Bangun Mentalitas Tangguh Lewat Bait-Bait Nahwu: Kisah Inspiratif Sultan, Santri Kelas 8D MTs Unggulan Nuris Tuntaskan Kitab Imrity
Pesantren Nuris – MTs Unggulan Nuris Jember kembali mengukuhkan reputasinya sebagai rahim bagi para santri berprestasi dalam penguasaan kitab kuning. Kali ini, prestasi gemilang dipersembahkan oleh Sultan Ahmad Zaidan Mubarok, seorang santri muda yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menuntaskan kurikulum kepesantrenan. Siswa yang kini duduk di bangku kelas 8D sekaligus kelas 2A Ula tersebut dinyatakan lulus dalam setoran hafalan kitab Nadhom Imrity secara sempurna.
Remaja yang akrab disapa Sultan ini berhasil merampungkan hafalan sebanyak 254 bait di hadapan para ustadz penguji. Pencapaian ini merupakan buah dari disiplin tinggi dan kerja keras yang ia tunjukkan selama menempuh pendidikan. Bagi Sultan, menghafal kitab nahwu tingkat lanjut seperti Imrity memerlukan fokus ekstra, namun ia berhasil membuktikan bahwa tantangan tersebut dapat dilampaui dengan ketekunan yang konsisten.
Sultan merupakan santri yang berasal dari wilayah Pagah, Jember. Menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Nuris Jember membuatnya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kebanggaan bagi orang tua dan lingkungan asalnya. Prestasi ini ia persembahkan sebagai bukti baktinya, menunjukkan bahwa dukungan keluarga dari Pagah menjadi suntikan semangat utama dalam setiap bait yang ia hafalkan.
Salah satu kunci sukses Sultan dalam menaklukkan 254 bait syair tersebut adalah kegemarannya dalam membaca. Hobi membaca yang ia tekuni sejak dini telah membentuk daya ingat yang kuat serta kemampuan kognitif yang tajam. Dengan terbiasa bergelut dengan teks literasi, Sultan menjadi lebih mudah memahami struktur kalimat dan kaidah bahasa Arab yang terkandung dalam Nadhom Imrity, sehingga hafalannya tidak hanya sekadar ucapan, tetapi juga pemahaman.
Di balik ketangkasannya menguasai ilmu alat, Sultan memiliki visi masa depan yang sangat jelas. Ia bercita-cita ingin menjadi seorang pengusaha sukses. Baginya, belajar di pesantren adalah kawah candradimuka untuk melatih mentalitas tangguh. Sultan meyakini bahwa nilai-nilai kedisiplinan dan manajemen waktu yang ia pelajari saat menghafal kitab akan menjadi fondasi yang sangat kokoh dalam membangun imperium bisnisnya di masa depan.
Pihak lembaga MTs Unggulan Nuris memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang diraih oleh siswa kelas 8D ini. Para guru menilai bahwa Sultan adalah sosok santri yang mampu merepresentasikan keseimbangan antara hobi positif dan kewajiban akademik. Prestasi hafalan 254 bait Nadhom Imrity ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi santri lainnya, terutama di kelas 2A Ula, untuk terus mendalami khazanah literasi Islam klasik.
Kini, dengan tuntasnya tugas hafalan tersebut, Sultan Ahmad Zaidan Mubarok semakin siap menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan kepercayaan diri yang mantap. Meskipun mimpinya adalah menjadi seorang pengusaha besar, identitas diri sebagai santri yang religius dan berwawasan luas akan tetap menjadi ciri khasnya. Perjalanan Sultan untuk menaklukkan dunia usaha kini telah dimulai dengan bekal prestasi yang sangat membanggakan dari almamaternya. [MIA.Red]
Nama : Sultan Ahmad Zaidan Mubarok
Alamat : Pagah Jember
Hobi : Membaca
Kelas : 2A Ula / 8D
Lembaga : MTs Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Hafal Nadhom Imrity 254 Bait
