Tekun Belajar dan Murojaah, Antarkan Santriwati Raih Prestasi
Pesantren Nuris – Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai Wisuda Kitab dan Tahfizh Ke-X Pesantren Nurul Islam Jember yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026. Acara tahunan tersebut menjadi momen istimewa bagi para santri yang berhasil menyelesaikan hafalan maupun pembelajaran kitab kuning setelah melalui proses belajar yang panjang.
Salah satu santri yang mengikuti wisuda tersebut ialah Alicia Dinda Zahwa Nansa, santri asal Semboro, Jember. Putri dari Bapak Daril Yoganansa dan Ibu Erika Fanti itu berhasil menuntaskan khataman tiga kitab sekaligus, yakni kitab Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga maupun lingkungan pesantren.
Bagi Alicia, proses mengkhatamkan kitab tidaklah mudah. Ia mengaku harus membaca materi secara berulang-ulang agar benar-benar memahami isi kitab yang dipelajari. Selain membaca, ia juga membiasakan diri untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari agar tidak mudah lupa saat diuji maupun saat murojaah bersama teman-teman.
Menurutnya, tantangan terbesar selama proses belajar adalah ketika murojaah. Kegiatan mengulang hafalan dan isi kitab membutuhkan konsentrasi tinggi serta ketekunan agar materi tetap melekat dalam ingatan. Tidak jarang rasa lelah muncul karena harus membagi waktu antara kegiatan sekolah, pesantren, dan belajar mandiri di asrama.
Namun, kesulitan tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Alicia menilai kehidupan di pesantren mengajarkannya untuk lebih mandiri serta mampu mengatur waktu dengan baik. Rutinitas yang terjadwal membuat para santri terbiasa hidup tertib sekaligus produktif.
“Hikmah belajar di pesantren adalah bisa mengetahui lebih dalam tentang agama dan menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, serta bisa mengatur waktu. Saya sangat bersyukur bisa sekolah di SMA Nuris Jember,” ungkapnya.
Ia juga berharap ilmu yang telah diperoleh selama belajar di pesantren dapat memberikan manfaat bagi kehidupan di masa depan. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Robith Qoshidi, Lc selaku pengasuh Pesantren Nuris Jember sekaligus Kepala SMA Nuris Jember turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para santri yang mengikuti wisuda kitab dan tahfizh. Menurut beliau, generasi muda yang tumbuh bersama Al-Qur’an dan kitab kuning merupakan aset penting bagi masa depan bangsa dan agama.
“Santri yang tumbuh dewasa dengan Al-Qur’an dan kitab kuning insyaallah merupakan ciri-ciri anak sholeh dan sholehah. Insyaallah mereka termasuk golongan yang dikehendaki Allah Swt. menjadi generasi masa depan yang baik dan bermanfaat,” tutur beliau.
Kegiatan wisuda kitab dan tahfizh ini pun menjadi salah satu bentuk komitmen Pesantren Nuris Jember dalam membina generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga kuat dalam pemahaman agama dan pembentukan karakter. Lingkungan belajar yang disiplin dan religius menjadi nilai tersendiri yang dirasakan para santri selama menempuh pendidikan.
Selamat kepada seluruh santri yang telah mengikuti Wisuda Kitab dan Tahfizh Ke-X. Semoga segala ilmu, hafalan, dan pengalaman yang diperoleh selama belajar di pesantren dapat menjadi cahaya kehidupan, membawa keberkahan, serta memantapkan langkah dalam menggapai masa depan yang lebih baik. [RY.Red]
Nama : Alicia Dinda Zahwa Nansa
Alamat : Semboro, Jember
Kelas : XII MIPA 2
Diniyah : 3C MUBTADIAT
Lembaga : SMA NURIS JEMBER
Prestasi : Khatam 3 Kitab (Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
