Tak Hanya Aktif di OSIS, Agil Kini Resmi Jadi Peraih Medali OSTN Nasional
Pesantren Nuris – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan berbahasa menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting. Tidak cukup hanya mampu berbicara atau menulis, seseorang juga dituntut berpikir kritis, memahami makna, serta menyampaikan gagasan secara runtut. Kemampuan itulah yang berhasil dibuktikan oleh M. Ananda Agil Saputra, siswa kelas X TKJ B SMK Nuris Jember asal Candijati, Arjasa, Jember, melalui raihan medali perunggu bidang Bahasa Indonesia dalam ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasional (OSTN) yang diselenggarakan oleh Sentral Olimpiade pada April 2026 lalu.
Bagi Agil, Bahasa Indonesia bukan sekadar mata pelajaran yang dipelajari di ruang kelas. Ia memandang bahasa sebagai alat untuk memahami dunia. Setiap bacaan menghadirkan sudut pandang baru, sedangkan setiap tulisan melatih seseorang menyampaikan ide secara logis dan meyakinkan. Cara berpikir itulah yang membuatnya tertarik mendalami bidang Bahasa Indonesia hingga berani mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Perjalanan menuju OSTN tidak berlangsung singkat. Agil mengisi hari-harinya dengan membaca beragam teks, mulai dari artikel ilmiah populer, berita, hingga karya sastra. Ia juga terbiasa mengerjakan soal-soal olimpiade yang menuntut kemampuan menganalisis isi bacaan, memahami kaidah kebahasaan, serta menginterpretasikan makna tersirat dalam sebuah teks.
Ketekunan tersebut semakin terasah karena Agil aktif mengikuti ekstrakurikuler Jurnalistik SMK Nuris Jember. Melalui kegiatan itu, ia belajar menyusun berita, melakukan wawancara, memilih diksi yang tepat, hingga memahami pentingnya menyampaikan informasi secara akurat. Pengalaman di jurnalistik secara tidak langsung memperkaya kemampuan literasinya dan menjadi bekal berharga ketika menghadapi soal-soal olimpiade.
Persaingan di OSTN tingkat nasional tentu tidak mudah. Peserta berasal dari berbagai daerah dengan kemampuan akademik yang sangat baik. Namun, Agil memilih menikmati setiap tahapan kompetisi tanpa terlalu memikirkan hasil akhir. Baginya, kesempatan mengikuti olimpiade sudah menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ketika pengumuman pemenang dirilis, nama M. Ananda Agil Saputra tercantum sebagai peraih medali perunggu bidang Bahasa Indonesia. Raihan itu menjadi pencapaian akademik yang membanggakan sekaligus membuktikan bahwa budaya literasi mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional.
Di lingkungan sekolah, Agil dikenal sebagai siswa yang rajin, santun, dan mudah diajak bekerja sama. Ia juga aktif sebagai anggota OSIS SMK Nuris Jember, sehingga kesehariannya tidak hanya diisi dengan belajar, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai kegiatan sekolah. Meski memiliki banyak aktivitas, ia tetap mampu menjaga komitmennya terhadap prestasi akademik.
” Saat mengikuti olimpiade, saya belajar untuk lebih teliti, lebih banyak membaca, dan tidak mudah menyerah ketika menemukan soal yang sulit. Medali ini menjadi penyemangat agar saya terus belajar dan mengembangkan kemampuan literasi,” tutur Agil.
Keberhasilan Agil menjadi bukti bahwa prestasi lahir dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kecintaannya terhadap membaca, menulis, dan dunia jurnalistik telah membentuk kemampuan berpikir kritis yang mengantarkannya hingga podium nasional. Medali perunggu OSTN bukan hanya menjadi penghargaan atas kecakapannya di bidang Bahasa Indonesia, tetapi juga simbol bahwa siswa vokasi mampu bersaing di arena akademik melalui kekuatan literasi. Dari ruang redaksi jurnalistik sekolah hingga kompetisi tingkat nasional, Agil telah menunjukkan bahwa kata-kata yang dipelajari dengan sungguh-sungguh dapat membuka jalan menuju prestasi yang membanggakan bagi dirinya maupun SMK Nuris Jember. (MFAF.Red)
Nama : Muhammad Ananda Agil Saputra
Alamat : Candijati, Arjasa, Jember
Hobi : membaca novel
Cita-cita : guru
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Peraih Medali Perunggu pada Olimpiade Bidang Bahasa Indonesia dalam Ajang OSTN Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh Sentral Olimpiade (April 2026)
