Di Balik Keceriaannya, Tri Dina Simpan Semangat Besar Menuntut Ilmu
Pesantren Nuris – Perjalanan menuntut ilmu di pesantren selalu menyimpan cerita yang berkesan bagi setiap santri. Bagi Tri Dina Agustin, masa belajar di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember menjadi salah satu fase penting yang membentuk karakter sekaligus memperkaya keilmuannya. Siswi kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember asal Kalibaru, Banyuwangi, ini berhasil menamatkan tiga kitab kuning selama menempuh pendidikan di pesantren.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan bagi Dina menjelang kelulusannya. Di tengah kesibukan mengikuti pembelajaran sekolah dan berbagai aktivitas pesantren, ia mampu menunjukkan konsistensi dalam mengikuti kajian kitab hingga berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran dengan baik.
Dina dikenal sebagai sosok yang rajin dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Meskipun berasal dari luar kota dan harus tinggal jauh dari keluarga, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus belajar dan berkembang. Sebaliknya, pengalaman hidup di pesantren justru membuatnya semakin mandiri dan terbiasa menghadapi berbagai tantangan.
Selain dikenal rajin, Dina juga memiliki kepribadian yang ceria. Senyum ramahnya kerap membuat suasana di sekitarnya terasa lebih hangat. Teman-temannya mengenal Dina sebagai pribadi yang mudah bergaul dan mampu menyebarkan energi positif kepada orang lain.
(Baca juga : Di Balik Wibawa Ketua OSIS Putri SMK Nuris, Dona Felisa Juga Selesaikan 3 Kitab Kuning Sebelum Lulus)
Di balik keceriaannya, Dina menyimpan ketekunan yang luar biasa dalam belajar kitab kuning. Selama mondok di Pesantren Nuris, ia mengikuti berbagai pembelajaran kitab yang menjadi bagian penting dari pendidikan santri. Baginya, mempelajari kitab kuning bukan hanya tentang menyelesaikan target pembelajaran, melainkan juga memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.
Proses tersebut tentu tidak selalu berjalan mudah. Ada banyak materi yang harus dipelajari, dipahami, dan diulang kembali agar benar-benar melekat dalam ingatan. Namun, Dina memilih untuk menikmati setiap proses yang dijalani. Ketelatenannya itulah yang akhirnya membawanya pada keberhasilan menamatkan tiga kitab kuning sebelum lulus. Ketiga kitab tersebut adalah 101 Hadis, Safinatunnajah, dan Ta’lim Muta’allim.
Para guru menilai Dina sebagai siswa yang memiliki semangat belajar yang stabil. Ia tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dan selalu berusaha menyelesaikan setiap tanggung jawab dengan baik. Karakter tersebut menjadi salah satu modal penting yang membantunya meraih berbagai pencapaian selama belajar di pesantren.
Saat ditemui usai prosesi wisuda kitab, Dina membagikan pandangannya tentang perjalanan belajar yang telah ia lalui selama beberapa tahun terakhir.
“Saya belajar bahwa tumbuh itu tidak selalu terlihat setiap hari. Kadang kita merasa biasa-biasa saja, bahkan merasa tertinggal. Tapi kalau terus belajar dan tidak berhenti berproses, suatu hari kita akan sadar bahwa diri kita sudah berjalan sangat jauh dari titik awal,” ungkapnya.
Keberhasilan Tri Dina Agustin menamatkan tiga kitab kuning menjadi bukti bahwa ketekunan dan kesabaran mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan. Prestasinya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri lain untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu.
Bagi Dina, tiga kitab yang berhasil ditamatkan bukan sekadar daftar capaian akademik di pesantren. Lebih dari itu, ketiga kitab tersebut menjadi saksi perjalanan panjangnya dalam belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. (MFAF.Red)
Nama : Tri Dina Agustin
Kelas : XII TKJ
Alamat : Kalibaru, Banyuwangi
Hobi : membaca
Cita-cita : ahli teknologi
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
