Rela Datang Lebih Pagi untuk Latihan, Pesan Sang Juara Ini Sangat Menginspirasi
Pesantren Nuris – Hujan prestasi tampaknya masih membasahi halaman madrasah kita tercinta. Belum usai euforia kemenangan dari panggung lomba baca puisi yang ditorehkan oleh srikandi-srikandi cilik sebelumnya, kini angin kebanggaan kembali berhembus kencang. Semangat juang anak-anak MI Unggulan Nuris Jember dalam mengukir nama baik madrasah benar-benar tidak ada matinya.
Kali ini, panggung sorotan beralih pada sosok jagoan cilik dari ruang kelas 2A. Bintang lapangan kita ini bernama lengkap Aksara Semesta Muhammad. Di sela-sela keseruannya berlarian dan belajar di lingkungan madrasah, jagoan kecil ini lebih hangat dan akrab disapa dengan panggilan Aksa.
Meski usianya masih sangat belia, langkah kakinya sudah mampu menaklukkan panggung kompetisi yang cukup bergengsi. Tepat pada tanggal 20 hingga 21 Juni 2026 kemarin, Aksa dengan penuh rasa percaya diri maju mewakili madrasah dalam ajang Bhayangkara Student Competition Tingkat Se-Tapal Kuda.
Ajang unjuk gigi ini bukanlah perlombaan sembarangan. Acara yang diselenggarakan dengan sangat profesional oleh Yayasan Mitra Prestasi Indonesia ini bahkan mendapat rekomendasi langsung dari Kapolres Jember. Menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai penjuru daerah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi anak seumurannya.
(Baca juga : Raih Medali Emas dan Best Score! Jasmine Harumkan Nama MI Unggulan Nuris Jember!)
Namun, siapa sangka, di balik wajah lugunya, Aksa menyimpan kecerdasan yang luar biasa. Turun di cabang Lomba Olimpiade Bahasa Inggris Level 1, ia berhasil menyapu bersih setiap soal yang diujikan. Tidak tanggung-tanggung, Aksa sukses membawa pulang Medali Emas sekaligus menyabet gelar kehormatan Best Score dengan nilai yang sangat sempurna, yakni 100!
Meraih nilai tanpa cela di sebuah olimpiade tingkat daerah tentu membuat hati Aksa berbunga-bunga. Saat diajak berbincang mengenai kemenangannya, senyum manis tak lepas dari wajahnya. Ia mengaku perasaannya sangat campur aduk menjadi satu. “Sangat senang, bersyukur, dan termotivasi untuk terus belajar,” ungkap Aksa dengan nada bicaranya yang masih polos namun terdengar sangat dewasa.
Tentu saja, piala emas dan nilai seratus itu tidak jatuh begitu saja dari langit. Ada rentetan perjuangan panjang di balik layarnya. Aksa bercerita bahwa ia sudah mulai memanaskan mesin dan mempersiapkan diri sejak beberapa minggu sebelum hari perlombaan tiba. Hampir setiap hari ia menyisihkan waktu kurang lebih satu jam secara konsisten hanya untuk berlatih.
Pengorbanan waktu bermainnya pun patut diacungi jempol. Demi bisa membagi waktu antara kewajiban belajar di kelas dan persiapan olimpiade, Aksa merelakan waktu paginya. Ia rela bangun dan datang lebih pagi ke madrasah agar bisa mendapatkan bimbingan dan belajar materi bahasa Inggris tambahan bersama tutor perlombaan di madrasah.
Selain datang lebih pagi, Aksa juga sangat rajin menambah jam terbangnya di luar jam madrasah. Waktu luangnya di rumah banyak ia habiskan untuk berlatih memecahkan dan menjawab berbagai variasi soal bahasa Inggris tingkat olimpiade. Untungnya, dalam menjalani ritme belajar yang cukup padat itu, ia tidak pernah merasa sendirian.
Ada dua sosok pahlawan hebat yang selalu berdiri di belakangnya. Aksa menuturkan bahwa dukungan terbesar yang membuatnya kuat menjalani persiapan lomba ini datang dari dua orang spesial. “Yang paling banyak membantu dan mendukung itu guru tutor di madrasah sama Bunda di rumah,” ceritanya dengan mata yang berbinar-binar penuh rasa terima kasih.
Dari perjalanan panjangnya menaklukkan olimpiade ini, Aksa menemukan sebuah rumus jitu. Menurut jagoan kelas dua ini, kunci utama dari sebuah keberhasilan adalah kesabaran dan ketekunan. Tidak ada yang instan, semuanya butuh proses belajar yang berulang-ulang tanpa rasa bosan.
Sebagai penutup perbincangan, Aksa menitipkan sebuah pesan yang sangat menyentuh hati untuk seluruh teman-temannya di madrasah. “Intinya, belajar dengan tekun dan tak peduli hasil,” pesannya dengan mantap. Sebuah pengingat manis bahwa nilai sejati dari sebuah perlombaan bukanlah pada pialanya, melainkan pada proses belajar dan keberanian kita untuk mencoba.
Selamat untuk Aksara Semesta Muhammad atas pencapaian gemilangnya! Teruslah rajin belajar, asah terus kemampuan bahasamu, dan biarkan MI Unggulan Nuris Jember selalu bangga menjadi saksi dari lahirnya sang juara. Barakallah fiik, Nak! [FE.Red]
Nama : Aksara Semesta Muhammad
Kelas : 2A
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Medali Emas + Best Score Lomba Olimpiade Bahasa Inggris Level 1
Tingkat : Se Tapal Kuda
Ajang : Bhayangkara Student Competition
Tanggal : 20 – 21 Juni 2026
