Hadiah Bagi Hamba Allah yang Menunaikan Dhuha

Penulis: Iffah Nurul Hidayah*

Sholat dhuha termasuk dalam sholat sunnah yang diutamakan. Waktu sholat dhuha sendiri adalah ketika matahari naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya, atau perkiraan yakni pukul 7 pagi sampai dhuhur. Rasul sendiripun sering bahkan istiqomah melaksanakannya hingga sholat sunnah ini dikategorikan sebagai sunnah muakkad. Sebagaimana dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim berikut yang berarti : “Kekasihku (Rasulullah SAW) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar tidak aku tinggalkan hingga mati: puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah melakukan sholat witir,”

Maka dari itu berikut keutamaan-keutamaan dara melaksanakan shalat dhuha.

Di urutan nomor pertama, sholat dhuha yang dilakukan sebanyak  12 rakaat di surga kelak akan Allah bangunkan sebuah istana indah nan megah .

(Baca juga: relasi fisika dalam alquran tinjauan surat ar-rahman ayat 19-20)

Kedua,  Allah akan mengampuni dosa-dosa umatnya yang melakasanakan sholat sunnah tersebut. Keutamaan ini dijelaskan dalam hadis riwayat tirmidzi

“Sekalipun dosa itu sebanyak buih dilautan Allah akan tetap mengampuni dosa orang-orang yang menegakkan dhuha dengan istiqomah”

Ketiga, dilihat dari gerakannya sholat juga dapat mencegah penyakit jantung.

Keempat, memperlancar rezeki. 2 rakaat Allah akan memberi rezeki seperti gerimis. 4 rakaat Allah akan memberi rezeki seperti hujan deras. 6 rakaat Allah akan memberi rezeki sebanyak air banjir. 8 rakaat Allah akan memberikan rezeki sebanyak air tsunami.

Kelima yakni bershadaqoh pada tubuh kita sendiri. “Hendaklah masing-masing darimu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya, maka tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, tiap kali bacaan tahmid adalah sedekah, tiap kali bacaan tahlil adalah sedekah, tiap kali bacaan takbir adalah sedekah, dan menyuruh kepada yang makruf adalah sedekah, dan mencegah yang mungkar adalah sedekah, dan sebagai ganti itu semua itu cukup lah melakukan dua rakaat sholat dhuha.” . hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, Ahmad, Muslim, dan dari Abu Dzar Al Ghiffari menuturkan bahwa sholat Dhuha merupakan pengganti dari sedekah setiap ruas-ruas tubuh.

Keenam, paling baiknya waktu untuk mengucap doa. Dari Anas bin Malik RA, Saya melihat Rasulullah sholat dhuha sebanyak 8 rakaat ketika melakukan perjalanan. Seusai itu beliau lantas bersabda. “Sesungguhnya aku sholat penuh dengan harapan dan kecemasan. Aku memohonkan kepada Allah tiga hal, lalu dikabulkannya dua dan ditolak yang satunya. Aku mohon supaya umatku jangan diuji dengan musim paceklik dan ini dikabulkan, Aku memohon pula agar umatku tidak dapat dikalahkan oleh musunya dan ini pun dikabulkan, lalu Aku mohon agar umatku jangan sampai terpecah belah menjadi beberapa golongan dan ini ditolak-Nya.” Hadist Riwayat Ahmad.

Selain keutamaannya berikut beberapa bacaan yang dianjurkan untuk dibaca ketika melaksanakan sholat dhuha ataupun setelahnya.

(Baca juga: teladan rasulullah saw dalam kehidupan beragama)

Setelah membaca surah Al-fatihah. Surah-surah inilah yang dianjurkan untuk dibaca antara lain:

As-Syams
Ad-Dhuha
Al-Kafirun
Al-Ikhlas

Kemudian setelah selesai melaksanakan sholat dhuha dengan khusyuk, doa yang dianjurkan untuk dibaca yakni: اللَّهُمَّ إنَّ الضَّحَاءَ ضَحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ، اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْه،ُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْه،ُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَك الصَّالِحِيْنَ.

Yang artinya: Artinya: Ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu. ya allah apabila rizqiku berada di langit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang shalih.

Demikian, keutamaan-keutamaan beserta bacaan yang dianjurkan ketika mendirikan sholat dhuha. Semoga pembaca yang dirahmati Allah dapat istiqomah menjalankannya.

Penulis merupakan siswa kelas XI IPA MA Unggulan Nuris yang aktif di ekstrakurikuler jurnalistik          

Related Post