Alumni SMA Nuris Jember Mengajar di Thailand, Aufaanda Ivan Petik Hikmah Pesantren dalam Karier Internasional

Karakter Tangguh dan Usaha Gigih Membuka Jalan Menggapai Impian ke Luar Negeri

Pesantren Nuris – Perjalanan inspiratif kembali ditorehkan oleh alumni SMA Nuris Jember. Kali ini datang dari Aufaanda Ivan Muhammad, lulusan yang berhasil menapaki dunia pendidikan hingga meraih kesempatan mengajar di luar negeri. Berbekal pengalaman belajar di pesantren serta aktivitas akademik dan organisasi, ia membuktikan bahwa karakter yang kuat mampu membuka jalan menuju cita-cita.

Aufaanda Ivan Muhammad berasal dari Nias Cluster, Sumbersari, Jember. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Nuris Jember, ia melanjutkan studi di FKIP, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Jember melalui jalur SNMPTN atau jalur undangan. Tak berhenti di sana, ia juga melanjutkan pendidikan S2 Islamic Psychology di International Open University yang saat ini masih berjalan.

“Pelajaran berharga dari pesantren adalah cara membentuk kepribadian mandiri, belajar beradaptasi di segala kondisi, karena terbiasa bertemu dan hidup bersama di pesantren,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kedisiplinan serta sikap qana’ah dan optimis menjadi nilai penting yang terus ia jaga dalam perjalanan hidupnya.

(Baca juga : Tricantika Nur Laily, Alumni SMA Nuris Jember Kini Menempuh Studi di Universitas Muhammadiyah Jember)

Selama menempuh pendidikan di Universitas Jember, Aufaanda aktif dalam berbagai organisasi kampus. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMP Golden Age, Ketua Departemen Infokom UKM Mustika (Kerohanian Islam), serta menjadi Duta PG PAUD. Aktivitas tersebut turut mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang sangat berguna dalam karier profesionalnya..

Kesempatan internasional mulai terbuka ketika ia mengikuti program International Teaching Assistance in Thailand (ITAT) pada semester tujuh. Dalam program tersebut, ia dipercaya menjadi ketua koordinator. Pengalaman selama tiga bulan mengajar di Thailand ternyata menjadi titik balik penting dalam hidupnya.

“Dari program itu, akhirnya ada jalan buat bekerja di sini. Setelah saya lulus kuliah, pimpinan sekolah memberikan penawaran untuk bekerja di Thailand dengan pertimbangan kinerja saya selama program itu cukup baik,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa kesempatan tersebut datang tanpa proses tes maupun seleksi tambahan.

Kini Aufaanda mengajar desain grafis dan bahasa di tingkat SMP dan SMA di Charen Wittaya Nusorn School, Thailand. Ia menerima tawaran tersebut karena fasilitas yang diberikan cukup mendukung, mulai dari tempat tinggal di area sekolah, jaringan internet, hingga biaya dokumen kerja yang ditanggung pihak sekolah. Selain itu, gaji yang kompetitif juga menjadi pertimbangan.

“Alhamdulillah tahun ini masuk tahun kedua saya mengajar di sini,” katanya dengan penuh syukur. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi adik-adik SMA Nuris Jember untuk terus berusaha dan tidak ragu mengejar peluang di tingkat internasional.

Aufaanda juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan pembimbing yang telah membentuk perjalanan hidupnya. “Terima kasih kepada KH. Muhyiddin Abdussomad selaku Syaikhul Ma’had Pesantren Nurul Islam Jember beserta jajaran keluarga ndalem, Ustadz Madani selaku pembimbing saya di program Tahfidz Nuris, serta para guru di SMA Nuris Jember,” ujarnya.

Kisah Aufaanda Ivan Muhammad menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu membentuk karakter kuat yang relevan di tingkat global. Dari ruang kelas SMA Nuris Jember hingga ruang belajar di Thailand, langkahnya menunjukkan bahwa ketekunan, kedisiplinan, dan nilai-nilai pesantren dapat mengantarkan alumni meraih masa depan. [RY.Red]

 

Nama            : Aufaanda Ivan Muhammad, S.Pd.

Alamat          : Sumbersari, Jember

Lembaga      : SMA NURIS JEMBER

Tahun Lulus : 2020

Kuliah S1      : Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember (UNEJ)

Kuliah S2      : Islamic Psychology, International Open University

Pekerjaan     : Guru Desain Grafis dan Bahasa di Charen Wittaya Nusorn School, Thailand

Related Post