Menjaga hafalan sambil mengejar cita-cita di dunia psikologi
Pesantren Nuris — M. Taufiqur R merupakan salah satu siswa kelas XII D di MA Unggulan Nuris Jember yang memiliki semangat besar dalam mendalami dan menjaga hafalan Al-Qur’an. Sebagai santri tahfidz dengan paket hafalan 10 juz, Taufiq menunjukkan bahwa proses menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang kemampuan mengingat ayat, tetapi juga tentang perjuangan membentuk karakter, menjaga istiqomah, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.
Putra dari pasangan Bapak Fathur Rohman dan Ibu Widatur Rohman ini dikenal sebagai pribadi yang santai, sederhana, dan mudah bergaul. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar dan santri, Taufiq tetap menyempatkan diri menikmati hobinya, yaitu jalan-jalan. Baginya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menyegarkan pikiran setelah menjalani rutinitas belajar dan murojaah hafalan.
Sebelum menempuh pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Taufiq mengenyam pendidikan di MTs Hidayatul Mubtadiin. Dari lingkungan pendidikan tersebut, kecintaannya terhadap Al-Qur’an mulai tumbuh hingga akhirnya memutuskan untuk serius menempuh jalur tahfidz.
Motivasi terbesar Taufiq dalam menghafal Al-Qur’an adalah keinginannya untuk menjadi insan yang bermanfaat bagi banyak orang. Ia ingin mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan ilmu Al-Qur’an agar apa yang dipelajarinya tidak hanya berhenti untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
(Baca juga : Hafal 15 Juz Tapi Tetap Suka Naik Gunung, Luay Siswa MA Unggulan Nuris Bikin Salut)
Dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an, Taufiq mengaku menghadapi tantangan yang tidak mudah. Salah satu kesulitan terbesar yang sering ia alami adalah rasa malas ketika murojaah dan kondisi hati yang terkadang tidak mood saat menghafal. Menurutnya, menjaga semangat dalam proses tahfidz memang membutuhkan perjuangan besar karena kondisi hati seseorang tidak selalu stabil setiap hari.
Meski demikian, Taufiq terus berusaha melawan rasa malas tersebut dengan membangun kebiasaan menghafal secara konsisten. Ia menyadari bahwa seorang penghafal Al-Qur’an harus mampu melatih dirinya untuk tetap disiplin meskipun dalam keadaan lelah atau kurang semangat.
Metode hafalan yang digunakan Taufiq adalah mengulang-ulang ayat sambil membayangkan arti dari ayat tersebut. Cara ini membuatnya lebih mudah memahami isi Al-Qur’an sekaligus membantu hafalan lebih melekat dalam ingatan. Menurutnya, memahami makna ayat menjadi salah satu kunci agar hafalan tidak terasa sekadar mengingat teks, tetapi juga memahami pesan yang terkandung di dalamnya.
Proses tersebut tentu membutuhkan waktu dan kesabaran. Tidak jarang Taufiq harus membaca ayat berkali-kali hingga benar-benar hafal dan memahami maknanya. Namun, ia percaya bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang baik.
Salah satu pengalaman paling berkesan selama menjalani proses tahfidz adalah ketika dirinya mendapat semangat dari seorang ustadz yang dikenal pendiam dan tegas. Dukungan tersebut menjadi momen yang sangat membekas baginya karena ia merasa diperhatikan dan dimotivasi untuk terus semangat menjaga hafalan.
Bagi Taufiq, dukungan dari guru memiliki pengaruh besar dalam perjalanan seorang santri. Kata-kata sederhana dari seorang ustadz mampu menjadi penyemangat yang membuatnya kembali yakin untuk terus melangkah dan memperbaiki diri.
Ke depan, Taufiq memiliki harapan besar agar dirinya dapat terus istiqomah dalam murojaah, memahami isi Al-Qur’an, mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta mengajarkannya kepada orang lain. Ia ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang selalu membersamai langkahnya.
Selain memiliki semangat besar dalam dunia tahfidz, Taufiq juga mempunyai cita-cita melanjutkan kuliah di universitas mana pun selama bisa masuk Fakultas Psikologi. Ia bercita-cita menjadi seorang psikolog agar dapat membantu banyak orang memahami dan menyelesaikan masalah kehidupan yang mereka hadapi.
Pilihan cita-cita tersebut menunjukkan kepedulian Taufiq terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Ia ingin menjadi pribadi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu membantu orang lain secara emosional dan mental.
Dalam pesan motivasinya, Taufiq mengajak semua orang untuk selalu berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya. Menurutnya, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberikan manfaat bagi orang lain. Pesan tersebut menjadi gambaran tentang prinsip hidup yang terus ia pegang hingga saat ini.
M. Taufiqur R menjadi inspirasi bagi banyak pelajar dan santri bahwa perjalanan menghafal Al-Qur’an tidak selalu mudah, tetapi akan terasa indah jika dijalani dengan niat yang tulus dan semangat yang kuat. Setiap tantangan yang dihadapi merupakan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Perjalanan Taufiq juga menunjukkan bahwa seorang santri dapat memiliki mimpi besar di berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam hidupnya. Dengan semangat belajar, istiqomah, dan keinginan untuk bermanfaat bagi sesama, Taufiq telah menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi pribadi yang inspiratif dan penuh harapan.
Semoga langkah M. Taufiqur R dalam menjaga hafalan Al-Qur’an terus diberikan kemudahan dan keberkahan. Dengan semangat dan tekad yang dimilikinya, ia diharapkan mampu mewujudkan cita-cita serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan masa depan bangsa. [LA.Red]
Nama : M. Taufiqur R
Hobi : Jalan-jalan
Cita2 : Psikolog
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII D
Prestasi : Khatam 10 Juz
