Sejak Kelas 2 SD sudah Terbayang Menjadi Seorang Hafizah 30 Juz, Mantapkan Cita di MA Unggulan Nuris
Pesantren Nuris – Keluarga besar Pesantren Nuris Jember dan almamater MA Unggulan Nuris patut berbangga atas keberhasilan salah satu santri terbaiknya dalam mengkhatamkan hafalan Al Qur’an 30 juz. Kali ini giliran Aurelia Talitha Rahma Kamilah genap menuntaskan hafalannya pada 26 November 2025 lalu di hadapan dewan Pembina Tahfizul Qur’an dan para santri hafiz lainnya.
Keberhasilan santriwati cerdas yang duduk di kelas XI D MA Unggulan Nuris dalam mengkhatamkan hafalan Al Qur’an 30 juz tersebut turut menambah catatan kesuksesan program unggulan tahfizul Qur’an dalam mengantarkan santrinya meraih target maksimal. Aurel, sapaan akrabnya kini berupaya memantapkan dan mempertahankan hafalannya agar terus menjadi seorang santri hafiz yang mutqin.
“Alhamdulillah saya sangat senang dan bangga impian saya sejak kelas 2 SD yang awalnya diminta orang tua untuk menghafalkan Al Qur’an kali ini berhasil mengkhatamkannya. Saya sangat berterima kasih kepada para guru di kelas tahfizul Qur’an atas kesabaran dalam membimbing saya selama ini. Semoga ini menjadi barakah bagi semua.” Tukas Aurel.
Proses belajar Al Qur’an diakui oleh putri dari bapak Muhammad Makhrus dan ibu Puji Sri Astutik Ningsih ini tak pernah selalu mudah. Sedari bangku MTs Unggulan Nuris hingga kini di MA Unggulan Nuris, ia banyak mengalamai pasang surut semangat dalam mengaji dan menghafalkan. Akan tetapi, bukan Aurel namanya jika menyerah. Ia selalu menemukan cara untuk mengembalikan semangat hingga kini mampu tuntas.
(baca juga: Hafizah Mutqin 30 Juz MA Unggulan Nuris Sukses Raih Juara 3 MHQ Tingkat Jawa Madura Ajang Ma’rifah 2025)
“Mengaji bukan sekadar niat hafalan, tetapi menjadi kebutuhan agar semakin dekat dengan Allah. Rasa bosan dan stres pasti ada, saya selalu berusaha menciptakan rasa bahagia dulu agar mudah menghafal. Semua juga harus dilalui dengan sabar, kesungguhan, kadang sekadar mengobrol dengan teman untuk refreshing.” Imbuhnya.
Santri asal Wuluhan, Jember merasa ini menjadi momen awal untuk terus mempertahankan hafalan Al Qur’annya. Ia meyakini bahwa mempertahankan lebih sulit daripada memulai dan meraihnya. Ia takkan menyia-nyiakan kesempatan dan waktu pembinaan bersama para guru, khususnya Ning Kholidia dan Kiai Muhyiddin untuk terus murojaah.
Di masa depan, Aurel berharap dapat melanjutkan studi sarjana di kampus kedinasan di bawah naungan kementerian perhubungan yakni perkeretaapian. Baginya seru dan tantangan tersenidiri kelak dapat berkarier dan berguna bagi bangsa melalui karier di perkeretaapian tersebut. Dara kelahiran Februari 2009 berharap dapat mewujudkannya.[AF.Red]
