Alvina Izzatul Harumkan SMA Nuris Jember melalui Khatam Enam Kitab

Petik Hikmah Arti Kesabaran Selama Proses Khatam Kitab

Pesantren Nuris – Menjadi santri bukan sekadar menjalani rutinitas belajar di pesantren. Ada banyak pelajaran kehidupan yang tumbuh dari setiap prosesnya. Mulai dari kedisiplinan, kesabaran hingga ketekunan dalam menuntut ilmu. Hal itulah yang dirasakan Alvina Izzatul Ilmi, santriwati SMA Nuris Jember kelas XII IPS 2 yang berhasil menyelesaikan enam kitab dalam Wisuda Kitab dan Tahfizh Ke-X Pondok Pesantren Nurul Islam Jember.

Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 April 2026 tersebut menjadi momen istimewa bagi Alvina. Ia tercatat sebagai santriwati kelas Diniyah 3B Mubtadiat yang berhasil mengkhatamkan enam kitab, yakni Hidayatus Shibyan, Aqidatul Awam, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah. Pencapaian ini menjadi buah dari kesungguhannya dalam mengikuti pembelajaran diniyah selama di pesantren.

Putri dari Bapak Mismanto dan Ibu Imroutul Hasanah ini mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada kebiasaan belajar dan kerajinan mengikuti kegiatan diniyah. Baginya, menyelesaikan kitab bukanlah sesuatu yang bisa diraih secara instan. Dibutuhkan kemauan untuk terus belajar dan kesungguhan dalam mengikuti setiap pelajaran.

“Caranya tentu harus selalu belajar dan rajin mengikuti diniyah,” ungkapnya.

Meski demikian, perjalanan mengkhatamkan enam kitab bukan tanpa tantangan. Salah satu kesulitan yang dapat dirasakan selama proses belajar adalah memahami materi kitab yang menggunakan bahasa Arab serta mengingat berbagai penjelasan yang disampaikan ustaz dan ustazah. Terlebih ketika beberapa pelajaran memiliki materi yang cukup padat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi kesempatan untuk melatih kesabaran dan meningkatkan kesungguhan dalam belajar.

(Baca juga:

Menurut Alvina, salah satu hikmah terbesar menjadi anak pesantren adalah belajar arti kesabaran. Kehidupan pesantren mengajarkan bahwa setiap hal membutuhkan proses. Mulai dari mengikuti jadwal kegiatan yang teratur hingga membagi waktu antara sekolah dan diniyah. Semua itu melatihnya untuk tidak mudah mengeluh serta tetap berusaha menjalankan tanggung jawab.

“Menjadi anak pesantren mengajarkan saya untuk lebih sabar dalam menghadapi berbagai keadaan. Saya belajar bahwa semua hal membutuhkan proses dan tidak bisa didapatkan secara instan,” tuturnya.

Keberhasilan mengkhatamkan enam kitab juga menjadi motivasi bagi Alvina untuk terus melangkah menuju cita-cita berikutnya. Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi impian. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menimba ilmu di pesantren ingin dijadikannya sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Pengasuh Pesantren Nuris Jember sekaligus Kepala SMA Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc., menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang mengikuti Wisuda Kitab dan Tahfizh Ke-X.

“Santri yang tumbuh dewasa dengan Al-Qur’an dan kitab kuning insyaallah merupakan ciri-ciri anak sholeh dan sholehah. Insyaallah mereka termasuk golongan yang dikehendaki Allah Swt. menjadi generasi masa depan yang baik dan bermanfaat,” tutur beliau.

Perjalanan Alvina menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kebiasaan belajar, kedisiplinan dan kesabaran dalam menjalani proses dapat mengantarkan seseorang pada pencapaian yang berarti. Semoga ilmu yang telah diperoleh senantiasa membawa keberkahan serta menjadi bekal meraih kesuksesan dunia dan akhirat. [RY.Red]

 

Nama                          : Alvina Izzatul Ilmi

Alamat                        : Tempurejo, Jember

Kelas                           : XII IPS 2

Kelas Diniyah            : 3B Mubtadiat

Lembaga                    : SMA NURIS JEMBER

Prestasi                       : Khatam 6 Kitab (Hidayatus Shibyan, Aqidatul Awam, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)

Related Post