Hafalan Stabil dan Kerja Keras, Dinda Siswi MA Unggulan Nuris Sukses Raih Juara 1 MHN

Dinda Raih Juara 1 MHN Alfiyah 500 Bait di MA Unggulan Nuris

Pesantren Nuris — Rizki Dinda Mas’adah, siswi kelas XII A MA Unggulan Nuris Jember, kembali menunjukkan capaian akademik yang membanggakan melalui prestasinya sebagai Juara 1 dalam cabang MHN Alfiyah 500 Bait pada ajang MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN) tingkat sekolah yang diselenggarakan di lingkungan MA Unggulan Nuris. Prestasi yang diraih Dinda bukan sekadar hasil dari kecerdasan dalam menghafal, namun juga buah dari kebiasaan, kedisiplinan, dan proses belajar yang ia jalani secara konsisten. Dikenal sebagai siswa yang memiliki minat kuat dalam hafalan serta aktivitas olahraga, Dinda mampu menyeimbangkan aktivitasnya dengan baik sehingga kegiatan belajar nazham tetap berjalan tanpa tekanan yang berlebihan. Ia tumbuh dalam lingkungan belajar yang membentuk karakter tekun, sehingga proses menghafal Alfiyah sepanjang 500 bait menjadi bagian dari rutinitas yang ia lakukan dengan ritme stabil.

Keinginan Dinda untuk terus berkembang juga terlihat dari cita-cita yang ia bangun sejak lama, yaitu ingin menjadi psikolog atau berkecimpung dalam dunia keimigrasian. Baginya, ilmu yang dipelajari dan pembiasaan hafalan bukan hanya sekadar keterampilan untuk menghadapi lomba, tetapi juga modal untuk membentuk ketelitian, ketenangan berpikir, dan daya analisis dua hal yang sangat ia yakini akan berguna bagi masa depannya. Ketika ajang MHN diumumkan, Dinda tidak hanya menjadikannya sebagai ruang kompetisi, tetapi sebagai kesempatan untuk mengukur sejauh mana ketekunan dirinya selama ini, serta sebagai langkah untuk memberikan kebahagiaan kepada keluarganya.

Meski sudah terbiasa menghafal, Dinda tetap menghadapi proses persiapan yang menuntut konsistensi. Setiap hari, ia meluangkan waktu untuk lalaran Alfiyah agar bait-bait yang panjang dan berstruktur itu tertanam kuat dalam ingatan. Persiapan yang ia lakukan tidak berlebihan atau dibuat dengan pola yang rumit; justru kesederhanaan ritme lalaran inilah yang membuat hafalannya semakin mantap dan siap digunakan saat lomba berlangsung. Ia mengakui bahwa persiapan menjelang perlombaan cenderung stabil karena ia sudah terbiasa membaca dan mengulang nazham secara rutin, sehingga tidak ada tekanan berlebih menjelang hari pelaksanaan.

(Baca juga : Ikhlas Belajar Ilmu Agama, M. Hadist Zul Tembus Nasional Ajang Olimpiade Nahwu dan Raih Medali Emas)

Dalam perjalanan mencapai prestasi ini, Dinda memegang teguh satu motivasi yang ia yakini: bersabarlah jika kamu tidak dapat, tetapi jika kamu dapat maka syukurilah. Bagi Dinda, kalimat itu bukan hanya sekadar pengingat, tetapi juga pegangan agar tidak larut dalam ambisi yang melelahkan ataupun putus asa ketika menghadapi kesulitan. Prinsip sederhana namun kuat itu membuatnya menjalani proses lomba dengan tenang dan tidak terbebani oleh hasil akhir. Itulah yang kemudian membawanya tampil maksimal saat dihadapkan pada penilaian MHN, di mana penguasaan hafalan dan kelancaran penyampaian menjadi aspek penting dalam penjurian.

Ketika pengumuman pemenang dibacakan, Dinda tidak menyangka bahwa hasil akhirnya akan menempatkan dirinya pada peringkat tertinggi. Perasaan senang sekaligus lega menyelimuti dirinya, terutama karena ia merasa akhirnya dapat memberikan kebahagiaan bagi orang tuanya yang selama ini mendukung proses belajarnya. Baginya, kebahagiaan orang tua adalah penghargaan terbesar dari setiap usaha yang ia lakukan, dan kemenangan ini menjadi salah satu cara untuk mempersembahkan hasil kerja kerasnya kepada mereka.

Ke depan, Dinda berharap prestasi ini dapat menjadi penguat semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri, bukan hanya dalam bidang hafalan tetapi juga dalam bidang lain yang ia minati. Ia ingin setiap ilmu yang ia dapatkan dapat bermanfaat dan menjadi bekal yang berarti dalam perjalanan hidupnya, baik dalam pendidikan maupun impian kariernya. Ajang MHN tahun ini menjadi salah satu pijakan penting bagi Dinda untuk menatap masa depan dengan lebih percaya diri. [LA.Red]

 

Nama       : Rizki Dinda Mas’adah

Hobi         : minat kuat dalam hafalan dan aktivitas olahraga

Cita2        : psikolog atau berkecimpung dalam dunia keimigrasian

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XII A)

Prestasi   : Juara 1 MHN Alfiyah 500 Bait “MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN)” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris

Related Post