Penuntun Qolbu Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual

Judul Buku      : Penuntun Qolbu Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual

Penulis             : K.H. Muhyiddin Abdusshomad

Peresume         : Ahmad Zadun Naja (X PK A MA Unggulan Nuris)

Dewasa ini, semua orang menyadari bahwa kesuksesan manusia tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual atau emosional, melainkan juga ditentukan oleh kecerdasan spiritual. Kecerdasan intelektual diperoleh melalui olah akal. Kecerdasan emosional diperoleh melalui olah jiwa, sedangkan kecerdasan spiritual diperoleh dari olah Qolbu.

Olah Qolbu inilah yang seringkali diabaikan oleh manusia. Padahal, Qolbu dalam Islam adalah sentral perbuatan manusia karena biang dari semua krisis adalah krisis spiritual. Di bab awal, penulis menyampaikan apa sebenarnya makna dari sebuah kehidupan bahwasanya kehidupan merupakan misteri dan manusia dilahirkan bukan karena kehendak dirinya, tetapi karena jalan takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Hidup di dunia merupakan sarana dan ladang untuk mencari bekal mendapat sebuah kebahagiaan di akhirat kelak (surga) dalam arti manusia di dunia ini diciptakan untuk selalu beribadah dan beribadah kepada Allah SWT. Manusia juga ahrus ikhtiar dalam segala keinginannya apalagi tawakal yang juga harus ada dalam diri manusia.

Dalam bab kedua, penulis memaparkan sebuah penjelasan mengenai tiga unsur yang secara praktis mempunyai keterkaitan satu sama lain yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Secara keilmuannya arti dari iman adalah kepercayaan atau keyakinan yang mantap akan adanya Allah SWT atau yang sering disebut rukun iman yang enam jumlahnya. Sedangkan Islam merupakan pengejawantahan bahwasanya iman itu memang benar-benar ada. Lantas yang disebut dengan Ihsan adalah lebih dari pengamalan-pengamalan berbagai sifat-sifat terpuji tentunya dengan adanya sifat tersebut dapat menghiasai diri kita.

Dalam bab ketiga terdapat banyak pembahasan. Pertama beberapa penyakit qolbu. Dalam buku ini ada tiga penyakit qolbu yang disebutkan di antaranya hasud seperti tidak merasakan rela ketika orang lain diberi nikmat oleh Allah SWT. Lalu, riya yang berarti sikap qolbu yang senantiasa mengharap simpati dari orang lain agar mendapat kedudukan atau kehormatan dari orang lain. Berikutnya adalah ujub dan takabur ialah menganggap dirinya adalah orang yang paling mulia.

Dalam bab keempat penulis menyampaikan beberapa rahasia sholat. Sesungguhnya sholat secara etimologi berarti doa. Sedang menurut syariah adalah suatu pekerjaan yang diawali takbir dan diakhiri dengan salam.

(baca juga: Resensi Buku Cara Sakti Bikin Otak dan Ingatanmu Secerdas EINSTEIN dan Setajam SILET!)

Dalam bab lima, penulis menjelaskan sebuah pemaparan tentang rahasia di balik dzikir dan istighfar. Istighfar artinya adalah memberikan sebuah pengertian bahwa orang yang mengucapkannya menyatakan taubat dan ingin kembali kepada jalan Allah SWT dengan segala ketaatan kepadanya.

Dalam bab keenam, penulis menjelaskan hakikat dari sebuah doa. Dilihat dari sisi kebahasaan doa berarti panggilan sedangkan menurut istilah doa berarti memohon kepada Allah SWT agar segala keinginannya dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak berhenti disitu, dalam bab ini penulis juga menerangkan bagaimana adab atau terlaksana dalam berdoa.

(baca juga: Resensi Buku Masail Santri dan Kalam Hikmah Para Masyarakat dan Alumni Lirboyo)

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa, seseorang telah memiliki kecerdasan spiritual maka dia menyadari bahwa hidup di dunia dengan segala pernak-perniknya hanyalah sebuah fatamorgana dan semua itu sementara.

Gambar buku Qolbu, Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual

 

 

 

Related Post