Dedikasi Alumni SMK Nuris: Riska Wahyuningtias S.Pd., Dari Asrama Pesantren ke Ruang Belajar Privat di Rumah

Riska Buktikan Mengajar dari Rumah Sangat Bermakna dan Seru

Pesantren Nuris – Riska Wahyuningtias, S.Pd., salah satu alumni SMK Nuris Jember, membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari jabatan tinggi atau gaji selangit. Lulusan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tahun 2018 ini memilih perjalanan hidup yang berbeda, namun sarat makna dan dedikasi.

Berdomisili di Desa Darungan, Kecamatan Panti, Jember, Riska tumbuh sebagai sosok perempuan yang memiliki minat kuat terhadap dunia pendidikan dan sosial. Setelah menamatkan pendidikan di SMK Nuris Jember, ia melanjutkan kuliah di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Keputusan ini menjadi bentuk kesungguhannya pada dunia pendidikan yang lebih humanis dan sosial, sekaligus membuka peluang pengabdian yang lebih luas di masyarakat.

Sebelum menyelesaikan pendidikan dan memilih menikah, ia mengabdikan dirinya di Pesantren Nuris Jember sebagai pengurus asrama putri. Di tempat tersebut, Riska membimbing adik-adik santri dalam kedisiplinan, kegiatan pembelajaran, hingga hal-hal nonformal yang membentuk karakter. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi Riska dalam memahami dunia pendidikan dari sisi pembinaan dan pendekatan kedekatan emosional.

(Baca juga : Lulusan Tercepat dan Peraih IPK Tertinggi di Kampus, Prayogi Buktikan Alumni SMK Nuris Konsisten Berprestasi)

Setelah menyelesaikan studi dan resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Riska menetap di kediamannya sebagai guru les privat sekaligus ibu rumah tangga. Sebagai guru les privat, Riska menekankan pendekatan belajar yang personal dan kekeluargaan. Ia memahami bahwa setiap siswa memiliki cara belajar yang berbeda, sehingga metode mengajar pun harus menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

Bagi Riska, perjalanan ini belum selesai. Ia masih menyimpan harapan suatu saat dapat mengembangkan ruang belajar yang lebih besar dan terstruktur bagi anak-anak di lingkungannya. Ia juga mengaku belum bisa move on dari Pesantren Nuris.

“Saya lama di Nuris dan mendapatkan banyak pengalaman di sana. Meskipun sudah tidak di pondok, saya masih ingin mengajar. Sebagai sarjana pendidikan, meski tidak mengajar di sekolah, saya berharap tetap bisa mengamalkan ilmu yang saya punya. Oleh karena itu, saya mengajar les privat di rumah,” ungkapnya.

Kisah Riska Wahyuningtias menjadi inspirasi bagi para perempuan muda bahwa peran ibu dan pendidik adalah dua hal yang bermakna dan dapat berjalan seiring. Dari ruang asrama, ruang kuliah, hingga ruang keluarga, ia menapaki proses yang penuh nilai. Dedikasinya membuktikan bahwa pengabdian tidak pernah terbatas tempat, selama dilakukan dengan hati dan keikhlasan. (MFAF.Red)

 

Nama            : Riska Wahyuningtias, S.Pd.

Tahun Lulus : 2018

Alamat          : Darungan, Panti, Jember

Lembaga       : SMK Nuris Jember

Jurusan          : Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)

Pekerjaan      : Guru Les Privat di Rumahnya, Darungan, Panti

Related Post