Bermodal Dispilin dan Motivasi Berprestasi setelah Raih Medali Bidang PAI, Kali ini Jajal Bidang Bahasa Inggris
Pesantren Nuris – Meski padatnya pembelajaran di kelas formal dan pesantren, Rizka Nur Alifah cerdas memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kompetensi hingga berprestasi. Setelah sebelumnya berhasil meraih medali perak bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), kali ini ia menggondol medali perak ajang Olimpiade Bahasa Inggris Hari Kartini 2026 Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Alberta Nusa Education pada tanggal 26 April 2026 lalu.
Prestasi demi prestasi yang diraih oleh santriwati cerdas yang duduk di kelas X B ini tak lepas dari semangat juang dan disiplin yang ditanamkannya sejak belajar di MA Unggulan Nuris. Kesempatan belajar di madrasah sejuta prestasi ia manfaatkan untuk mengasah DNA Juara dan mengembangkan potensi diri di bidang akademik.
“Alhamdulillah saat ini mencoba berkompetisi di bidang bahasa Inggris setelah Maret 2026 lalu saya berhasil meraih medali perak bidang PAI. Semua berkat bimbingan para guru dan dukungan MA Unggulan Nuris yang memberikan ruang untuk berkreasi seluas-luasnya untuk berprestasi.” Tukas Rizka, sapaan akrabnya.
(baca juga: Santri Genius MA Unggulan Nuris Raih Medali Perunggu Olimpiade Saintek di UNAIR Surabaya)
Bagi gadis asal Rambipuji, Jember ini, bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran favoritnya. Apalagi pembelajaran di MA Unggulan Nuris sangat menyenangkan dengan guru yang seru dan pandai menyampaikan pelajaran dengan baik. Dari situ, ia pun bergegas untuk menguji kompetensi dirinya untuk bersainh ketat di tingkat nasional.
“Setelah mengerjakan dan tahu hasilnya meraih medali perak, saya jadi semakin penasaran dan ingin terus mengoreksi kesalahan saya. Waktu pengerjaannya memang terbatas dari lebih dari 40 soal multiple choice. Ke depan saya harus lebih fokus, dan cermat lagi apalagi saya ingin seperti kak Fauzan yang bisa menembus skor TOEFL 600.” Imbuhnya.
Dikenal sebagai pelajar yang tekun dan penuh semangat di kelas, mental ini yang membuat remaja kelahiran Desember 2009 ini percaya diri mengikuti lomba di kancah nasional. Baginya belajar di pesantren yang cukup padat menjadi persiapan yang matang baginya mengikuti lomba meski tanpa harus pembinaan intensif sekali pun.
Latifah Muzayyana, selaku Wakil Kepala MA Unggulan Nuris mengapresiasi capaian prestasi anak didiknya. “Selamat dan sukses kami sampaikan ke ananda Rizka, kami pasti bangga atas semangat dan perjuangan semua anak didik kami dalam meraih prestasi. Kami juga mendukung talenta dan minat siswa melalui ekstrakurikuler yang diprogram secara khusus terintegrasi dengan pendidikan formal dan pesantren sehingga mampu membidik santri atau siswa berprestasi cemerlang. Semoga ke depan lebih banyak lagi piala dan medalinya.”[AF.Red]
