Juarai LKTI Moderasi Beragama 2026 Tingkat Provinsi, Geliat Prestasi Santri MA Unggulan Nuris Bidang Literasi

Melalui Ekstrakurikuler Riset Keagamaan dan Jurnalistik, Cetak Generasi Kreatif, Inovatif,  dan Berprestasi

Pesantren Nuris – Jelang tahun pelajaran 2026/2027 yang semakin dekat, MA Unggulan Nuris semakin melambung tinggi dengan capaian prestasi demi prestasi membanggakan. Tak terkecuali dengan torehan prestasi santri MA Unggulan Nuris dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Moderasi Beragama 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh LP2M UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember pada 23 Juni 2026 kemarin.

Tim LKTI MA Unggulan Nuris beranggotakan Moch. Rafa Alfayyaz (kelas X A); Shabrina Dzuka’adin Rasyah (kelas XI C); dan Iftitah Najah (kelas XI D) berhasil memenangi ajang provinsi tersebut dengan manyabet juara 3. Melalui karya ilmiah berjudul “Menanamkan Sifat Tawassuth: Peran Pembelajaran Kitab Figh Tradisionalis dalam Menangkal Paham Radikalisme dan Intoleransi di Pesantren Nurul Islam Jember”, mereka melewati babak demi babak dan menyisihkan puluhan karya terbaik lainnya.

Pada babak pertama, Rafa dkk. mengirim karya ilmiah tersebut melalui email panitia LP2M UIN KHAS Jember. Setelah menunggu kurang lebih sepekan, pengumuman 10 karya terbaik diluncurkan dan diundang untuk mempresentasikan hasil riset secara langsung di hadapan para juri. Menjadi sebuah kehormatan, karya ilmiah santri MA Unggulan Nuris menjadi salah satu yang terpanggil untuk presentasi.

(baca juga: Penampilan Epik Vidic dari Bandung Bondowoso hingga Juara 2 di Panggung Nasional)

“Butuh waktu hampir satu bulan dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Ide awalnya karena memang kami banyak belajar tentang tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah terutama dari bukunya Kiai Muhyiddin yang berjudul Fiqh Tradisionalis. Nah, kebetulan tema LKTI ini sesuai, jadi kami bergegas melakukan riset meski hanya studi literatur.” Ungkap Rafa.

Penggalian ide, penulisan, hingga revisi penulisan karya ilmiah ini terbilang tak instan dan mudah. Pasalnya, mereka berbagi tugas untuk menggali informasi dan mengembangkan ide secara aktual dan faktual. Melalui ekstrakurikuler riset keagamaan atau karya ilmiah bidang keagamaan dan jurnalistik, mereka belajar mengelola ide menjadi karya ilmiah yang inovatif.

Iftitah yang hobi menulis dengan imajinasinya yang atraktif serta kemampuannya dalam menghafal dan mengkaji Al Qur’an turut andil dalam penggarapan karya ilmiah tersebut. Ditambah lagi dengan keunggulan Shabrina dalam kepenulisan dan kebahasaan sebab keaktifannya dalam dunia jurnalis semakin membentuk karya ilmiah semakin berbobot.

(baca juga: Santri Zaman Now Raih Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Dong, Amelia Bikin Bangga MA Unggulan Nuris)

Dengan berdiskusi dan menulis secara bertahap, akhirnya karya tulis ini siap dilombakan. Meski sempat dihantui rasa kurang puas dengan riset dan waktu yang tersedia, ternyata karya ilmiah mereka masuk nominasi yang diundang di babak final. Mereka pun bergegas menyiapkan bahan presentasi dengan bimbingan Kak Emil selaku pembina ekskul riset keagamaan tersebut.

Rafa dkk. melakukan presentasi yang gemilang untuk meyakinkan bahwa hasil riset mereka implementatif bagi generasi santri kekinian secara khusus dalam membentuk mental antiradikalisme dan intoleransi di pesantren. Buku karya Syaikhul Ma’had Pesantren Nuris Jember tersebut bukan sekadar bahan ajar belaka, tetapi memiliki makna holistik dalam membangun mental positif.

Saat pengumuman, karya ilmiah Rafa dkk. dinobatkan sebagai pemenang ke-3. Mereka pun berhak mendapatkan piala juara 3, medali pemenang, dan uang pembinaan sebesar Rp750.000,00. Prestasi ini menandai geliat prestasi santri di bidang literasi bukan main-main. MA Unggulan Nuris sebelumnya pernah dinobatkan sebagai madrasah riset karena banyak karya inovasi lahir dari lembaga yang dipimpin oleh Ning Balqis Al Humairo tersebut baik karya fiksi maupun nonfiksi.[AF.Red]

Related Post