Khatam 10 Kitab dan Raih Peringkat 2
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali hadir dari lingkungan MA Unggulan Nuris Jember. Salah satu siswi kelas XII C, Nafisah Ayu Ari Santi, berhasil menunjukkan pencapaian luar biasa dalam bidang akademik sekaligus pendidikan pesantren. Siswi yang akrab disapa Nafisah ini sukses mengkhatamkan 10 kitab serta meraih prestasi akademik sebagai Peringkat 2 MA Unggulan Nuris Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025.
Nafisah berasal dari Pakusari, Jember. Dengan pribadi yang sederhana, tekun, dan penuh semangat, ia dikenal sebagai siswi yang konsisten dalam belajar. Di tengah kesibukan sekolah dan kegiatan pondok, Nafisah mampu menjaga prestasi dengan baik. Selain aktif belajar, ia juga memiliki hobi memasak, sebuah kegiatan yang menunjukkan ketelatenan dan kreativitas dalam keseharian.
Siswi yang bercita-cita menjadi pengusaha ini memiliki pandangan besar terhadap masa depan. Baginya, pendidikan adalah modal utama untuk membangun usaha dan meraih kemandirian. Semangat tersebut tampak dari kesungguhannya menuntut ilmu di sekolah maupun di pesantren.
Selama menempuh pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Nafisah berhasil menuntaskan 10 kitab yang dipelajari di pondok pesantren. Kitab-kitab tersebut meliputi Aqidatul Awam, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Taqrib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, dan Fiqih Tradisionalis.
(Baca juga : Belajar Notasi Unsur Jadi Gampang, Kelas XA MA Unggulan Nuris Antusias Bareng Pak Najib)
Keberhasilan mengkhatamkan kitab bukanlah hal mudah. Dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan kesabaran dalam menjalaninya. Dari seluruh kitab yang dipelajari, Nafisah mengaku tantangan terbesarnya adalah saat mempelajari Imrithi. Kitab yang berisi kaidah nahwu tersebut menuntut ketelitian dan pemahaman mendalam.
Namun, kesulitan itu tidak membuat Nafisah menyerah. Ia justru termotivasi oleh teman-temannya yang lebih dahulu khatam kitab. Melihat semangat dan keberhasilan teman-teman sebayanya, Nafisah terdorong untuk terus belajar hingga mampu menyelesaikan targetnya sendiri.
Selain berhasil di bidang pesantren, Nafisah juga menunjukkan kecemerlangan akademik di sekolah. Prestasi sebagai Peringkat 2 MA Unggulan Nuris Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025 menjadi bukti nyata bahwa ia mampu menyeimbangkan antara pelajaran umum dan pendidikan agama.
Prestasi tersebut tentu lahir dari kerja keras yang konsisten. Nafisah menjalani hari-harinya dengan disiplin, memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin, serta menjaga semangat agar tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
Dalam pesan dan kesannya, Nafisah menyampaikan kalimat sederhana namun penuh makna, yakni terus belajar, belajar, dan belajar sampai menjadi rutinitas. Baginya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.
Ia juga mengungkapkan rasa senangnya atas seluruh perjalanan yang telah dilalui selama menempuh pendidikan. Setiap tantangan, tugas, dan proses belajar menjadi pengalaman berharga yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan siap menghadapi masa depan.
Harapan Nafisah ke depan sangat mulia. Ia berharap seluruh perjuangan yang telah dilakukan selama belajar di Nuris dapat membawa manfaat bagi kehidupannya di masa mendatang. Ilmu yang diperoleh diharapkan menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita sebagai pengusaha sukses.
Nafisah Ayu Ari Santi menjadi bukti bahwa kesungguhan dalam belajar akan selalu menghasilkan pencapaian membanggakan. Dengan semangat yang konsisten, motivasi yang kuat, dan kemauan untuk terus berkembang, seorang pelajar mampu meraih keberhasilan di banyak bidang.
Semoga perjalanan Nafisah menginspirasi para siswa lainnya untuk tidak pernah lelah belajar, terus memperbaiki diri, dan yakin bahwa usaha yang dilakukan hari ini akan menjadi kesuksesan di masa depan. [LA.Red]
Nama : Nafisah Ayu Ari Santi
Alamat : Pakusari, Jember
Hobi : Memasak
Cita2 : Pengusaha
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII C
Prestasi : Khatam 10 Kitab (Aqidatul Awam, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Taqrib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, dan Fiqih Tradisionalis)
