Nafisatul Amaliah Tuntaskan 16 Kitab Sekaligus Bersinar di Olimpiade Nasional
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali hadir dari lingkungan MA Unggulan Nuris Jember. Salah satu siswi terbaik kelas XII MIPA, Nafisatul Amaliah, berhasil menunjukkan pencapaian luar biasa dalam dua bidang sekaligus, yakni pendidikan pesantren dan kompetisi akademik. Siswi yang akrab disapa Nafisatul atau Atul ini sukses menuntaskan khatam 16 kitab, sekaligus meraih berbagai prestasi bergengsi di tingkat kabupaten hingga nasional.
Nafisatul berasal dari Situbondo. Dengan kepribadian sederhana dan semangat belajar yang tinggi, ia tumbuh menjadi sosok pelajar yang tekun, disiplin, dan penuh motivasi. Di tengah padatnya aktivitas belajar di sekolah dan pondok, ia tetap mampu menjaga semangat untuk terus berkembang. Hobi menonton yang dimilikinya pun sering menjadi sarana hiburan sekaligus penyegar pikiran di sela kesibukan.
Siswi yang bercita-cita menjadi pengajar informal ini percaya bahwa ilmu tidak hanya didapat di ruang kelas formal, tetapi juga dapat dibagikan melalui berbagai cara yang lebih dekat dengan masyarakat. Cita-cita tersebut menjadi gambaran kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan keinginan kuat untuk memberi manfaat bagi sesama.
Selama menempuh pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember dan pondok pesantren, Nafisatul berhasil mengkhatamkan 16 kitab yang menjadi rujukan penting dalam tradisi keilmuan Islam. Kitab-kitab tersebut adalah Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 250 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, dan Fiqih Tradisionalis.
(Baca juga : Ninis Khatam 11 Kitab dan Raih Prestasi Hafalan, Siswi MA Unggulan Nuris yang Menginspirasi)
Capaian ini tentu bukan hal yang ringan. Setiap kitab membutuhkan kesungguhan, ketelatenan, serta proses belajar yang panjang. Di antara semua kitab yang dipelajari, Nafisatul mengaku tantangan terbesarnya adalah saat mempelajari Alfiyah Ibnu Malik. Kitab yang dikenal padat dengan kaidah nahwu tersebut menuntut konsentrasi tinggi dan ketekunan luar biasa.
Namun, kesulitan itu justru menjadi cambuk semangat bagi Nafisatul. Ia mengaku salah satu motivasi terbesarnya adalah perasaan tertinggal dari teman sebaya. Perasaan tersebut tidak membuatnya putus asa, tetapi justru mendorongnya untuk terus berusaha mengejar ketertinggalan dengan belajar lebih keras dan lebih konsisten.
Semangat juang Nafisatul terbukti membuahkan hasil gemilang. Selain sukses dalam pendidikan pesantren, ia juga menorehkan sederet prestasi akademik yang membanggakan. Dalam bidang sains, khususnya kimia, namanya cukup dikenal karena sering meraih penghargaan.
Salah satu prestasi terbaru yang berhasil ia raih adalah Juara Harapan 1 Olimpiade Kimia bertajuk National Chemical Engineering Olympiad of Science and Applied Industries atau N-Celcius dalam even The 11th Chemical Engineering Week di Universitas Internasional Semen Indonesia Gresik pada 15 Februari 2026.
Sebelumnya, Nafisatul juga meraih Juara Harapan 2 Olimpiade Kimia MGMP 2024 tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh MGMP Kimia Kabupaten Jember. Ia kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih Juara Harapan 2 Olimpiade Kimia tingkat kabupaten dalam ajang MGMP Kimia pada 09 November 2024.
Tidak hanya itu, Nafisatul juga berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Kimia tingkat nasional pada 09 Maret 2025. Prestasi tersebut membuktikan bahwa kemampuannya di bidang sains mampu bersaing di tingkat nasional.
Menariknya, kemampuan Nafisatul tidak hanya terbatas pada bidang eksakta. Ia juga berprestasi di bidang bahasa dan literasi. Pada 28 Januari 2024, ia meraih medali perunggu Olimpiade Bahasa Inggris tingkat nasional dalam ajang Kompetisi Sains Indonesia.
Dalam dunia kepenulisan, Nafisatul bahkan sukses memperoleh predikat Penulis Terbaik Cipta Puisi tingkat nasional dalam Lomba Menulis Puisi Nasional yang diselenggarakan oleh Puisindo Media dan PUISEA pada 07 Juni 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok pelajar multitalenta dengan kemampuan yang luas.
Keberhasilan Nafisatul menjadi bukti bahwa santri dan pelajar mampu berkembang di banyak bidang sekaligus. Ia dapat menyeimbangkan pendidikan agama, akademik, bahasa, hingga seni literasi dengan baik. Hal tersebut tentu lahir dari kedisiplinan, kerja keras, dan semangat belajar yang tinggi.
Dalam pesan singkatnya, Nafisatul menyampaikan ucapan sederhana namun penuh makna, yakni terima kasih. Ucapan itu menjadi bentuk penghargaan atas seluruh dukungan guru, orang tua, pembimbing, dan teman-teman yang selalu hadir dalam perjalanan belajarnya.
Adapun harapan terbesar Nafisatul adalah semoga seluruh ilmu yang telah diperolehnya menjadi ilmu yang barokah. Harapan ini mencerminkan kedewasaan berpikir bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang nilai dan piala, tetapi tentang ilmu yang membawa manfaat dan keberkahan dalam kehidupan.
Semoga kisah Nafisatul mampu memotivasi para pelajar lainnya untuk terus semangat menuntut ilmu, berani bermimpi besar, dan yakin bahwa setiap proses yang dijalani dengan sabar akan berbuah manis pada waktunya. [LA.Red]
Nama : Nafisatul Amaliah
Alamat : Situbondo
Hobi : Menonton
Cita2 : menjadi pengajar informal
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII Mipa
Prestasi : Khatam 16 Kitab (Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 250 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, dan Fiqih Tradisionalis)
