Dari Kesulitan Membaca Kitab hingga Tumbuh Jadi Santri Penuh Semangat
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali hadir dari keluarga besar MA Unggulan Nuris Jember. Salah satu siswa kelas XII B, Muhammad Hilmy Ash-Shiddiqi, berhasil menunjukkan semangat luar biasa dalam menempuh perjalanan belajar kitab di lingkungan pesantren. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kesungguhan dan tekad kuat mampu membantu seseorang terus berkembang dalam menuntut ilmu.
Siswa yang akrab disapa Hilmy ini berasal dari Mangli, Jember. Dikenal sebagai pribadi aktif dan penuh semangat, Hilmy memiliki hobi olahraga. Kegemarannya tersebut membentuk dirinya menjadi sosok yang disiplin, tangguh, dan terbiasa menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah.
Di balik kesehariannya sebagai pelajar dan santri, Hilmy memiliki cita-cita ingin menjadi seorang pengusaha. Impian tersebut menunjukkan bahwa dirinya memiliki semangat untuk meraih masa depan yang mandiri dan sukses melalui kerja keras serta usaha yang sungguh-sungguh.
Selama belajar di MA Unggulan Nuris Jember dan lingkungan pesantren, Hilmy berhasil menuntaskan beberapa kitab penting, yaitu 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah.
(Baca juga : Reyzaldi XII Agama 2 MA Unggulan Nuris, Santri Pecinta Bola Ini Berhasil Tuntaskan 11 Kitab di Tengah Kesibukan)
Kitab-kitab tersebut menjadi dasar penting dalam membentuk pemahaman agama dan akhlak seorang santri. Kitab 101 Hadis memberikan pelajaran tentang akhlak dan tuntunan hidup, Ta’limul Muta’allim mengajarkan adab dalam mencari ilmu, sedangkan Safinatun Najah menjadi dasar penting dalam memahami fikih dan ibadah sehari-hari.
Dalam perjalanan mengkhatamkan kitab, Hilmy mengaku mengalami sedikit kesulitan saat membaca kitab karena masih kurang memahami isi dan cara membacanya. Tantangan tersebut menjadi hal yang cukup wajar dalam proses belajar kitab kuning yang memang membutuhkan ketekunan dan latihan terus-menerus.
Namun, Hilmy tidak menjadikan kesulitan tersebut sebagai alasan untuk menyerah. Ia terus berusaha belajar dan memperbaiki kemampuannya sedikit demi sedikit agar semakin memahami materi yang dipelajari.
Menurut Hilmy, seseorang tidak boleh pantang menyerah dalam belajar kitab. Baginya, mempelajari kitab sangat penting agar memahami hukum-hukum agama dan tidak mudah tersesat dalam menjalani kehidupan.
Motivasi tersebut menunjukkan bahwa Hilmy memiliki kesadaran yang baik tentang pentingnya ilmu agama sebagai pedoman hidup. Ia memahami bahwa belajar agama bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi juga untuk membentuk arah hidup yang benar.
Keberhasilan Hilmy dalam menyelesaikan pembelajaran kitab menjadi bukti bahwa setiap proses belajar membutuhkan kesabaran dan kemauan untuk terus berkembang. Meskipun belum merasa sempurna, ia tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Harapan terbesar Hilmy adalah semoga ke depannya dirinya bisa lebih paham, lebih disiplin, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Harapan tersebut menunjukkan semangatnya untuk terus memperbaiki diri dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih.
Muhammad Hilmy Ash-Shiddiqi menjadi inspirasi bahwa perjalanan menuntut ilmu memang tidak selalu mudah. Terkadang ada kesulitan memahami materi, rasa lelah, dan tantangan lainnya. Namun, dengan semangat belajar dan kemauan untuk terus mencoba, semua tantangan tersebut dapat dilalui.
Semoga perjalanan Hilmy mampu memotivasi para pelajar lainnya untuk terus semangat belajar kitab, mencintai ilmu agama, menjaga kedisiplinan, dan tidak mudah menyerah dalam meraih masa depan yang lebih baik. Sebab ilmu yang dipelajari dengan sungguh-sungguh akan menjadi bekal berharga sepanjang kehidupan. [LA.Red]
Nama : Muhammad Hilmy Ash-Shiddiqi
Alamat : Mangli, Jember
Hobi : Olahraga
Cita2 : Pengusaha
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII B
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
