Roihan Robbani Farhan Comeback Mode On: Santri MA Unggulan Nuris yang Sukses Angkat Nama Lembaga di OLIMPIQU 2025

Roihan Bawa Pulang Juara 3 MHQ Putra dan Tunjukkan Jiwa Fighter Tanpa Banyak Drama

Pesantren Nuris — MA Unggulan Nuris kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembentukan karakter intelektual dan religius, tetapi juga dikenal dengan tradisinya dalam melahirkan para juara di berbagai bidang kompetitif, terutama pada ranah Al-Qur’an. Salah satu bukti terbaru dari tradisi panjang itu datang dari sosok siswa kelas XII D bernama Roihan Robbani Farhan, atau akrab dipanggil Roihan, putra asal Condro, Kaliwates, Jember, yang berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Musabaqah Hifzhil Qur’an Putra dalam ajang bergengsi “OLIMPIQU 2025” tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh PTQ Al-Azhar Ledokombo. Torehan prestasi tersebut menambah daftar panjang kontribusi siswa MA Unggulan Nuris dalam meningkatkan citra lembaga sebagai rumah para juara.

Keikutsertaan Roihan dalam ajang prestisius ini tidak muncul begitu saja. Ada alasan kuat yang mendorongnya untuk terjun dalam kompetisi yang membutuhkan hafalan kuat, ketenangan mental, serta persiapan yang serius. Roihan mengaku bahwa ia ingin membanggakan kedua orang tuanya, membahagiakan Kiai pondok tempat ia menimba ilmu, dan tentu saja mengharumkan nama MA Unggulan Nuris, sekolah yang selama ini dikenal luas sebagai lembaga yang memiliki tradisi sang juara. Ia merasa perlu menjadi bagian dari tradisi tersebut, bukan semata demi piala, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk meneruskan jejak para pendahulu yang telah membawa nama baik sekolah ke berbagai ajang kompetisi.

Motivasi pribadinya pun memiliki makna yang dalam. Roihan menjelaskan bahwa mengikuti lomba MHQ bukan hanya tentang kemampuan menghafal, tetapi tentang membentuk dirinya menjadi pribadi yang kuat, bermental pejuang, dan tidak mudah menyerah meskipun menghadapi tantangan. Ia ingin menjadikan pengalaman ini sebagai sarana pendewasaan diri bahwa setiap perjuangan menuntut pengorbanan, dan setiap pencapaian membutuhkan proses panjang yang tidak perlu selalu terlihat oleh orang lain.

(Baca juga : Upgrade Diri ala Riris MA Unggulan Nuris: Ikut MQK Biar Lancar Baca Kitab dan Akhirnya Jadi Juara 2)

Namun, tentu saja perjalanan menuju panggung OLIMPIQU 2025 tidak berjalan mulus. Dalam pengakuannya yang jujur, Roihan mengungkap bahwa salah satu kesulitan terbesar yang ia hadapi adalah rasa malas berlatih. Kebiasaan ini sempat menjadi hambatan serius karena menghafal Al-Qur’an membutuhkan kedisiplinan tinggi dan konsistensi yang tidak boleh putus. Ada masa-masa ketika ia harus memaksa dirinya untuk membuka mushaf, menahan kantuk, dan mengabaikan ajakan santai dari teman-temannya. Di titik-titik itulah ia merasa diuji untuk tetap bertahan, sebab ia tahu bahwa kemenangan bukanlah hadiah bagi orang yang hanya bersemangat sesaat, tetapi bagi mereka yang mampu melawan rasa malasnya sendiri.

Untuk mengatasi kesulitan itu, ia mulai membangun pola persiapan matang. Ia menyadari bahwa ada waktu-waktu tertentu yang harus ia relakan, termasuk waktu istirahat dan waktu santai yang biasanya ia gunakan untuk rehat sejenak dari rutinitas sekolah. Ia memahami bahwa setiap detik yang ia korbankan adalah bagian dari investasi besar menuju panggung perlombaan. Melalui proses tersebut, Roihan belajar bahwa tidak ada persiapan instan, tidak ada hafalan yang langsung kuat tanpa murojaah, dan tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan yang nyata.

Ketika hari perlombaan tiba, Roihan datang dengan perasaan campur aduk. Antara percaya diri, gugup, dan penuh harapan. Ia mempersiapkan mentalnya untuk tampil sebaik mungkin, namun ia tetap menyadari bahwa hasil akhir sepenuhnya ia serahkan kepada Allah. Detik-detik menjelang pengumuman pemenang menjadi pengalaman yang tidak ia lupakan. Ia menggambarkan perasaannya sebagai “senam jantung” sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa deg-degannya ia saat itu. Tetapi semua rasa gugup itu berubah menjadi kebahagiaan luar biasa ketika namanya dipanggil sebagai Juara 3 MHQ Putra OLIMPIQU 2025. Ia mengaku senang sekali, merasa bangga, dan bersyukur karena perjuangan, pengorbanan waktu, serta usahanya selama ini tidak sia-sia.

Dalam pesan dan kesannya, Roihan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh gurunya di MA Unggulan Nuris. Ia merasa sangat beruntung dapat belajar di lingkungan yang penuh dengan orang-orang hebat yang setiap hari memberikan inspirasi, bimbingan, dan ilmu berharga. Ia bangga menjadi bagian dari sekolah yang tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga menyediakan ruang untuk mengembangkan potensi spiritual dan kemampuan Al-Qur’an.

Harapan terbesar Roihan adalah agar para adik kelas dapat meneruskan tradisi sang juara yang telah lama dipegang MA Unggulan Nuris. Menurutnya, sekolah akan semakin “gacor” dan semakin dikenal luas jika setiap generasi mampu membuktikan kemampuan terbaiknya di berbagai ajang kompetisi. Ia ingin melihat adik-adik kelasnya melangkah lebih jauh, meraih prestasi lebih banyak, dan membawa nama sekolah ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Dengan prestasi ini, Roihan tidak hanya berhasil menunjukkan kemampuannya di bidang Hifzhil Qur’an, tetapi juga menjadi teladan bagi teman-temannya tentang bagaimana sebuah proses panjang, bahkan yang disertai rasa malas sekalipun, bisa berakhir indah ketika diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Prestasi ini menjadi bukti bahwa MA Unggulan Nuris terus melahirkan siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat kabupaten dan membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah perjuangan mereka. [LA.Red]

 

Nama      : Roihan Robbani Farhan

Kelas       : XII D

Cita2        : Dosen

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember

Prestasi   : Juara 3 MHQ Putra “OLIMPIQU 2025” tingkat Kabupaten diselenggarakan oleh PTQ Al-Azhar Ledokombo

Related Post