Tekun Mengaji, Gemilang Berprestasi, Fathur Rohman Jadi Kebanggaan MA Unggulan Nuris
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali lahir dari lingkungan MA Unggulan Nuris Jember. Seorang siswa kelas XII A bernama Muhammad Fathur Rohman sukses menorehkan capaian luar biasa dengan mengkhatamkan 16 kitab selama menempuh pendidikan di pondok pesantren Nurul Islam Jember. Tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan agama, siswa yang akrab disapa Fathur ini juga dikenal sebagai sosok berprestasi di berbagai ajang perlombaan tingkat kabupaten hingga nasional.
Fathur berasal dari Kandangrejo, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember. Di balik kepribadiannya yang sederhana, tersimpan semangat belajar yang tinggi dan tekad kuat untuk meraih masa depan gemilang. Ia memiliki hobi membaca, sebuah kebiasaan yang turut membentuk keluasan wawasan dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan. Cita-cita besarnya pun tidak main-main, yakni ingin menjadi dosen bahasa Arab sekaligus penerjemah profesional.
Selama belajar di MA Unggulan Nuris Jember sekaligus menjalani pendidikan di pondok pesantren, Fathur berhasil menyelesaikan kajian dan khatam 16 kitab penting yang menjadi rujukan dalam tradisi keilmuan Islam. Kitab-kitab tersebut meliputi Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 1002 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, serta Fiqh Tradisionalis.
Capaian ini tentu bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi, kesabaran, dan perjuangan panjang untuk menuntaskan satu per satu kitab tersebut. Apalagi, Fathur juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah, organisasi, dan menghadapi ujian akademik lainnya. Ia mengaku bahwa tantangan terbesar dalam perjalanan mengkhatamkan kitab adalah rasa malas dan lelah akibat padatnya aktivitas sehari-hari.
(Baca juga : Terinspirasi M. Quraish Shihab, Alumni MA Unggulan Nuris Dalami Ushuludin di Universitas Al Azhar Mesir)
Namun, di balik semua tantangan itu, Fathur memiliki motivasi yang sangat menyentuh hati. Ia menegaskan bahwa dorongan terbesarnya adalah rasa tanggung jawab dan kewajiban untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Baginya, melihat orang tua tersenyum bangga atas keberhasilan anaknya merupakan hadiah terbesar yang ingin ia raih.
Semangat belajar Fathur ternyata tidak hanya membuahkan hasil di ruang kelas dan majelis ilmu. Ia juga sukses menorehkan banyak prestasi di berbagai ajang perlombaan bergengsi. Dalam bidang pidato, bahasa Arab, dan seni presentasi, namanya cukup diperhitungkan.
Di antara prestasi yang berhasil diraih Fathur adalah Juara 3 Taqdimul Qishoh tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang. Selain itu, ia juga meraih Juara 2 Khitobah tingkat nasional di STAI Al Anwar Rembang pada 29 Mei 2024.
Tak berhenti di sana, Fathur kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih Juara 2 Syarhil Qur’an tingkat Kabupaten Jember dalam ajang MTQ Pemerintah Kabupaten Jember pada 23 Juni 2024. Selanjutnya, ia juga sukses menjadi Juara 2 Pidato Bahasa Arab dalam ajang Bahana Muharram tingkat kabupaten pada 28 Juli 2024.
Rentetan prestasi tersebut berlanjut pada akhir tahun. Fathur berhasil meraih Juara 3 Khitobah tingkat nasional di Universitas Islam Malang pada 05 Desember 2024. Bahkan sebelumnya, ia sukses menyabet Juara 1 Pidato Bahasa Arab tingkat nasional yang digelar Lembaga Kursus Markaz Arabiyah Kediri pada 12 Mei 2024.
Keberhasilan Fathur menunjukkan bahwa santri mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren. Ia menjadi bukti nyata bahwa kemampuan akademik, penguasaan kitab kuning, dan kecakapan public speaking dapat berjalan beriringan apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh.
Fathur mengenang bahwa proses mengkhatamkan kitab selama tiga tahun di pondok memang terasa berat. Banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang harus dikorbankan. Namun ia menyadari bahwa semua perjuangan tersebut akan menjadi bekal ilmu yang sangat berharga setelah lulus nanti. Menurutnya, ilmu yang diperoleh dari pesantren adalah modal kehidupan yang tidak ternilai.
Dalam pesannya, Fathur juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para guru dan asatidz di Pesantren Nuris. Ia mengungkapkan bahwa seluruh ilmu, bimbingan, kesabaran, dan ketelatenan para pendidik menjadi alasan utama dirinya bisa sampai pada titik sekarang. Menurutnya, tanpa guru, para santri tidak akan menjadi siapa-siapa.
Ia berharap para guru dan asatidz senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, dan keberkahan dalam mendidik generasi penerus. Sebab, jasa seorang guru akan terus hidup dalam setiap ilmu yang diamalkan oleh murid-muridnya.
Ke depan, Fathur memiliki harapan mulia. Ia ingin ilmu yang telah diperoleh selama mondok dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ia juga berharap seluruh ilmu tersebut menjadi amal jariyah bagi para guru dan asatidz yang telah mengajarkannya dengan penuh keikhlasan.
Muhammad Fathur Rohman adalah gambaran nyata bahwa kesuksesan tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari perjuangan yang konsisten. Di tengah kesibukan sekolah, organisasi, perlombaan, dan aktivitas pondok, ia tetap mampu menyelesaikan target besar dan meraih prestasi membanggakan.
Semoga perjalanan Fathur menjadi inspirasi bagi para pelajar dan santri lainnya untuk tidak mudah menyerah dalam menuntut ilmu. Sebab setiap rasa lelah yang dijalani hari ini, kelak akan berubah menjadi kebanggaan di masa depan. [LA.Red]
Nama : Muhammad Fathur Rohman
Alamat : Kandangrejo, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember
Hobi : Membaca
Cita2 : Dosen bahasa Arab sekaligus penerjemah profesional
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII A
Prestasi : Khatam 16 Kitab (Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 1002 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, dan Fiqh Tradisionalis)
