Santri Siap Raih Hasil Maksimal dalam Ujian
Pesantren Nuris – Suasana berbeda tampak di lingkungan SMA Nuris Jember pada Jumat, 27 Februari 2026. Sejak pagi hari, para santri bersiap mengikuti ujian yang akan berlangsung hingga 11 Maret 2026. Untuk kelas X dan XI, pelaksanaan ujian berupa Sumatif Tengah Semester (STS), sedangkan kelas XII mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap.
Pelaksanaan ujian kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan 1447 H. Meski dalam keadaan berpuasa, semangat para santri tidak surut. Wajah-wajah penuh kesiapan terlihat saat mereka memasuki ruang ujian sesuai jenjang masing-masing. Bagi kelas X dan XI, STS menjadi momentum evaluasi capaian belajar di pertengahan semester. Sementara itu, bagi kelas XII, ASAS genap menjadi tahap penting dalam mengukur kesiapan akademik menjelang akhir masa studi.
Sebelum sampai pada tahap ujian, seluruh siswa telah melalui rangkaian pembelajaran yang terstruktur. Mulai dari pembelajaran berbasis fun learning, pendalaman materi, penugasan, ulangan harian, hingga pembagian kisi-kisi soal, semuanya dipersiapkan secara matang oleh para guru. Kini, saatnya mereka membuktikan hasil belajar dengan kerja keras dan tetap menjunjung tinggi kejujuran.
(Baca juga : Tembus Persaingan Ketat Jalur SNBT, Alumni SMA Nuris Jember, Ivana Raiisa Sukses di Politeknik Negeri Jember)
Pelaksanaan ujian diatur dengan tertib dan disiplin. Santri putra menempati ruang 1, 2, dan 3, sementara santri putri berada di ruang 4 dan seterusnya. Pemisahan ruang ini menjadi bagian dari komitmen SMA Nuris Jember dalam menjaga etika pergaulan antara siswa laki-laki dan perempuan sesuai nilai-nilai pesantren yang dijunjung tinggi.
Beberapa aturan tegas diberlakukan selama ujian berlangsung. Kebersihan kelas menjadi tanggung jawab bersama; sebelum ujian dimulai, ruang dipastikan bersih dan rapi, begitu pula setelah selesai ujian sebelum para santri meninggalkan kelas. Larangan keras mencontek atau bekerja sama dalam bentuk apa pun ditegaskan sejak awal. Siswa yang datang terlambat diarahkan ke ruang Kurikulum untuk mendapatkan pembinaan sebagai bentuk penegasan aturan sekaligus pembelajaran kedisiplinan.
Wakil Kepala Sekolah, Bu Husni, S.Pd., menyampaikan bahwa ujian di bulan Ramadan justru menjadi sarana penguatan karakter. “Ujian dalam keadaan berpuasa adalah latihan kesabaran dan kejujuran. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual. Semoga seluruh rangkaian ujian berjalan dengan lancar dan tidak ada satupun siswa yang mencontek,” tutur beliau.
Beliau juga menegaskan bahwa integritas menjadi nilai utama dalam STS maupun ASAS Genap. “Nilai tinggi itu penting, tetapi proses yang jujur jauh lebih utama. Kami berharap seluruh siswa mengerjakan ujian dengan usaha sendiri dan penuh tanggung jawab.”
Pelaksanaan STS untuk kelas X dan XI serta ASAS bagi kelas XII di bulan Ramadan menunjukkan bahwa ibadah puasa bukan penghalang untuk tetap berprestasi. Justru dalam suasana penuh berkah ini, para santri dilatih untuk mengelola waktu, menjaga fokus, dan memperkuat niat belajar.
Dengan dimulainya ujian di tengah Ramadan, para santri diuji bukan hanya kecerdasannya, tetapi juga keteguhan hati dan komitmen terhadap nilai kejujuran. Semoga seluruh siswa SMA Nuris Jember dapat meraih hasil maksimal sekaligus menumbuhkan karakter unggul yang akan menjadi bekal kesuksesan di masa depan. [RY.Red]
