Usai Jelajah Tiga Negara, Peserta NSEP Asia Tenggara 2026 Kembali ke Pesantren Nuris dengan Segudang Pengalaman Baru

Semangat Internasional Santri Nuris: Kepulangan Peserta NSEP Disambut Hangat

Pesantren Nuris – Sebanyak 49 santri Pondok Pesantren Nuris Jember dari lembaga SMA, SMK, dan MA Unggulan Nuris disambut meriah dalam acara penyambutan peserta Nuris Student Exchange Program (NSEP) pada Minggu malam, 8 Februari 2026. Kegiatan yang digelar di Masjid Baitunnur tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Para santri baru saja kembali ke pesantren setelah mengikuti program pertukaran pelajar selama satu bulan di Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Suasana haru dan bangga terasa sejak para peserta memasuki area masjid. Ratusan santri, ustaz, serta pengurus pesantren turut hadir untuk memberikan sambutan hangat atas kepulangan mereka. Acara dibuka dengan lantunan hadroh dari tim Ashabul Muhyi yang menambah semarak sekaligus menghadirkan nuansa religius dalam penyambutan tersebut.

Setelah pembacaan susunan acara oleh pembawa acara (MC), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program internasional tersebut serta mengapresiasi semangat para santri yang telah membawa nama baik pesantren di luar negeri. Gus Robith juga menjelaskan bahwa program NSEP merupakan hasil kerja sama dengan 15 pondok pesantren di tiga negara tujuan, yaitu Thailand, Malaysia, dan Singapura.

(Baca juga : Kasus Kendaraan Mogok Perkaya Pembelajaran Otomotif, Siswa SMK Nuris Belajar Analisis Kerusakan Bersama Pak Dhani)

Menurut beliau, program pertukaran pelajar ini tidak hanya bertujuan memperluas wawasan akademik, tetapi juga membangun karakter santri agar lebih terbuka terhadap keberagaman budaya dan cara berpikir global. “Kami berharap pengalaman yang didapatkan selama mengikuti NSEP dapat menjadi bekal berharga bagi para santri untuk berkembang, baik dalam ilmu pengetahuan maupun dalam sikap toleransi dan kemandirian,” dawuh beliau di hadapan para santri.

Rangkaian acara selanjutnya adalah pemutaran video dokumentasi perjalanan peserta NSEP sejak keberangkatan hingga kepulangan mereka ke tanah air. Tayangan tersebut menampilkan berbagai aktivitas para santri selama mengikuti pembelajaran di pesantren mitra, kegiatan sosial, hingga pengalaman mengenal budaya lokal di masing-masing negara. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan karena menghadirkan kembali kenangan perjalanan sekaligus mengundang rasa bangga dari para penonton.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan peserta NSEP. Dalam testimoninya, ia mengungkapkan bahwa program pertukaran pelajar tersebut memberikan banyak pengalaman baru yang berharga. Selain mendapatkan wawasan pendidikan yang berbeda, para peserta juga belajar beradaptasi dengan lingkungan baru serta memahami keragaman budaya dan tradisi masyarakat di negara tujuan. Ia menekankan bahwa perbedaan budaya justru menjadi sarana pembelajaran untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

“Kami belajar banyak tentang toleransi, kedisiplinan, dan cara berkomunikasi dengan masyarakat dari latar belakang yang berbeda. Pengalaman ini menjadi pelajaran hidup yang tidak bisa kami dapatkan hanya dari buku,” ungkapnya di hadapan para santri dan tamu undangan.

Acara penyambutan NSEP di Masjid Baitunnur ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaihul Ma’had Pondok Pesantren Nuris Jember, KH. Muhyiddin Absusshomad. Dalam doanya, beliau memohon agar pengalaman para peserta menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan bagi pesantren dan masyarakat luas.

Kegiatan penyambutan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para peserta NSEP, tetapi juga menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri hingga tingkat internasional. Dengan berakhirnya acara tersebut, diharapkan semangat global dan nilai-nilai kebersamaan yang diperoleh selama program pertukaran dapat terus tumbuh dan memberi dampak positif bagi seluruh civitas Pondok Pesantren Nuris Jember. (NDT/FNF.Red)

Related Post