Belajar di Kelas Unggulan Sains MA Unggulan Nuris, Ingin Kuliah Farmasi di Masa Depan
Pesantren Nuris – Motivasi belajar yang tinggi, latihan soal, dan membaca buku menjadi kebiasaan santriwati cerdas yang duduk di kelas X F MA Unggulan Nuris ini. Tak heran, berbagai prestasi gemilang telah diraihnya termasuk yang terkini torehan medali perunggu olimpiade bahasa Inggris ajang Kompetisi Sains Nasional oleh PUSKASNAS pada 03 Mei 2026 kemarin.
Putri dari bapak Abdul Wahid dan ibu Siti Khodriyah ini, Nuzila Safitri Khodriyatul Wahida, memang keranjingan mengikuti berbagai perlombaan akademik yang berkangsung secara daring. Baginya, kompetisi ini bersifat dinamis, terbuka untuk umum, dan kompetitif. Meski berada di lingkungan pesantren, ia merasa kesempatan itu terbuka lebar untuk raih prestasi gemilang.
“Perlombaannya memang berlangsung secara daring di akhir pekan. Cukup seru sih, yang penting jaringan internet stabil alhamdulillah MA Unggulan Nuris sangat mendukung kegiatan lomba ini bagi semua santri. Ini kalau tidak salah sudah menjadi kali keempat meraih medali di tingkat nasional.” Tukas Nuzil.
(baca juga: Geliat Prestasi Santri MA Unggulan Nuris Asal Bondowoso Rebut Medali Perunggu Sosiologi KSN 2026)
Sebelum torehan prestasi medali perunggu olimpiade bahasa Inggris, remaja beralamat di Sukolilo Surabaya ini telah meraih berbagai medali yakni, medali perak olimpiade bahasa Inggris, medali perak olimpiade bahasa Indonesia, dan medali perak olimpiade kimia.
Meski di pesantren masih banyak agenda padat dalam belajar Nahwu dan Sharraf serta menghafal kitab kuning tak membuat Nuzil minder mengikuti lomba akademik. Cita-cita menjadi seorang apoteker profesional di masa depan membuatnya memperbanyak jam terbang dalam belajar ilmu umum di kelas sains.
“Mohon doanya saja, saya ingin dua tahun depan setelah lulus dari MA Unggulan Nuris kuliah di UNAIR Suabaya jurusan farmasi. Kampus ini cukup dekat dengan rumah saya apalagi memang favorit. Saya akan berusaha keras dimulai dari sekarang. Semoga jalannya dimudahkan.” Imbuhnya.
Nuzil tak hanya dikenal ulet dalam belajar ilmu sains, tetapi juga terbilang memiliki kemampuan public speaking yang cukup mumpuni. Pada pekan Hardiknas 2026 kemarin, ia berhasil mempresentasikan karya inovasi pop up book tentang tokoh Ki Hajar Dewantara dan RA. Kartini sehingga muncul sebagai pemenang pertama.[AF.Red]
