Kisah Syahdu Siswi Kelas IX I Menembus Batas Dingin Sepertiga Malam Demi Hadiahkan Mahkota Surga Bagi Kedua Orang Tua
Pesantren Nuris – Menempuh pendidikan di lingkungan pesantren senantiasa melahirkan kisah-kisah perjuangan yang menyentuh hati. Pada momentum apresiasi capaian Al-Qur’an akhir tahun ini, perhatian tertuju pada sosok Jeany Purwita Kurniawan. Siswi tangguh yang saat ini duduk di bangku kelas IX I MTs Unggulan Nuris Jember tersebut sukses mengukuhkan capaian spiritualnya secara gemilang melalui keberhasilan menghafal Al-Qur’an sebanyak 11 juz.
Remaja penuh semangat yang akrab disapa Jeany ini merupakan santriwati asal Dusun Manteng, Gayam Lor, Botolinggo, Bondowoso. Sebelum meniti karier pendidikan di pesantren, ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Prajekan Lor 1. Di kalangan rekan sejawatnya, siswi yang memiliki kegemaran berolahraga dan mendaki ini dikenal memiliki visi masa depan yang sangat dinamis, luas, dan berkarakter kuat. Sederet target tinggi telah ia pancangkan, mulai dari membidik Jurusan Kedokteran di Universitas Gadjah Mada (UGM) atau Universitas Brawijaya (UB), Ilmu Hukum, Teknik Sipil, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), hingga cita-cita mulia menjadi seorang dosen dan dokter.
Guna menaklukkan target 11 juz di tengah padatnya aktivitas madrasah, Jeany mengandalkan metode kognitif yang sistematis. Proses menghafalnya dilalui dengan cara membaca lembaran ayat secara cermat, menghafalkannya secara fokus, baru kemudian mengingatnya (baca, hafal, dan mengingat). Melalui metode ini, Jeany merajut sebuah memori spiritual yang paling berkesan dan syahdu selama di pesantren. Ia berhasil mengukir momen magis saat mampu menghafal 3 kaca (halaman) sekaligus dengan khusyuk di keheningan sepertiga malam.
Kendati mampu melewati momen-momen spiritual yang indah, grafik perjuangan Jeany tidak sepi dari tantangan. Ia mengakui bahwa ujian terberat bagi seorang penghafal Al-Qur’an adalah urusan konsistensi dan ingatan jangka panjang. “Kesulitan terbesar yang saya hadapi selama proses menghafal adalah saat melakukan murajaah atau ketika harus mengingat kembali hafalan-hafalan yang sudah dihafalkan sebelumnya,” ungkapnya secara jujur.
Namun, rasa lelah dan kesulitan tersebut seketika runtuh ketika ia mengingat kembali alasan utamanya mendekap kitab suci. Motivasi terbesar yang membakar semangat Jeany adalah cinta yang mendalam kepada keluarga. Ia bertekad kuat ingin membawa kedua orang tuanya menuju surga, serta memendam mimpi mulia untuk dapat memahkotai ayah dan ibunya dengan mahkota kemuliaan di akhirat kelak.
Menjelang akhir masa studinya di jenjang ini, Jeany menitipkan kesan tulus sekaligus pesan yang penuh dengan untaian doa kebaikan. “Semoga bisa menjadi hafidz/hafidzah yang mutqin, dan selalu menjadi yang terbaik,” tuturnya penuh harap. Untaian kata tersebut selaras dengan harapan tunggal yang ia gantungkan setelah resmi menyelesaikan seluruh target hafalannya nanti, yaitu ingin menjadi seorang penghafal Al-Qur’an yang mutqin (kuat dan melekat hafalannya) baik secara lisan maupun tindakan di kehidupan sehari-hari. [SM.Red]
Nama Lengkap : Jeany Purwita Kurniawan
Alamat Asal. : Botolinggo, Bondowoso
Lembaga & Kelas : MTs Unggulan Nuris Jember, Kelas IX I
Cita-Cita Karier : Dokter, Dosen,
Prestasi : Tahfizh 11 Juz
