Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Santri Pedia 2026, Prestasi Nasional Kebanggaan Santri MA Unggulan Nuris

Di Pesantren Nuris Jember, Kesempatan Mengembangkan Talenta dan Raih Prestasi Membanggakan

Pesantren Nuris – Naila Lubna Alya Muhbita bukan sekadar santri biasa. Pasalnya, selain dikenal berotak cemerlang, ia juga bertalenta di berbagai bidang dengan segudang prestasi. Nyantri dan belajar di MA Unggulan Nuris memberikan kesempatan yang proporsional untuk pengembangan diri hingga berprestasi di kancah nasional.

Tepat pada 03 Mei 2026 kemarin, santri yang duduk di kelas XI A MA Unggulan Nuris tersebut mampu meraih medali emas Olimpiade Nahwu Sharraf (ONS) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Santri Pedia secara daring.

“Alhamdulillah saya senang dan bangga bisa turut serta dalam Olimpiade Nahwu Sharraf dan meraih medali emas. Di sela kegiatan PAM di luar Pesantren Nuris, saya dan teman-teman masih bisa menyempatkan waktu untuk mengasah kemampuan kami dalam materi gramatika bahasa Arab ini.” Tukas Naila, sapaan akrabnya.

Sedari bangku MTs Unggulan Nuris, santriwati cantik asal Wonosari, Puger, Jember ini memang dikenal penuh semangat dalam belajar. Ia tak hanya sekadar peraih peringkat terbaik di kelas, tetapi juga sukses meraih juara 2 lomba MQK (Musabaqah Qiroatil Kutub) Safinantun Najah se-Jember.

(baca juga: MA Unggulan Nuris Bukukan Prestasi Gemilang, Terbanyak Lolos SPAN-PTKIN dan Top Five SNBP 2026)

Tak hanya pandai membaca kitab, Naila juga pernah menjuarai ajang menulis cerpen se-Jember hingga juara harapan 1 membaca puisi. Kecakapannya dalam akademik dan keterampilan semakin komplet sebab ia dikenal sebagai pengurus harian Organisasi Siswa Intramadrasah (OSIM). Kemampuannya dalam public speaking dan leadership semakin terasah sebab ia juga dikenal aktif di ekskul jurnalistik dan media MA Unggulan Nuris.

Selama di MA Unggulan Nuris, ia juga kerap meraih juara MHN (Musabaqah Hifdzun Nazam) Alfiyah se-Pesantren Nuris Jember. Hingga saat ini, Naila sudah mampu menghafalkan sekitar 800 bait nazam Alfiyah. Ia menargetkan menghatamkan nazam Alfiyah tersebut 1002 bait sebelum tamat dari lembaga yang dipimpin oleh Ning Balqis Al Humairo tersebut.

Di masa depan, gadis kelahiran Mei 2008 ini berharap dapat menggapai impiannya menjadi seorang edupreneur. Baginya, menjadi seorang guru adalah pengabdian dan passion dalam sanubari yang sekaligus mendapat dukungan orang tua. Sementara bisnis atau usahawan adalah mimpi lain yang akan dikembangkannya dan tetap berkaitan dengan kemampuan edukasi baik secara digital maupun konvensional.[AF.Red]

Related Post