Keren! Raih Nilai 100, Alfa Bawa Medali Emas Untuk MI Unggulan Nuris Jember!

Pesan Puitis Sang Juara Cilik Ini Sukses Bikin Merinding!

Pesantren Nuris – Gema kebanggaan sepertinya tak pernah lelah bersahutan di sudut-sudut MI Unggulan Nuris Jember. Setelah rentetan piala dari berbagai cabang lomba berhasil dibawa pulang oleh para srikandi cilik, kini giliran panggung akademik yang bergetar hebat. Sebuah prestasi gemilang baru saja ditorehkan, mengukir senyum manis di wajah para guru dan seluruh keluarga besar madrasah.

Kali ini, sorot lampu kebanggaan mengarah tepat ke ruang kelas 5B. Bintang panggung kita kali ini adalah seorang siswa tangguh berusia sebelas tahun. Ia bernama lengkap Muhammad Safri Alfatih. Di sela-sela kesibukannya menimba ilmu, jagoan matematika ini begitu akrab dan santai disapa dengan panggilan Alfa.

Pada tanggal 20 hingga 21 Juni 2026 yang lalu, Alfa memanggul nama baik sekolahnya untuk bertarung di ajang Bhayangkara Student Competition Tingkat Se-Tapal Kuda. Kompetisi bergengsi yang digagas oleh Yayasan Mitra Prestasi Indonesia dan mendapat rekomendasi langsung dari Kapolres Jember ini, menjadi medan pembuktian bagi kecerdasan logika yang dimilikinya.

Hebatnya, Alfa tidak sekadar datang untuk berpartisipasi dan memeriahkan acara. Turun gelanggang di cabang Lomba Olimpiade Matematika Level 3, ia sukses melibas angka demi angka hingga menyabet Medali Emas. Yang lebih membuat merinding, ia turut dianugerahi predikat Best Score karena berhasil menyapu bersih lembar ujian dengan nilai sempurna, yakni 100!

(Baca juga : Geleng-geleng Kepala karena Bangga! Nada, Siswi Kelas 4C MI Unggulan Nuris Jember ini Sukses Khatamkan 57 Bait Aqidatul Awam tanpa Hambatan!)

Di balik nilai seratus yang sukses bikin banyak orang berdecak kagum itu, ternyata terselip sebuah cerita yang cukup menggelitik. Saat ditanya apakah ia memang menargetkan gelar Best Score sejak awal, Alfa mengangguk dengan sangat jujur. Alasannya sungguh khas anak-anak namun terbukti menjadi amunisi yang ampuh; ia membidik nilai tertinggi karena dijanjikan hadiah spesial oleh salah satu gurunya.

Tentu saja, nilai seratus tidak jatuh begitu saja dari langit. Alfa bercerita bahwa ia mulai memanaskan mesin logikanya sejak pertama kali mendengar kabar tentang olimpiade ini. Selama dua minggu penuh sebelum hari H, ia mendedikasikan waktunya untuk berlatih keras. Beruntung, kebetulan saat itu kegiatan belajar mengajar di kelas sedang kosong, sehingga ia bisa mengarahkan seluruh energi dan fokusnya murni untuk persiapan kompetisi.

Perjalanan menembus angka seratus tentu tidak melulu mulus tanpa hambatan. Alfa mengakui ada rintangan yang cukup menguras isi kepalanya selama berkompetisi. Bagi siswa kelas lima ini, tantangan terbesar yang harus ia taklukkan saat duduk di kursi ujian adalah rentetan soal uraian. Secara spesifik, materi kombinatorik menjadi momok yang menurutnya paling rumit dan membutuhkan tingkat konsentrasi ekstra.

Namun, Alfa punya strategi jitu untuk menembus segala kerumitan angka tersebut. Kuncinya ternyata cukup sederhana, yakni keseriusannya dalam memahami setiap isi materi yang diberikan saat sesi pembinaan di sekolah. Tak cukup sampai di situ, di luar jam sekolah pun ia tak segan menambah jam terbang belajarnya dengan mengikuti bimbingan les.

Semua kerja keras dan kegigihan itu tentunya tak lepas dari dukungan penuh orang-orang terdekatnya. Alfa menuturkan bahwa guru pembimbing di sekolah dan kedua orang tuanya adalah sosok-sosok yang paling banyak memberikan suntikan motivasi. Doa dan dukungan merekalah yang selalu menjadi pengingat bagi Alfa untuk terus memberikan hasil yang paling maksimal di setiap usahanya.

Usai kemenangannya diumumkan di hadapan banyak orang, perasaan bahagia dan bangga langsung membuncah di dada Alfa. “Bangga, karena sudah lama tidak mengharumkan nama sekolah,” ungkapnya dengan senyum lega karena berhasil memecahkan rekornya sendiri. Uniknya, di balik ketegangan suasana olimpiade, ia dengan santai menyelipkan satu rahasia kemenangannya yang tak terduga; soal-soal olimpiade yang dikerjakannya ternyata jauh lebih mudah dibandingkan ekspektasi awalnya!

Pengalaman perdananya mengikuti kompetisi bergengsi ini benar-benar membawa berkah yang melimpah. Tak hanya piala emas, gelar Best Score, dan hadiah dari gurunya, Alfa merasa wawasannya dalam pelajaran matematika kini semakin tajam. Ia pun tak mau cepat berpuas diri dengan satu piala saja. Setelah ini, matanya sudah membidik target kompetisi selanjutnya, yakni ajang Detik MSC, dengan harapan bisa merengkuh lebih banyak prestasi lagi.

Menutup kisah perjalanannya yang sangat menginspirasi ini, Alfa menitipkan sebuah pesan untuk teman-teman sebayanya yang juga ingin berprestasi. Bukan sekadar pesan biasa, melainkan untaian kalimat yang sangat puitis dan mendalam bak lirik sebuah lagu yang syahdu. “Semua jatuh bangunmu, hal yang biasa, angan dan pertanyaan waktu yang menjawabnya,” pesannya dengan nada penuh makna.

Sebuah wejangan penutup yang teramat indah dari seorang juara matematika yang logis namun rupanya berjiwa sastra. Selamat untuk Muhammad Safri Alfatih atas raihan Medali Emas dan Best Score-nya! Teruslah mengasah ketajaman logikamu, kejar terus hadiah-hadiah kesuksesan di depan sana, dan biarkan MI Unggulan Nuris Jember selalu menjadi rumah yang mencatat setiap langkah besarmu. Barakallah fiik, Nak. [FE.Red]

 

Nama       : Muhammad Safri Alfatih 

Kelas        : 5B

Lembaga  : MI Unggulan Nuris Jember

Prestasi    : Medali Emas + Best Score Lomba Olimpiade Matematika Level 3

Tingkat      : Se Tapal Kuda

Ajang         : Bhayangkara Student Competition

Tanggal     : 20 – 21 Juni 2026

Related Post