Barokallah, Tekun sedari Tsanawiyah, Khatam Hafalan Al Qur’an 30 Juz di Bangku MA Unggulan Nuris

Dimulai karena Dorongan Kedua Orang Tua, Akhirnya Kini semakin Menyukai Dunia Al Qur’an hingga Tafsir

Pesantren Nuris – Dengan bangga Pesantren Nuris Jember, khususnya almamater MA Unggulan Nuris mengumumkan bahwa salah satu santri terbaiknya telah berhasil mengkhatamkan hafalan Al Qur’an 30 juz tepat pada Jumat, 23 Januari 2025 kemarin. Bertambahnya hafiz Al Qur’an ini semakin menegaskan eksistensi program unggulan tahfizul Qur’an dalam mencetak generasi modern berwawasan Al Qur’an.

Santri cerdas ini bernama Ahmad Nur Ragil Khoir, putra dari bapak Machrus Aly dan ibu Dewi Kusuma. Di hadapan para dewan Pembina tahfizul Qur’an, ia berhasil menuntaskan hafalan Al Qur’an dengan cukup lancar. Ning Hasanatul Kholidia, selaku salah satu anggota majelis pengasuh Pesantren Nuris Jember mengungkapkan rasa bangga dan terharunya atas keberhasilan anak didiknya dalam belajar Al Qur’an.

“Alhamdulillah kami sangat bangga, sungguh tidak ada kata-kata yang cukup layak mewakili apresiasi atas usaha keras dan tekunnya santri kami ini yang telah berhasil mengkhatamkan hafalan Al Qur’annya. Ragil ini memang datang jauh dari Sumenep mondok ke Jember sejak MTs Unggulan Nuris, akhirnya ia berhasil saat duduk di kelas X D MA Unggulan Nuris.” Tukas Ning Kholid, sapaan akrabnya tersebut.

(baca juga: Usaha Maksimal Butuh Proses bukan Protes, Kunci Sukses Siswa MA Unggulan Nuris Khatam Hafalan 30 Juz)

Santri asal Sumenep ini pun juga tak menutupi rasa bahagia dan bangganya atas buah manis ketekunannya dalam menguasai kalam Allah tersebut. “Sejak awal dukungan orang tua, tetapi saat ini benar-benar datang dari saya sendiri untuk terus bisa khatam. Semua berkat doa dan tentunya para guru di Nuris yang sangat sabar dan telaten membimbing saya hingga bisa seperti saat ini.” Tukas Ragil.

Saat ini santri kelahiran Desember 2009 tersebut berharap dapat mengulang-ulang kembali hafalannnya untuk menjadi seorang hafiz mutqin 30 juz. Baginya, menjadi seorang hafiz mutqin adalah impian pasalnya tak mudah untuk mencapainya. Perasaan jenuh, godaan duniawi lainnya kerap melanda pikirannya. Akan tetapi, bukan berarti ia hanya pasrah apalagi takluk justru menurut Ragil harus dipaksa bangkit mengejar impian yang telah dibangun sejak awal masuk kelas tahfizul Qur’an.

Terkadang, Ragil mengisi waktu senggang di sela padatnya agenda belajar di MA Unggulan Nuris dan pesantren dengan menuangkan hobinya dalam menulis baik catatan harian maupun karya sastra cerpen. Menulis menjadi sarana melepas penat dan meningkatkan daya ingat bagi Ragil. Santri yang juga pernah meraih juara 1 MHQ kategori 5 juz tingkat pesantren juga berharap kelak dapat melanjutkan studi sarjana di bidang tafsir.[AF.Red]

Related Post