Selamat dan Sukses, Fiks jadi Dokter, Alumni MA Unggulan Nuris Inspirasi Santri Kekinian Gapai Impian

Bermula dari Cita sedari Nyantri, Usai Disumpah Jadi Dokter Kini Berencana Kuliah Pascasarjana

Pesantren Nuris – Konsisten menghidupkan impian menjadi salah satu kunci sukses Dea April Haniatul Khusnah menggapai keberhasilannya hingga kini. Bukan hanya mimpi, tetapi motivasi dan ketekunannya dalam belajar membuatnya terus berjuang tak kenal lelah dengan proses yang cukup panjang sedari nyantri, kuliah, coas hingga akhirnya bergelar doker muda. Keren banget nih?

Santriwati cerdas lulusan MA Unggulan Nuris, Jurusan IPA, tahun 2019 ini pernah menuturkan impiannya untuk menjadi dokter memang sedari kecil. Perlahan dan pasti waktu semakin menumbuhkan pola pikir yang dewasa, impian itu semakin mantap saat belajar di MTs Unggulan Nuris hingga tamat pada tahun  2016 silam.

Ketika di MA Unggulan Nuris pun ia bergeming dan fokus mengambil konsentrasi IPA agar menunjang usaha menggapai impiannya menjadi seorang santri dokter yang andal dan profesional. Bak gayung bersambut, kemudian ia melanjutkan studi sarjana di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surabaya, pada Jurusan Kedokteran.

Pilihan kampus di kota pahlawan tersebut bukan sekadar asal-asalan sebab UNU Surabaya merupakan salah satu kampus swasta terbaik di negeri ini dengan fasilitas dan atmosfer belajar yang unggul. Apalagi, gadis cantik asal Desa Ampel, Wuluhan, Jember ini berasal dari keluarga yang berlatar belakang religius sehingga kampus tersebut menjadi pilihan yang tepat baik visi pendidikan maupun spiritualitas.

(baca juga: Tak sekadar Mentereng Berkarier Dosen, Alumni MA Unggulan Nuris juga Kreator Konten dan Afiliator Sukses)

Seiring berjalannya waktu, Dea, sapaan akrabnya, menuntaskan pendidikan S-1 Kedokteran di UNU Surabaya pada tahun 2023 lalu usai berhasil mempresentasikan skripsi berjudul “Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi Santri Putri di Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya” di hadapan para dosen penguji dengan meyakinkan dan percaya diri.  Tak tanggung-tanggung, gelar S.Ked. (Sarjana Kedokteran) melekat di belakang namanya dengan membanggakan sebab ia meraih skor IPK cum laude yakni, 3,58. Fantastis.

Perjalanannya meraih gelar dokter tak mudah dan tak berhenti di situ. Berbagai proses harus ia lalui dengan penuh kesabaaran dan semangat membara. Santriwati kelahiran Jember, April 2001 ini harus menjalani COAS selama kurang lebih 2 tahun. Coas merupakan proses pendidikan praktik yang berlangsung di rumah sakit dan bertemu dengan  pasien secara langsung. Setelah tuntas Coas, ia harus mengikuti ujian UKMPPD, sejenis ujian nasional kedokteran, untuk meraih gelar dokter muda.

Dengan haru dan bahagia, pada Rabu, 11 Februari 2026, Dea pun akan disumpah meraih gelar dokter muda di UNU Surabaya. Tahap kedua setelah meraih gelar sarjana telah ia lalui dengan penuh suka cita. Masih belum berakhir, petualangannya untuk menjadi seorang dokter masih berlanjut selama setahun ke depan melalui program internship.

(baca juga: Santri Inspiratif, Usai Tamat di IPDN Bandung, Alumni MA Unggulan Nuris Jadi ASN dan Lanjut Magister)

“Alhamdulillah sudah berada di tahap ini, memang sangat panjang perjalanan untuk menjadi seorang dokter yang andal dan professional. Untuk Internship ini tinggal menunggu informasi dari Kemenkes RI untuk penentuan tempatnya. Kabarnya nanti ditempatkan disebar di seluruh wilayah Indonesia. Mohon doanya semoga diberi kekuatan dan keselamatan hingga tuntas.” Tukasnya, saat diwawancarai via WA oleh tim media www.pesantrennuris.net tersebut.

Selama studi sarjana dan Coas, berbagai pengalaman mengesankan telah dilaluinya mulai dari bertemu dengan pasien yang rewel hingga kelainan jiwa. Bahkan gelar dokter pun tak mudah ia dapatkan, ia harus melalui UKMPPD yang paling berat dengan 2 macam uijian yakni, ujian tulis CBT dan ujian OSCE atau ujian praktik.

“Harapan saya semoga bisa mencapai cita-cita saya dan orang tua saya menjadi orang yang bermanfaat dan dapat mengamalkan ilmu dengan baik. Semoga bisa dapat melanjutkan pendidikan pascasarjana bidang administrasi rumah sakit. Mungkin juga ada rencana ambil spesialis rehab medik. Masih banyak waktu yang harus saya persiapkan, mohon doakan saja. Untuk semua, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para guru sehingga bisa berada di titik ini.” Tutupnya.[AF.Red]

Nama                    : dr. Dea April Haniatul Khusnah
Alamat                 : Ampel, Wuluhan, Jember
Lembaga              : MTs Unggulan Nuris tahun 2016; MA Unggulan Nuris, Jurusan IPA, tahun 2019
Kuliah                   : UNU Surabaya S-1 Kedokteran; sedang melakukan Internship dari Kemenkes RI

dr. Dea saat menjalani salah satu praktik selama Coas.
Related Post