Lantunan Suci Agam Berhasil Bawa Juara Untuk MI Unggulan Nuris Jember

M. Agam Abdillah Ramdhan Raih Harapan 2 Lomba Tahfizh Juz 30

Pesantren Nuris – Semilir angin kebahagiaan rasanya enggan beranjak dari halaman madrasah kita tercinta. Kabar gembira tentang deretan prestasi anak-anak hebat seakan sudah menjadi tradisi manis yang terus mengalir menghidupkan suasana di MI Unggulan Nuris Jember. Setiap sudut sekolah seolah menjadi saksi bisu betapa tangguhnya semangat para siswa dalam mengukir sejarah dan membanggakan nama almamater.

Kalau sebelumnya kita banyak disuguhkan cerita kemenangan yang luar biasa di bidang sains, matematika, maupun bahasa, kali ini angin segar datang dari panggung keagamaan. Prestasi yang satu ini tentu saja tidak kalah membanggakan, sebab bukan hanya mengandalkan kecerdasan otak untuk berpikir, melainkan juga ketenangan batin dan kedekatan hati dengan Sang Pencipta.

Panggung apresiasi madrasah kita kali ini menyorot seorang siswa laki-laki yang dikenal dengan senyum kalemnya. Bila kita melihat sejenak pada potret manis yang terekam dalam gambar, jagoan berpeci hitam yang tampak berwibawa memegang piala itu bernama lengkap M. Agam Abdillah Ramdhan. Di tengah keseruan belajar dan bersenda gurau di sekolah, ia begitu hangat dan akrab disapa dengan panggilan Agam.

Momen kemenangan yang diraih Agam ini terasa seperti kado penyambutan yang sangat pas. Pasalnya, piala kebanggaan tersebut ia perjuangkan dengan penuh keringat ketika masih duduk manis di bangku kelas 5C. Kini, seiring berjalannya waktu dan kedewasaan yang kian matang, sang penjaga hafalan ini telah resmi melangkah dan menempati kelas 6C. Prestasinya di masa lalu itu tentu menjadi fondasi mental yang luar biasa untuk tahun terakhirnya di jenjang madrasah ibtidaiyah.

(Baca juga : Ceria dan Pintar! Raisya Sukses Raih Capaian Al-Qur’an di MI Unggulan Nuris Jember!)

Mari kita putar waktu sejenak pada tanggal 25 hingga 26 November 2025 silam. Pada hari-hari yang penuh dengan keberkahan tersebut, Agam dengan langkah pasti maju menantang dirinya dalam sebuah ajang perlombaan yang sangat bergengsi. Perhelatan adu bakat itu bertajuk “Adh Dhuha Islamic Competition”, sebuah acara keagamaan luar biasa yang diselenggarakan dengan sangat rapi oleh Yayasan Adh Dhuha Jember.

Tentu saja, perlombaan ini bukanlah kompetisi berskala kecil yang bisa dipandang sebelah mata. Cakupannya sangat luas dan menguji mental, yakni mencapai Tingkat se-Tapal Kuda. Bersaing dengan ratusan peserta tangguh dari berbagai daerah dan pesantren lain tentu memberikan ketegangan tersendiri bagi anak seusia Agam. Namun, ketenangan jiwanya berhasil mengalahkan segala rasa gugup saat berada di atas panggung.

Agam dengan mantap memilih untuk turun di cabang Lomba Tahfizh Juz 30. Kita semua tahu, menjaga hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang bisa diraih dengan sistem kebut semalam. Dibutuhkan ketekunan ekstra, rutinitas muraja’ah (mengulang hafalan) setiap hari tanpa lelah, dan kesabaran yang luar biasa agar lantunan setiap ayat keluar dengan fasih dan tanpa keraguan di hadapan para dewan juri.

Usaha keras, komitmen, dan doa yang tak putus-putus dari orang tua itu akhirnya berbuah sangat manis. Lantunan ayat suci yang mengalir jernih dari lisan Agam sukses memukau seisi ruangan. Ia berhasil naik ke atas panggung penobatan dan dengan penuh rasa syukur menyabet predikat Juara Harapan 2! Membawa pulang piala dari ajang sebesar ini adalah pembuktian nyata bahwa hafalannya benar-benar terjaga dengan sangat baik.

Mengetahui anak didiknya sukses membawa pulang piala tahfizh tingkat Tapal Kuda, sang wali kelas tentu tak sanggup menutupi rasa haru dan bangganya yang membuncah. Lelahnya mendidik, membimbing, dan mendampingi selama di sekolah seakan terbayar lunas. Beliau sangat yakin, prestasi di bidang Al-Qur’an ini bukan sekadar piala di dunia, melainkan akan menjadi mahkota cahaya yang teramat indah kelak di akhirat.

Melalui momen apresiasi ini, sang wali kelas menitipkan untaian pesan yang mengalir begitu tulus dari lubuk hatinya. “Masya Allah, Alhamdulillah. Ustadzah benar-benar terharu sekaligus bangga melihat Mas Agam tersenyum memegang piala tahfizh itu. Pesan Ustadzah untuk Mas Agam yang sekarang sudah duduk di kelas 6C, tolong dijaga terus ya hafalan Al-Qur’annya, Nak. Piala ini hanyalah bonus hadiah di dunia, tapi hafalan suci di dadamu adalah tabungan paling berharga untuk akhiratmu dan kedua orang tuamu kelak. Tetaplah jadi anak yang tawadhu dan semakin rajin ibadahnya.”

Lebih jauh lagi, wejangan yang menyejukkan hati itu juga sengaja dirangkai khusus untuk memeluk seluruh keluarga besar madrasah. “Untuk semua anak-anakku yang luar biasa di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita jadikan kisah inspiratif Mas Agam ini sebagai teladan yang indah. Jadilah anak yang pintar dalam pelajaran sekolah, tapi jangan pernah sekalipun meninggalkan Al-Qur’an. Yuk, kita sama-sama berlomba dalam kebaikan. Ustadzah dan seluruh jajaran guru di sini selalu mendoakan agar kalian semua tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia!”

Sekali lagi, selamat untuk Agam! Teruslah basahi lisanmu dengan lantunan ayat-ayat suci, ukir kenangan manis dan karya hebatmu di kelas 6C, dan biarkan MI Unggulan Nuris Jember selalu bangga menjadi saksi bisu dari setiap keberkahan langkahmu ke depan. Barakallahu fiik, Nak! [FE.Red]

 

Nama : M. Agam Abdillah Ramdhan

Kelas : 5C

Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember

Prestasi : Juara Harapan 2 Lomba Tahfizh Juz 30

Tingkat : Se Tapal Kuda

Ajang : Adh Dhuha Islamic Competition

Tanggal : 25-26 November 2025

Related Post