Tertarik dengan Kajian Bahasa dan Budaya Arab, Alumni MA Unggulan Nuris Kuliah di UIN KHAS Jember Jalur Prestasi

Kuliah membuka Cakrawala Berpikir dan Pengalaman meski Kuliah Bahasa dan Sastra Arab, tetapi Kelak ingin jadi Pengusaha

Pesantren Nuris – Sedari nyantri di Pesantren Nuris Jember (MTs Unggulan Nuris tamat tahun 2019) hingga di bangku MA Unggulan Nuris, tahun 2022 Ahmad Fanny Alfarobi sudah akrab dengan bahasa Arab. Ketertarikan untuk mempelajari secara mendalam pun muncul sehingga ia tak ragu untuk mendaftar kuliah pada Jurusan Bahasa dan Sastra Arab di UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember.

Bak gayung bersambut, Fanny, sapaan akrabnya, berhasil masuk kuliah di kampus dan jurusan impiannya melalui jalur prestasi tanpa tes atau dikenal dengan SPAN-PTKIN kala itu. Banyak belajar kitab kuning, ilmu Nahwu, Sharraf yang notabene menggunakan bahasa Arab semakin memantapkannya untuk menelusuri seluk beluk bahasa, budaya, dan karya khas negeri timur tengah tersebut.

“Saya memilih jurusan Bahasa dan Sastra Arab karena ingin memperdalam pemahaman terhadap bahasa yang memiliki kedudukan penting dalam dunia pendidikan, budaya, dan agama. Dengan memilih jurusan ini, saya berharap dapat mengembangkan wawasan, memperkaya diri dengan nilai-nilai karya/seni yang berada di bahasa arab, serta berkontribusi dalam menyebarkan ilmu melalui pendidikan, pekerjaan dll.” tukas santri asal Limbung Sari, Ajung, Jember ini.

(baca juga: Sandang Gelar Licentiate dari Universitas Al Azhar Mesir, Alumni MA Unggulan Nuris Lulus Membanggakan)

Meski telah mencapai impian kuliah pada jurusan bahasa dan sastra Arab di UIN KHAS Jember tersebut, tak lantas membuat pemuda kelahiran Januari 2004 ini mengharuskannya bekerja dalam institusi formal di masa depan. Baginya kuliah di zaman modern bukan soal memikirkan karier semata, yang terpenting baginya adalah ilmu dan pengalaman yang akan membawa pada kreativitas dan inovasi.

Tak heran, saat ditanya (oleh wartawan pesantrennuris.net) soal cita-cita, Fanny menjawab dengan tegas ingin menjadi pengusaha. “Bagi saya, kuliah adalah proses belajar dan memperluas cara berpikir, sementara usaha adalah kesempatan untuk mengembangkan diri di dunia nyata. Yang penting saya punya kemauan, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba.” Tambahnya.

“Ilmu dari jurusan saya tetap menjadi bekal berharga, tapi saya juga tidak ingin membatasi diri hanya pada satu jalur. Selama itu baik, bermanfaat, dan bisa membawa saya berkembang, saya siap untuk menempuhnya. Semua pilihan pasti tetap memiliki kemungkinan, ilmu saya selama kuliah tetap menjadi bekal penting untuk meraih apa yang saya impikan.” Tutupnya.

Sebagai bekal pengalaman, santri juga menyukai dunia fotografi ini juga terbilang aktif dalam kegiatan organisasi. Ia mengaku mendapat banyak pengetahuan tentang kerja tim, cara berorganisasi yang baik, memahami karakter orang lain dan bertemu teman-teman yang satu frekuensi. Rasanya, kuliah jadi bukan cuma tentang akademik, tapi juga tentang pengalaman dan pengembangan diri [AF.Red]

Nama                    : Ahmad Fanny Alfarobi
Alamat                  : Ajung, Jember
Lembaga              : MTs Unggulan Nuris tahun 2019; MA Unggula Nuris tahun 2022
Kuliah                    : UIN KHAS Jember, S-1 Bahasa dan Sastra Arab

Related Post