Minda Tak Menyerah Saat Hadapi Tantangan
Pesantren Nuris – Setiap santri memiliki cerita perjuangannya masing-masing. Ada yang menempuh perjalanan dengan penuh tantangan, ada pula yang menjalaninya dengan kesabaran dan ketekunan yang konsisten. Salah satu kisah inspiratif itu datang dari Mindaasun Nadaa, siswi kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember yang berhasil mengkhatamkan tiga kitab kuning selama masa pendidikannya di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Kitab-kitab tersebut adalah Safinatunnajah, 101 Hadis, dan Ta’lim Muta’allim.
Siswi asal Arjasa, Jember, ini dikenal sebagai pribadi yang tidak banyak bicara. Namun, di balik sikapnya yang kalem, Minda memiliki karakter yang ceria dan mudah bergaul dengan teman-temannya. Senyum dan sikap ramahnya membuat ia dikenal sebagai sosok yang menyenangkan di lingkungan sekolah maupun pesantren.
Keberhasilan mengkhatamkan tiga kitab kuning menjadi salah satu pencapaian yang paling berkesan dalam perjalanan belajarnya. Bagi Minda, proses mempelajari kitab kuning bukan sekadar menyelesaikan target pembelajaran, melainkan juga menjadi sarana untuk memperluas pemahaman tentang ilmu agama dan kehidupan.
Selama menjadi santri, Minda mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran kitab yang menjadi bagian dari tradisi pendidikan di Pesantren Nuris. Ia harus belajar memahami materi kitab, menyimak penjelasan guru, hingga mengulang kembali pelajaran agar benar-benar memahami isi yang dipelajari. Meski tidak selalu mudah, ia tetap berusaha menjalani setiap tahap dengan penuh kesungguhan.
(Baca juga : Tak Banyak Bicara, Ihsan Buktikan Siswa SMK Nuris Jember Bisa Tembus SNBT ke Prodi Teknik Komputer Polije)
Menurut para guru, Minda termasuk siswa yang tekun dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran. Ia mungkin tidak terlalu sering tampil di depan banyak orang, tetapi selalu menunjukkan keseriusannya saat belajar. Sikap tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia mampu menyelesaikan pembelajaran tiga kitab kuning dengan baik.
Menariknya, di luar aktivitas pesantren dan sekolah, Minda memiliki ketertarikan pada dunia entertainment. Ia menyukai berbagai hal yang berkaitan dengan industri hiburan, mulai dari tayangan kreatif hingga perkembangan dunia media. Ketertarikan tersebut membuatnya memiliki sudut pandang yang luas dalam melihat berbagai hal, termasuk pentingnya menyeimbangkan antara hobi dan kewajiban belajar.
Bagi Minda, pengalaman belajar kitab kuning memberikan banyak pelajaran berharga yang tidak hanya berkaitan dengan ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter. Ia belajar tentang kesabaran, kedisiplinan, dan pentingnya menghargai proses.
“Saya pernah berpikir bahwa keberhasilan itu harus selalu terlihat besar dan mengagumkan. Tapi ternyata, banyak perubahan baik justru lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang kali setiap hari. Mengaji, belajar, mengulang pelajaran, semuanya terlihat sederhana, tetapi dari situlah saya belajar bahwa proses yang konsisten sering kali lebih kuat daripada motivasi yang datang sesekali,” ungkapnya.
Keberhasilan Minda mengkhatamkan tiga kitab kuning menjadi bukti bahwa ketekunan tidak selalu harus ditunjukkan dengan banyak kata. Melalui kesabaran dan konsistensi yang dijalani setiap hari, ia berhasil mencapai salah satu target penting dalam perjalanan pendidikannya.
Prestasi yang diraih Mindaasun Nadaa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus semangat belajar dan menghargai setiap proses yang dijalani. Sebab, seperti yang telah ia buktikan, pencapaian besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. (MFAF.Red)
Nama : Mindaasun Nadaa
Kelas : XII TKJ
Alamat : Arjasa, Jember
Hobi : Menonton drama
Cita-cita : Pebisnis sukses
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
