Afni Zalfa, Siswi SMA Nuris Jember yang Berhasil Khatamkan Tujuh Kitab pada Wisuda Kitab dan Tahfizh Ke-X

Perjuangan Seorang Santri dalam Mendalami Ilmu Agama

 Pesantren Nuris – Di balik keberhasilan seorang santri menuntaskan kitab kuning, ada proses panjang yang menuntut kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Perjalanan itulah yang mengantarkan Afni Zalfa Mayyada asal Genteng Wetan, Banyuwangi, menjadi salah satu santri yang berhasil mengkhatamkan tujuh kitab dalam Wisuda Kitab dan Tahfizh Ke-X Pondok Pesantren Nurul Islam Jember.

Putri pasangan Bapak Afifudin dan Ibu Ninin Purbaningtyas ini mengikuti prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026. Momen tersebut menjadi pencapaian istimewa sekaligus penanda atas kesungguhan Afni dalam mendalami ilmu agama selama menempuh pendidikan di pesantren.

Tujuh kitab yang berhasil dikhatamkannya meliputi Hidayatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Taqrib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Amtsilah Tasrifiyah, dan Kailani. Setiap kitab memiliki pembahasan tersendiri yang memperkaya pemahaman santri tentang ilmu agama. Proses mempelajarinya tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca teks berbahasa Arab, tetapi juga ketelitian dalam memahami kaidah dan mengingat materi yang telah dipelajari.

Bagi Afni, mengkhatamkan kitab bukan sekadar menyelesaikan bacaan hingga halaman terakhir. Proses tersebut dilakukan dengan mempelajari isi kitab secara bertahap sekaligus menghafalkan materi penting di dalamnya. Ia perlu memahami penjelasan yang disampaikan dalam pembelajaran kemudian mengulang kembali materi agar lebih melekat dalam ingatan. Melalui cara tersebut, ilmu yang dipelajari diharapkan tidak berhenti pada hafalan, tetapi juga dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(Baca juga: Sitti Atiya, Siswi SMA Nuris Jember Sukses Khatam Enam Kitab pada Wisuda Kitab dan Tahfizh Ke-X)

Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga bagi Afni. Menurutnya, menuntut ilmu di pesantren memberikan hikmah yang lebih luas daripada sekadar memperoleh pengetahuan. Ia belajar tentang pentingnya ilmu yang bermanfaat sekaligus mendapatkan banyak teman yang menemani perjalanan belajarnya. Kebersamaan dengan sesama santri juga menjadi bagian berharga yang membuat proses menuntut ilmu terasa lebih bermakna.

Wisuda Kitab dan Tahfizh Ke-X turut menjadi momentum bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Islam Jember untuk mengapresiasi perjuangan para santri. Pengasuh Pesantren Nuris Jember sekaligus Kepala SMA Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc., menyampaikan penghargaan kepada seluruh santri yang telah mengikuti prosesi tersebut.

“Santri yang tumbuh dewasa dengan Al-Qur’an dan kitab kuning insyaallah merupakan ciri-ciri anak sholeh dan sholehah. Insyaallah mereka termasuk golongan yang dikehendaki Allah Swt. menjadi generasi masa depan yang baik dan bermanfaat,” tutur beliau.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam mempelajari kitab kuning hendaknya berjalan seiring dengan pembentukan akhlak. Ilmu yang diperoleh perlu dijaga melalui pengamalan dan dibagikan agar membawa manfaat bagi orang lain.

Ke depan, Afni berharap dapat mengajarkan sekaligus mengamalkan ilmu yang telah dipelajarinya. Harapan tersebut mencerminkan keinginannya agar pengetahuan yang diperoleh selama belajar di pesantren dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Selamat kepada Afni Zalfa Mayyada atas keberhasilannya mengkhatamkan tujuh kitab kuning. Semoga ilmu yang telah diperoleh senantiasa membawa keberkahan, menjadi bekal meraih kesuksesan dunia dan akhirat, serta menguatkan langkahnya untuk terus belajar dan berbagi manfaat. Semoga pencapaian ini juga menginspirasi santri lainnya untuk tekun menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan mengamalkan setiap pengetahuan yang telah dipelajari. [RY.Red]

 

Nama                          : Afni Zalfa Mayyada

Alamat                        : Genteng Wetan, Banyuwangi

Kelas                           : XII MIPA 2

Kelas Diniyah            : 3B ULA

Lembaga                    : SMA NURIS JEMBER

Prestasi                       : Khatam Tujuh Kitab (Hidayatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Taqrib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Amtsilah Tasrifiyah, dan Kailani)

 

Related Post