program ini bukan sekadar kunjungan ke luar negeri. NSEP merupakan wadah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, kemandirian, wawasan internasional, dan daya saing santri, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah,” demikian inti materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Melalui pengalaman belajar lintas budaya dan kunjungan akademik, santri diharapkan dapat melihat secara langsung perkembangan pendidikan dan kehidupan masyarakat di negara lain. Pengalaman tersebut kemudian dapat menjadi bekal untuk menentukan langkah pendidikan maupun karier di masa depan.

Keberangkatan delegasi santri Nuris ke berbagai negara pada tahun-tahun sebelumnya menjadi salah satu bukti bahwa kesempatan untuk menembus dunia internasional terbuka bagi santri. Karena itu, program NSEP terus diperkenalkan kepada santri dan wali santri agar semakin banyak peserta yang berani mempersiapkan diri untuk mendapatkan pengalaman global.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan ditutup oleh pembawa acara. Pertemuan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas kepada siswa dan wali santri mengenai NSEP sekaligus menumbuhkan keberanian untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari program internasional Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. (CLRN/WWA/FNF.Red)

Related Post