SMA Nuris Jember Gelar PSAJ, Uji Kemampuan Akademik Siswa 8–17 April 2026

PSAJ Menjadi Momentum Evaluasi Akhir Capaian Belajar

Pesantren Nuris – Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tahun pelajaran 2025/2026 di SMA Nuris Jember mulai berlangsung pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting bagi siswa kelas XII sebelum menuntaskan masa belajar mereka di jenjang sekolah menengah atas. Suasana pagi di lingkungan sekolah tampak lebih khidmat dari biasanya, dengan siswa hadir lebih awal untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian.

PSAJ dijadwalkan berlangsung hingga 17 April 2026 dengan rangkaian mata pelajaran yang harus diselesaikan oleh seluruh peserta. Pelaksanaan ujian ini tidak hanya menjadi tolok ukur capaian akademik, tetapi juga melatih kedisiplinan serta tanggung jawab siswa dalam menghadapi tahap akhir pendidikan mereka. Seluruh proses diselenggarakan secara tertib dengan pengawasan yang terstruktur.

Tahun ini, siswa kelas XII dikenal sebagai angkatan ADHIWARA XXXIV yang memiliki makna mendalam. Nama tersebut merupakan akronim dari “ASKARASA ATIRODRA”. ASKARASA dimaknai sebagai generasi yang memiliki keteguhan hati, rasa tanggung jawab, serta semangat kebersamaan. Sementara ATIRODRA menggambarkan karakter kuat, berani menghadapi tantangan, dan memiliki tekad untuk terus berkembang. Filosofi ini menjadi identitas yang mencerminkan harapan agar para siswa mampu menuntaskan pendidikan dengan integritas dan kesiapan menghadapi masa depan.

(Baca juga : 4 Siswi SMA Nuris Jember Lolos Jalur Prestasi Poltekkes Kemenkes Malang, Siap Meniti Profesi Bidan)

Usai masa liburan, siswa kelas XII kembali memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi PSAJ. Waktu di rumah dimanfaatkan untuk belajar mandiri, meninjau kembali materi, serta mengatur strategi pengerjaan soal. Kesungguhan ini menunjukkan komitmen siswa dalam mempersiapkan diri secara maksimal sebelum mengikuti rangkaian ujian yang menjadi tahap akhir pembelajaran di SMA Nuris Jember.

Salah satu siswa bernama Ahmad Afwan dari kelas XII MIPA 3 menyampaikan kesiapan dirinya menjelang pelaksanaan ujian. “Persiapannya adalah belajar, mempersiapkan mental, dan berdoa. Orang tua juga selalu mendoakan. Jadi insyaallah saya dan teman-teman bisa mengikuti PSAJ dari awal sampai akhir dengan baik,” ungkapnya. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa dukungan keluarga turut menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri siswa.

Selain kesiapan akademik, sekolah juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual. Pendampingan dari guru dilakukan tidak hanya melalui penguatan materi, tetapi juga melalui motivasi agar siswa tetap tenang dan fokus.

Wakil kepala sekolah, Bu Husni, S.Pd, menegaskan bahwa pelaksanaan PSAJ merupakan bagian dari pembentukan karakter siswa. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual. Semoga seluruh rangkaian ujian berjalan dengan lancar dan tidak ada satupun siswa yang mencontek,” tutur beliau. Pernyataan tersebut menekankan nilai integritas yang terus dijaga dalam proses pendidikan.

Panitia pelaksana juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung ujian tersedia dengan baik. Ruang ujian disiapkan dengan rapi, jadwal ditempel secara jelas, serta pengawas memberikan arahan sebelum ujian dimulai. Hal ini dilakukan agar siswa dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan terfokus pada pengerjaan soal.

Pelaksanaan PSAJ tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar selama tiga tahun terakhir. Dengan dukungan guru, orang tua, serta lingkungan sekolah yang kondusif, siswa diharapkan mampu menjalani ujian dengan optimal dan penuh percaya diri. [RY.Red]

Related Post