Titel Sarjana Bukan sekadar sebagai Gengsi, Alumni MA Unggulan Nuris Jadikan Bekal Bangun Rumah Tangga

Suka Cita Nyantri di Pesantren Nuris Jember, Pengalaman Mengesankan sebagai Lulusan Pertama MA Unggulan Nuris

Pesantren Nuris – Bekal belajar di Pesantren Nuris Jember, khususnya di MA Unggulan Nuris, membuat Siti Nur Kholidatul Hasanah terbentuk menjadi santriwati yang tangguh dan adaptif. Dari situ, ia muncul rasa penasarannya terhadap ilmu pengetahuan manajemen pendidikan sehingga membuatnya termotivasi belajar di IAIN (sekarang UIN KH. Achmad Siddiq) Jember pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

“Sejak awal kuliah di IAIN Jember Jurusan MPI ini memang ada rasa ingin tahu soal manajemen pendidikan. Saya meyakini sebuah lembaga tanpa manajemen yang baik tidak akan bisa sukses mengelola aspek kompleks mulai dari sumber daya manusia, infrastruktur, hingga program penunjang yang menjadi unggulannya.” Tukas Kholida, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember.

Hal ini yang membuat santriwati cerdas asal Tlogosari, Bondowoso ini memilih kuliah di IAIN Jember pada Jurusan MPI seusai tamat dari MA Unggulan Nuris, Jurusan IPA, tahun 2014 silam tersebut. Apalagi ia pernah menimba ilmu di lembaga pendidikan berbasis pesantren yang cukup pesat berkembang membuatnya ingin tahu bagaimana metode pengelolaan yang tepat.

(baca juga: Sandang Gelar Licence dari Universitas Al Azhar Mesir, Alumni MA Unggulan Nuris Lulus Membanggakan)

Selama perkuliahan, santri kelahiran Bondowoso, 1995 ini memang tak banyak mengikuti kegiatan organisasi. Ia memilih fokus belajar di kelas, berdiskusi di perpustakaan bersama teman-teman sekelas. Baginya, kemauan untuk terus maju dan berkembang dalam menempa diri bisa dimulai dari mana pun dan tak harus melalui organisasi sebab bisa dimulai dari lingkungan sekitar.

Perlahan dan pasti, skripsi berjudul “Peran Hubungan Masyarakat dalam Mempromosikan Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Ajaran 2017/2018” berhasil ia tuntaskan. Dengan percaya diri, Kholida mempresentasikan skripsinya di hadapan para dosen penguji dengan maksimal. Akhirnya gelar sarjana pendidikan pun dapat direngkuh dengan bangga, dengan torehan IPK 3,46.

Meski tak melanjutkan karier di lembaga pendidikan seusai sarjana, ia meyakini ilmunya akan tetap berguna khususnya dalam mengelola rumah tangga. Pasalnya, rumah tangga merupakan tangga pendidikan pertama untuk seorang anak agar tumbuh dengan akhlak yang baik dan cerdas akademis. Ia berharap dapat terus mengalirkan energi semangat belajar di mulai dari dalam rumah.[AF.Red]

Nama                    : Siti Nur Kholidatul Hasanah S.Pd.
Alamat rumah   : Tlogosari, Bondowoso
Lembaga              : MA Unggulan Nuris, Jurusan IPA, tahun 2014
Kuliah                    : IAIN (saat ini menjadi UIN KHAS) Jember, S-1 Manajemen Pendidikan Islam

Related Post