Tertarik Belajar Ilmu Akidah dan Mengabdi di Pesantren sebagai Amal Jariyah dan Menambah Pengalaman
Pesantren Nuris – Ma’had Aly Nurul Islam (Nuris) Jember kembali berhasil meluluskan salah satu mahasantri terbaiknya. Kali ini giliran Lukman Yasir dinyatakan tuntas dan berhak menyematkan gelar sarjana filsafat di belakang namanya usai mempresentasikan risalah yang telah ditulis dengan baik di hadapan para muallim.
Risalah berjudul “Studi Analisis terhadap Praktik Adzan dalam Kubur Perspektif Akidah dan Tradisi” telah disidangkan pada Jumat, 13 Februari 2026 kemarin. Dengan percaya diri dan meyakinkan, Lukman, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember mampu mengungkapkan gagasan ilmiahnya sehingga dinyatakan lulus.
“Akhirnya penantian ini telah tercapai juga bisa selesai. Memang mondok, kuliah, dan menjalani tugas khidmah tidak pernah mudah, tetapi semua harus dilewati dengan kesabaran dan keikhlasan alhamdulillah bisa saya tuntaskan dengan baik.” Tukas mahasantri asal Sumberjambe Jember ini.
(baca juga: Risalah Tuntas, Kuliah Beres Officially Alumni MA Unggulan Nuris Sandang Sarjana di Ma’had Aly Nuris)
“Sejak awal motivasi saya kuliah di Ma’had Aly Nuris adalah keinginan untuk memperdalam ilmu keislaman secara akademik dan sistematis, khususnya di bidang akidahnya. Selain itu, Ma’had Aly Nuris punya keterikatan dengan pesantren yang diharuskan mengabdi sehingga selain kita dapat ilmu dari kampus Maly, juga dapat amal jariyah juga yang diperoleh dari membantu pesantren khususnya dalam mendidik adik-adik santri.” Imbuhnya.
Selama nyantri dan kuliah, Lukman pernah diberi berbagai amanah strategis di pesantren. Beberapa tugas yang pernah diembanyya yakni, divisi keamanan, ketua kamar, pernah juga dapat jam mengajar dengan materi kitab Aqidatul Awam hingga menjadi pengurus pondok di bagian ketua kamar dan keamanan pondok.
Meski terkadang merasa kesulitan membagi waktu, santri kelahiran November ini tetap terus berupaya melakukan yang terbaik di setiap bagian tugasnya. Tidak ada tips dan trik khusus, baginya cukup melalukan dengan sabar sambil menikmatinya sebagai bagian dari proses. Ia juga membiasakan diri mengatur waktu sebaik mungkin, tahu kapan harus fokus dan kapan harus istirahat.
“Saya juga berusaha menjaga niat agar tetap lurus sehingga capeknya terasa lebih ringan. Selama masih bisa belajar, berbagi, dan berkembang, saya yakin semua peran bisa dijalani pelan-pelan tapi konsisten.” Imbuhnya meyakinkan.
Setelah menuntaskan sidang risalah, masih ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh Lukman mulai dari revisi risalah hingga wisuda. Semangat belajar di dadanya masih membara, ia berharap dapat melanjutkan pendidikan setara magister setelahnya.[AF.Red]
