Bukan Sekadar Khatam, Sofyan Menemukan Makna Sabar dalam Perjalanan Tujuh Kitab
Pesantren Nuris — Tujuh kitab menjadi jejak perjalanan ilmu Muh. Sofyan Mubarok, siswa kelas IX G SMP Nuris Jember, yang berhasil menuntaskan pembelajaran kitab dalam Wisuda Kitab pada 12 Mei 2026. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan itu, Sofyan mengkhatamkan Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadits, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, dan Safinatun Najah. Capaian tersebut diraih melalui kesungguhan dalam mempelajari kitab, terutama ketika ia harus berjuang memahami dan memaknai isi pembelajaran yang tidak selalu mudah. Bagi Sofyan, wisuda tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya proses belajar, melainkan sebuah pintu yang membuka langkah baru untuk membawa ilmu agar tetap hidup dalam keseharian.
Di balik suasana haru dan bangga pada hari wisuda, tersimpan proses panjang yang menuntut kesabaran dari para siswa. Sofyan mengaku salah satu kesulitan yang dihadapinya adalah ketika harus mendalami serta memaknai kandungan kitab agar tidak berhenti sebatas hafalan. Motivasi tersebut tumbuh dari keyakinannya bahwa ilmu agama perlu diperkuat di tengah zaman yang terus berubah dan berbagai tanda akhir zaman yang mulai bermunculan. “Bumi sudah tua, tanda-tanda akhir zaman mulai bermunculan, maka sesuatu yang diperlukan adalah memperkuat ilmu agama, salah satunya dengan menghafal kitab,” ujar Sofyan.
(Baca juga: 10 Kitab Dituntaskan, Ferdi Ukir Jejak Ketekunan di Wisuda Kitab SMP Nuris Jember)
Perjalanan Sofyan juga mendapat penguatan dari sekolah dan orang tua yang senantiasa mendampingi proses belajarnya. Wali kelasnya dapat menyampaikan apresiasi, “Selamat kepada Sofyan yang telah menyelesaikan tujuh kitab dengan penuh kesungguhan; semoga ilmu yang dipelajari tidak hanya menjadi hafalan, tetapi juga tumbuh menjadi karakter dan diamalkan dalam kehidupan.” Pesan tersebut sejalan dengan prinsip yang dipegang Sofyan dari Tarbiyatus Shibyan, bahwa ketika seseorang belum memahami pelajaran, ia tidak seharusnya menyerah, tetapi terus belajar dengan sepenuh hati dan kesabaran. “Kalau kamu belajar tapi tidak mengerti, teruslah belajar dengan sabar, mungkin itu cara Allah mengujimu,” tuturnya, menyampaikan pesan yang menjadi bekal berharga dari perjalanan belajarnya.
Kini, setelah menuntaskan tujuh kitab, Sofyan berharap ilmu yang diperolehnya dapat terus memberikan manfaat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan itu menjadi penutup perjalanan wisadanya sekaligus pengingat bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika tidak hanya disimpan dalam ingatan, tetapi diwujudkan melalui sikap dan perbuatan. Kisah Sofyan menunjukkan bahwa memahami ilmu membutuhkan waktu, kesabaran, dan kemauan untuk terus mengetuk pintu pengetahuan hingga terbuka perlahan. Semoga para alumni Wisuda Kitab SMP Nuris Jember terus membawa cahaya ilmu dari bangku sekolah, sementara SMP Nuris Jember senantiasa menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan teguh dalam mengamalkan nilai-nilai agama. [PUO.Red]
Nama : Muh. Sofyan Mubarok
Lembaga : SMP Nuris Jember
Kelas : IX G
Prestasi : Khatam 7 Kitab Kuning 2026
