Moh. Syahriel Furqon, Merawat Disiplin dan Mengembangkan Diri di Kampus
Pesantren Nuris – Pengalaman di bangku sekolah dapat menjadi bekal berharga ketika seseorang memasuki lingkungan baru. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Moh. Syahriel Furqon, alumni jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember yang lulus pada 2026. Pemuda asal Bangsalsari, Jember, ini kini melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Jember.
Pilihan Syahriel untuk menekuni bidang teknik mesin membawanya pada pengalaman belajar yang berbeda dari kompetensi yang dipelajari selama di SMK. Jika sebelumnya ia mendalami komputer dan jaringan, kini ia berkesempatan memperluas pengetahuan mengenai dunia mesin dan teknologi rekayasa. Perubahan bidang tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di ranah yang lebih luas.
Selama menjadi siswa SMK Nuris Jember, Syahriel dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan aktif di kelas. Ia berusaha mengikuti pembelajaran dengan baik serta menjalankan tanggung jawabnya sebagai pelajar. Baginya, kedisiplinan bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, melainkan juga kemampuan mengatur diri agar setiap kewajiban dapat diselesaikan dengan baik.
“Menurut saya, disiplin itu kelihatannya sederhana, tetapi dampaknya besar. Kalau kita terbiasa bertanggung jawab terhadap hal-hal kecil, kita akan lebih siap ketika mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar. Kebiasaan itu yang ingin saya bawa sampai kuliah,” ungkap Syahriel.
Pengalaman Syahriel selama di lingkungan Pondok Pesantren Nuris Jember juga tidak terbatas pada kegiatan akademik. Ia tercatat sebagai anggota pasukan khusus (pasus) yang turut berkontribusi dalam menjaga keamanan berbagai acara pondok pesantren. Keterlibatan tersebut memberinya kesempatan untuk belajar menjalankan tugas yang membutuhkan kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan koordinasi dengan anggota lainnya.
Di tengah pelaksanaan kegiatan pesantren yang melibatkan banyak peserta, keberadaan pasus memiliki peran penting dalam membantu menjaga ketertiban dan kelancaran acara. Tugas tersebut menuntut anggotanya untuk sigap, mampu bekerja sama, serta menjalankan arahan dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi anggota pasus mengajarkan saya bahwa tugas yang terlihat sederhana pun bisa berpengaruh terhadap kelancaran acara. Kita harus siap ketika dibutuhkan, memahami tugas masing-masing, dan tidak hanya memikirkan diri sendiri. Dari situ saya belajar arti tanggung jawab yang sebenarnya,” tuturnya.
Pengalaman berorganisasi tersebut menjadi pelengkap perjalanan Syahriel selama menempuh pendidikan. Jika kegiatan pembelajaran melatih kemampuan akademik, keterlibatannya dalam pasus membiasakannya menghadapi situasi yang membutuhkan ketenangan dan kerja sama. Dua pengalaman itu menjadi bekal yang relevan ketika ia mulai memasuki kehidupan perkuliahan.
Kini, sebagai mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Jember, Syahriel memiliki kesempatan untuk memperdalam pengetahuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Ia perlu terus belajar, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam bidang yang dipilihnya.
Perjalanan Syahriel menunjukkan bahwa bekal dari SMK Nuris Jember tidak hanya berupa kompetensi keahlian, tetapi juga karakter yang dibangun melalui kedisiplinan dan pengabdian. Berbekal pengalaman tersebut, ia melanjutkan langkah dengan harapan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. [MFAF.Red]
Nama : Moch. Syahriel Furqon
Alamat : Bangsalsari, Jember
Tahun Lulus : 2026
Lembaga : SMK Nuris Jember
Jurusan : Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
Kuliah : Prodi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Jember
Riwayat Prestasi:
- Khatam 3 Kitab Kuning (101 Hadis, Safinatunnajah, dan Ta’limul Muta’allim)
