Dari Bangku Pesantren Menuju Dunia Perkuliahan, Arif Mantapkan Pilihan di Psikologi Islam
Pesantren Nuris – Keberhasilan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan seorang pelajar. Bagi Arif Rahman Zaki Firmansyah, alumni SMA Nuris Jember, Jurusan IPS, tahun 2026, kelulusan melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) menjadi awal untuk menata masa depan yang lebih baik. Pemuda asal Kaliwates, Jember, tersebut berhasil diterima di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember pada Program Studi Psikologi Islam.
Pilihan Arif terhadap Psikologi Islam bukan tanpa alasan. Ia tertarik mempelajari perilaku dan emosi manusia serta ingin memahami berbagai hal yang memengaruhi cara seseorang berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan. Selain itu, prospek karier yang luas turut menjadi pertimbangannya dalam menentukan program studi. Meski memiliki cita-cita menjadi pengusaha, Arif melihat pemahaman tentang psikologi manusia sebagai bekal berharga untuk membangun hubungan yang baik dan mengembangkan usaha pada masa mendatang.
“Saya memilih Psikologi Islam karena ingin memahami perilaku dan emosi manusia. Menurut saya, ilmu ini juga memiliki prospek karier yang luas,” ungkap Arif.
Perjalanan menuju perguruan tinggi tentu membutuhkan kesiapan, baik secara akademik maupun mental. Dalam proses mengikuti seleksi SPAN-PTKIN, Arif berusaha mengiringi ikhtiarnya dengan doa dan berserah diri kepada Allah Swt. Baginya, kesempatan melanjutkan pendidikan merupakan awal dari perjalanan panjang yang harus dijalani dengan kesungguhan dan kemauan untuk terus belajar.
“Saya berusaha berdoa dan memohon kemudahan kepada Allah Swt. Saya percaya bahwa setiap usaha perlu diiringi doa dan keyakinan,” tuturnya.
Sebagai putra pasangan Bapak Muhammad Awaludin Zakaria dan Ibu Siti Karimah, Arif kini membawa harapan baru melalui bangku perkuliahan. Ia ingin menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan kemampuan, dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik.
(Baca juga: Nurhidayah Merlina, Santri SMA Nuris Jember Asal Papua yang Khatam 10 Kitab)
“Harapan saya selama kuliah bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan ingin berubah,” demikian harapan Arif dalam menyongsong fase baru kehidupannya.
Pengalaman menempuh pendidikan di lingkungan pesantren juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Arif. Kehidupan mondok mengajarkan arti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta pentingnya menghargai orang lain. Kebiasaan menjalani aktivitas secara teratur dan belajar hidup bersama dapat menjadi bekal ketika menghadapi lingkungan baru di perguruan tinggi.
Bagi siswa-siswi SMA Nuris Jember yang sedang mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan, kisah Arif dapat menjadi penyemangat untuk tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan cita-cita. Kenali potensi diri, tentukan tujuan, persiapkan pilihan pendidikan dengan matang, dan jangan lupa memohon pertolongan Allah Swt. Setiap proses memiliki tantangannya sendiri, tetapi langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar. Teruslah berusaha dan percaya bahwa masa depan dapat dibangun melalui kesungguhan hari ini. [ANF. Red]
Nama : Arif Rahman Zaki Firmansyah
Alamat : Kaliwates, Jember
Cita-Cita : Pengusaha
Lembaga : SMA Nuris Jember, Jurusan IPS, Tahun 2026
Kuliah : Program Studi Psikologi Islam, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember
