Tujuh Hari Penuh Makna, Hadirkan Pengalaman Edukatif, Ramah, dan Menginspirasi
Pesantren Nuris – Senyum, semangat, dan rasa ingin tahu tampak menghiasi wajah para peserta didik baru saat memasuki gerbang SMA Nuris Jember. Selama tujuh hari, mulai 14 hingga 20 Juli 2026, mereka mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dikemas edukatif, inspiratif, dan penuh keceriaan. Bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini menjadi langkah awal membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, dan siap mengukir prestasi.
Pembukaan MPLS berlangsung khidmat di Aula SMA Nuris Jember melalui prosesi penyematan tanda peserta kepada seluruh siswa baru. Penyematan tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar SMA Nuris Jember. Antusiasme para peserta terlihat sejak hari pertama, menandakan semangat mereka untuk mengenal lebih dekat budaya belajar dan kehidupan di lingkungan sekolah sekaligus pesantren.
Pada hari kedua dan ketiga, peserta didik baru mengikuti placement test yang dilaksanakan di ruang-ruang kelas. Kegiatan ini bertujuan memetakan kemampuan akademik setiap siswa sehingga penempatan kelas dapat dilakukan secara tepat. Dengan demikian, proses pembelajaran ke depan diharapkan berlangsung lebih efektif dan mampu mengoptimalkan potensi masing-masing peserta didik.
Memasuki hari keempat dan kelima, berbagai materi penguatan karakter menjadi fokus utama. Siswa memperoleh sosialisasi mengenai MPLS Ramah dan program MataMuda yang mengajak seluruh warga sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari perundungan. Pada kesempatan yang sama, seluruh santri baru Nuris Jember juga mendapatkan edukasi kesehatan dari Puskesmas Sumbersari yang dilaksanakan terpisah di Masjid Yasmin Nur untuk santri putri dan Masjid Baitunnur untuk santri putra.
Sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan, SMA Nuris Jember juga menghadirkan narasumber dari unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kehadiran aparat keamanan tersebut memberikan pembekalan mengenai kedisiplinan, cinta tanah air, etika bermedia sosial, serta pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini mendapat perhatian besar dari para peserta karena disampaikan secara komunikatif dan dekat dengan kehidupan remaja.
Hari keenam diisi dengan Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Sehat yang mengajak siswa membangun pola hidup sehat sejak dini. Setelah itu, peserta mengikuti layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang membahas cara beradaptasi di lingkungan sekolah, membangun karakter positif, mengelola emosi, hingga menjaga kesehatan mental selama menjalani proses belajar. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif sehingga siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman.
Puncak MPLS digelar pada 20 Juli 2026. Suasana sekolah semakin semarak ketika peserta didik baru mengikuti pemilihan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat masing-masing. Beragam organisasi dan ekstrakurikuler diperkenalkan sebagai wadah pengembangan potensi akademik maupun nonakademik. Kegiatan kemudian ditutup dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas para siswa baru. Gelak tawa, tepuk tangan, dan semangat kebersamaan mengiringi setiap penampilan sehingga meninggalkan kesan hangat bagi seluruh peserta.
Kepala SMA Nuris Jember menyampaikan bahwa MPLS bukan sekadar agenda tahunan, melainkan proses awal membangun karakter peserta didik. “Kami ingin siswa baru merasa bangga sebagai keluarga besar SMA Nuris Jember. Melalui MPLS ini, mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta keberanian mengembangkan potensi yang dimiliki. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Nuris Jember kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesehatan, wawasan kebangsaan, dan pengembangan bakat. Bekal yang diperoleh selama tujuh hari diharapkan menjadi fondasi kuat bagi para peserta didik baru untuk menjalani perjalanan belajar dengan penuh semangat, percaya diri, dan siap mengukir berbagai prestasi di masa depan. [RY/FN/IZ.Red]
