Di Bangku Kuliah Dapatkan Banyak Pengalaman dan Yakin Santri Bisa Berkontribusi untuk Negara
Pesantren Nuris – Kuliah bukan sekadar formalitas dan asal dapat ijazah belaka. Bagi Rais Rasyid, kesempatan studi sarjana menjadi kesempatan menempa diri baik secara keilmuan maupun kesadaran akan tanggung jawab dan kontribusi bagi lingkungan sekitar hingga bangsa dan negara. Dari sini idealismenya tumbuh hingga membentuk kepribadian yang kuat dalam payung kesantrian.
Kuliah di UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember menjadi ruang bagi alumni MTs dan MA Unggulan Nuris ini berdialektika. Banyak buku dan diskusi telah dilakoninya baik bersama dosen pengajar hingga teman sesama mahasiswa. Berpikir logis, analitis, dan kritis tumbuh berkembang dalam dirinya hingga memiliki pandangan luas tentang penyelesaian problematika kekinian.
(baca juga: Santri Berprestasi Internasional Berkat Inovasi dan Kreativitas, Alumni MA Unggulan Nuris ini Kece Abis)
“Di era disrupsi teknologi, moralitas manusia pun ikut tergerus, seakan-akan tiada batasan dalam berperilaku. Dengan pengalaman hidup di dunia pesantren, tahu rasanya melihat kehidupan sebebas dunia luar pesantren. Dari sinilah saya berharap andil dalam menyeimbangkan realitas kehidupan sosial dan agama.” Ujar santri cerdas asal Bondowoso, Jawa Timur ini.
Kuliah pada program studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT) di UIN KHAS Jember menjadi pilihan yang tepat bagi Rais. Pasalnya, dalam prodi ini bukan sekadar soal mengaji Al Qur’an saja, tetapi bagaimana menerapkan pengetahuan agama dalam dunia praktis dan dapat dicerna oleh khalayak umum. Rais berkeyakinan bahwa ilmu itu harus direalitaskan bukan melekat di kepala saja.
Meski kurang lebih 6 tahun nyantri, sama sekali tak membuat santri kelahiran Februari 2004 ini minder saat melakoni perkuliahan. Kesempatan positif harus dimaksimalkan dengan usaha dan keyakinan adalah prinsip Rais. Tak dinyana, perlombaan debat di internal kampus pun dilakukan dengan sepenuh hati. Meski dengan waktu persiapan yang cukup terbatas, ia bersama teman seangkatannya mampu menembus panggung final hingga juara pertama.
(baca juga: Izza Nur Layla, Alumni MA Unggulan Nuris Peraih Beasiswa Internasional, Kini Kembangkan Pesantren Skill di 3 Kota)
“Pengalaman menang lomba debat ini sangat mengesankan. Bukan soal juaranya saja, tetapi saat kami belajar, bekerja sama, kritis dalam menelaah mosi, dan mempersiapkan argumen terbaik disertai dengan data dan fakta yang lengkap menjadi suatu hal yang berharga. Santri harus siap menghadapi tantangan dan pro aktif dalam penuntasan masalah bangsa dan negara.” Tambahnya.
“Ke depan saya berharap agar dapat mengabdi di masyarakat bahkan dapat melanjutkan kuliah hingga strata tiga sekalipun. Memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan sebab pendidikan bukan soal kekayaan materi, tetapi kesadaran untuk melakukan sesuatu yang terbaik dan berdampak.” Tutupnya.[AF.Red]
Nama : Rais Rasyid
Alamat : Bondowoso
Lembaga : MTs Unggulan Nuris tahun 2019; MA Unggulan Nuris Jurusan PK 2 tahun 2022
Kuliah : S-1 IAT UIN KHAS Jember
