Selami Narasi Sejarah Dunia dan Khazanah Klasik, Siswi MTs Unggulan Nuris Sitti Amelia Rahma Sukses Khatam 8 Kitab

Siasati Keterbatasan Waktu Belajar Hafalan di Asrama, Mutiara Asal Sukowono Ini Kejar Momentum Kelulusan Cepat Demi Bakti Keluarga

Pesantren Nuris – Penyelarasan antara wawasan literasi yang luas dan keteguhan memegang tradisi keilmuan pesantren menjadi modal krusial bagi santri modern dalam menyongsong karier di era global. Menjelang prosesi kelulusan tahun ajaran ini, ruang akademis madrasah kembali membagikan potret ketekunan dari lini kelas IX H. Sitti Amelia Rahma, seorang santriwati yang dikenal gemar mengeksplorasi ilmu pengetahuan, sukses menuntaskan seluruh rangkaian target hafalan kitab-kitab pilar kepesantrenan dengan hasil yang membanggakan.

Gadis cerdas berpikiran terbuka yang akrab dipanggil Amel ini memandang masa depannya dengan cita-cita yang anggun dan dinamis. Berasal dari kawasan Sukowono, Jember, siswi yang memiliki hobi membaca buku sejarah, sejarah Cina, serta bermain game ini menargetkan diri untuk berkarier di dunia penerbangan sebagai seorang Pramugari. Bagi Amel, kegemarannya mempelajari dinamika sejarah dunia melatihnya menjadi pribadi yang berwawasan global, sedangkan bekal akhlak dari pesantren akan menjadi jangkar kepribadiannya saat kelak terbang bertugas antarnegara.

Ketekunan Amel dalam menjaga tradisi literasi pesantren dibuktikannya lewat ketuntasan hafalan pada deretan kitab rujukan utama madrasah. Ia tercatat sukses mengkhatamkan materi dalam kitab Tarbiyatul Sibyan, Aqidatul Awam, Hidayatus Sibyan, Ta’lim Muta’allim, Safinatun Najah, Sulamul Safinah, 101 Hadist, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, serta kitab Alfiyah bab tauhid. Melalui disiplin belajar mandiri, ia berusaha menyerap sari pati hukum dan moralitas yang terkandung dalam lembar-lembar kitab klasik tersebut.

(Baca juga : Inspiratif! Abd. Wahab Fawaz Hasbullah, Santri MTs Unggulan Nuris Sukses Khatamkan 8 Kitab)

Kendati memiliki minat baca yang tinggi, ritme studi Amel di lingkungan asrama tidak lepas dari kerikil tantangan yang menguji daya tahannya. Ia mengungkapkan secara objektif mengenai kendala utama yang sempat menghambat kelancaran proses hafalannya. “Titik paling sulit bagi saya selama di asrama adalah pembagian waktu yang terasa sangat kurang untuk menghafal materi kitab yang padat, sehingga terkadang proses mengunci hafalan baru terasa agak terhambat,” akunya dengan jujur.

Namun, keterbatasan waktu tersebut berhasil ia taklukkan berkat adanya dorongan motivasi keluarga yang sangat kuat. Kerinduan mendalam dan rasa bakti kepada orang tua menjadi energi penggerak utama bagi Amel untuk segera menyelesaikan tugas akademikiknya. “Motivasi terbesar saya adalah ingin cepat menyelesaikan hafalan ini agar tidak mengecewakan kedua orang tua. Saya pengen cepat tuntas di rumah asrama (boyong) biar bisa segera berkumpul kembali dan bertemu dengan ayah dan bunda,” tuturnya penuh ketulusan.

Menutup lembaran studinya di jenjang tsanawiyah, Amel menaruh harapan progresif demi kemajuan almamater serta kenyamanan belajar adik-adik kelasnya kelak. Ia menitipkan pesan agar ke depannya pengurus dapat mengevaluasi sistem pembagian kelas, dengan berharap agar tidak ada lagi sistem pemisahan atau pembedaan perlakuan yang mencolok antara kelas ula (tinggi) dan kelas mubtadiat (dasar), karena semua santri memiliki hak belajar yang sama. Sembari bersyukur atas limpahan ilmu selama di Pesantren Nuris, ia berharap agar madrasah ini bertransformasi menjadi lembaga yang semakin maju, jaya, serta melahirkan banyak lulusan SMP yang kaya akan prestasi. {SM.RED}

 

Nama Lengkap   : Sitti Amelia Rahma 

Alamat Asal         : Sukowono, Jember

Lembaga              : MTs Unggulan Nuris Jember (Kelas IX H)

Prestasi               : Khatam 8 kitab (Tarbiyatul Sibyan, Aqidatul Awam, Hidayatus Sibyan, Ta’lim Muta’allim, Safinatun Najah, Sulamul Safinah, 101 Hadist, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, dan kitab Alfiyah bagian tauhid)

Related Post