Alumni SMA Nuris Jember, Aufaanda Ivan Tempuh S2 Islamic Psychology di International Open University

Optimis Menatap Masa Depan, Aufaanda Mantap Ambil Studi Magister

Pesantren Nuris – Langkah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menjadi pilihan yang diambil banyak alumni untuk mengembangkan kompetensi. Hal itu pula yang dilakukan Aufaanda Ivan Muhammad, alumni SMA Nuris Jember yang kini tengah menempuh studi magister sembari menjalankan aktivitas profesionalnya.

Pemuda asal Nias Cluster, Sumbersari, Jember tersebut sebelumnya menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Jember. Setelah lulus pada Januari 2025, ia tidak menunda langkah untuk meningkatkan kompetensi akademiknya dengan melanjutkan studi S2.

Ia memilih mengambil program Islamic Psychology di International Open University yang berbasis pembelajaran daring. Kampus ini memiliki pusat administrasi internasional yang berlokasi di kawasan Afrika Barat, sehingga memungkinkan mahasiswa dari berbagai negara untuk mengikuti perkuliahan secara fleksibel tanpa harus berpindah tempat tinggal.

(Baca juga : Tricantika Nur Laily, Alumni SMA Nuris Jember Kini Menempuh Studi di Universitas Muhammadiyah Jember)

Keputusan tersebut diambil bukan tanpa pertimbangan. “Saya sempat dihadapkan pada dua pilihan, lanjut kuliah dulu atau mengambil peluang kerja. Kalau bekerja dulu, saya khawatir motivasi untuk melanjutkan studi akan berkurang. Jadi saya meyakinkan diri untuk tetap lanjut S2,” ujarnya.

Ia memilih jalan tengah dengan menjalankan keduanya secara bersamaan. Sistem perkuliahan daring menjadi solusi agar kegiatan profesional tetap berjalan tanpa menghambat proses akademik. “Alhasil saya ambil opsi yang bersamaan. Tujuannya supaya keduanya bisa dilakukan. Salah satu caranya dengan mengambil kelas daring, sehingga tetap bisa mengatur waktu antara mengajar dan kuliah,” tambahnya.

Pengalaman belajar di pesantren turut memengaruhi keberanian Aufaanda dalam mengambil keputusan tersebut. Ia merasa kehidupan santri telah membentuk karakter mandiri dan kesiapan menghadapi berbagai situasi. “Pelajaran berharga dari pesantren adalah cara membentuk kepribadian mandiri dan belajar beradaptasi di segala kondisi, karena terbiasa hidup bersama. Kedisiplinan juga menjadi hikmah yang saya dapatkan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa karakter yang terbentuk selama di pesantren masih terus ia pegang hingga saat ini. “Karakter yang terbentuk hari ini tidak lain adalah hasil didikan pesantren. Qana’ah serta optimis menjadi pelajaran berharga yang masih saya usahakan untuk terus dijaga,” tuturnya.

Perjalanan akademik tersebut tidak lepas dari dukungan para guru dan pembimbing yang pernah membersamainya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada KH. Muhyiddin Abdussomad selaku Syaikhul Ma’had Pesantren Nurul Islam beserta jajaran keluarga ndalem, Ustaz Madani sebagai pembimbing program Tahfidz Nuris, serta bapak/ ibu guru SMA Nuris Jember.

Dengan bekal pengalaman pesantren, pendidikan formal, serta semangat belajar berkelanjutan, Aufaanda optimis dapat menatap masa depan dengan lebih matang dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. [RY.Red]

 

Nama            : Aufaanda Ivan Muhammad, S.Pd.

Alamat          : Sumbersari, Jember

Lembaga      : SMA NURIS JEMBER

Tahun Lulus : 2020

Kuliah S1      : Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember (UNEJ)

Kuliah S2      : Islamic Psychology, International Open University, Afrika

Related Post