Ustad Hollan Umar, Pengabdian Tanpa Batas

Penulis: Naily Insyirah

Hollan, tepatnya Ustad Hollan Umar, begitu panggilannya. Nama yang begitu familiar di kalangan santri dan alumni PP. Nurul Islam (Nuris) Jember dan masyarakat sekitar pesantren. Satu dari sekian  ribu alumni santri KH. Muhyiddin Abdusshomad yang masih eksis mengabdi pada pesantren, Ustad Hollan “di mana atau ke mana?, bukan “apa masih ada?”, karena beliau tidak pernah kemana-mana.

Menarik untuk menjadi pelajaran dari kisah santri/istad yang satu ini, penuh dengan dedikasi tingkat tinggi tanpa dinding. Jika berbicara atau mengupas PP. Nuris dari sisi manapun, tak adil rasanya kalau tidak menyelipkan satu sosok (Ustad Hollan Umar) pada lembaran sejarah perjalanan PP. Nuris.

Ustad Hollan Umar, beliau telah member warna pada peta perjalanan kehidupan penduduk PP. Nurul Islam Jember. Beliau lahir di Desa Kalisangka Pulau Kangean, Kab. Sumenep, tepatnya pada tanggal 04 Mei 1969. Beliau merupakan putra ke empat dari tujuh bersaudara yang berasal dari pasangan Umar dan Siti Fa’ana.

Beliau menikah dengan Siti Aisyah sebagaimana mestinya, tak diawali cinta seperti anak muda sekarang (pacaran). Selanjutnya, dikaruniai lima orang anak, empat di antaranya adalah perempuan, satuu laki-laki. Kamilah Birrrimbiki, putri sulungnya yang akrab yang dipanggil Birbik ini merupakan alumni MTs Unggulan dan MA Unggulan Nuris. Setamat dari MA, melanjutkan studinya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bribik mengungkapkan, bahwa ayahandanya merupakan sosok yang sangat perhatian.

(baca juga: Bangga Pernah Nyantri, Alumni Nuris Raih Sarjana, Kuliah dengan Beasiswa)

Tak ayal, dari generasinya, Ustad Hollan merupakan satu-satunya santri yang masih berdomisili dan mengabdi pada pesantren. Bersama ke-4 temannya dari Pulau Kangean, beliau berangkat menimba ilmu di Pesantren Nuris, atas anjuran almarhum KH. As’ad Syamsul Arifin pamanda dari KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Beliau ustad yang bersahaja, bukanlah ustad yang ambisius. Beliau patut dijadikan teladan bagi para ustad muda dan para santri. Berbicara perihal pengabdian, sosok kharismatik yang sangat disegani ini merupakan salah satu ustad yang mempunyai rasa pengabdian tinggi terhadap pesantren yang ditempatinya sejak beliau belia hingga kini. Bagaimana pengabdian beliau terhadap keluarga pengasuh tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata.

Gus Robith Qoshidi, Lc., pengasuh PP. Nuris yang pernah diasuh oleh beliau sewaktu kecil memaparkan dengan gamblang sosok beliau, “Ustad Hollan santri yang pengabdiannya tak perlu dipertanyakan lagi, di samping punya loyalitas, sabar, beliau juga punya segala kriteria untuk dijadikan suri tauladan. Apa yang disamaikan sesuai dengan perbuatannya. Dia adalah santri didikan langsung dari Kakek (Alm. KH. Abdusshomad) dan ada (KH. Muhyiddin Abdusshomad)”.

Ustad Hollan memiliki kelebian di bidang tarik suara. Suaranya yang indah biasa beliau gunakan untuk menlantunkan kalam-kalam ilahi, hampir sebagian waktu luangnya beliau gunakan untuk membaca Alquran. Beliau juga seringkali melatih para santri yang juga memiliki potensi yang sama untuk diajarkan beberapa lagu qira’ah dan tartil yang baik, sehingga banyak dari mereka yang meraih kejuaraan pada lomba-lomba di bidang qira’ah dan tartil. Salah satunya adalah putri beliau Bribik.

Kesabaran yang beliau miliki dalam membimbing para santri membuatnya sangat dikenal baik oleh para santri, bahkan para pengasuh dan asatidz di pesantren ini turut mengakui kesabaran yang ada pada diri beliau. Bukan hanya itu, beliau yang sehari-harinya mengajar pelajaran Alquran di MI Unggulan Nuris menjadi salah satu guru idola bagi para anak didik  di lembaga tersebut. Berkat sifatnya yang penyayang, rendah hati, dan murah senyum, siswa di MI Unggulan Nuris ini merasa nyaman sehingga tidak jarang dari mereka bergelayut manja di pangkuan beliau.

Kepribadian beliau bukan didapat secara isntan, banyak proses yang dilalui salah satunya adalah dengan banyak belajar dari kehidupan keseharian KH. Muhyiddin dalam mendidik santri dengan istiqomah, tabah, dan penuh perhatian. “Beliau orang yang ikhlas, istiqamah, berdedikasi tinggi, lebih mengutamakan kepentingan pesantren dari pada kepentingan pribadi. Sulit dicari tandingannya sekarang ini,” demikian yang disampaikan murid beliau yang sekarang menjadi dosen IAIN Jember, M. Faisol, M.Ag.

(baca juga: Sempat Gagal, Optimis dan Pekerja Keras, Alumni Nuris Akhirnya Kuliah dengan Beasiswa)

Dalam kesehariannya, Ustad Hollan selalu istiqamah melaksanakan shalat berjama’ah di masjid. Bahkan seringkali ketika Kyai berhalangan untuk memimpin shalat berjama’ah, Ustad Hollan lah yang menggantikan Kyai untuk menjadi imam shalat. Terlebih saat ini, di mana PP. Nuris sudah memiliki masjid yang terletak di dalam kompleks pesantren, maka masjid yang terletak di seberang pondok (luar kompleks pesantren), jika bukan karena ada udzur setiap waktunya masjid selalu diimami oleh Ustad Hollan. Begitulah aktivitas keseharaian Ustad Hollan, mulai mengajar, menjadi imam, hingga mendidik kelaurganya di rumah.

Penulis merupakan tim redaksi Majalah Nuris (MN) edisi delapan

 

Related Post