Siswa SMK Nuris Buktikan Semangat Belajar Tak Mengenal Jurusan, Bima Raih Medali Perunggu Olimpiade Biologi Nasional

Keberanian Keluar dari Zona Nyaman Antar Bima ke Podium Nasional 

Pesantren Nuris – Nama Bima Nadhif Ahya Thoriq mungkin lebih akrab dikenal sebagai siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMK Nuris Jember. Sehari-hari, ia belajar mengenali sistem kerja mesin, komponen kendaraan, hingga teknik perawatan otomotif. Namun, siapa sangka di balik ketertarikannya pada dunia teknik, siswa asal Balung, Jember ini justru berhasil mengukir prestasi di bidang yang sama sekali berbeda. Pada April 2026 lalu, Bima sukses meraih medali perunggu bidang Biologi dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PUSKANAS.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa batas antara ilmu vokasi dan sains tidaklah setegas yang dibayangkan banyak orang. Bagi Bima, mempelajari biologi memiliki kesamaan dengan mempelajari mesin. Keduanya sama-sama menuntut ketelitian, kemampuan mengamati, serta memahami bagaimana setiap bagian bekerja membentuk sebuah sistem yang utuh.

Ketertarikan itulah yang membuatnya terus mendalami materi biologi di luar jam pelajaran. Ia memperkaya pengetahuan melalui buku referensi, video pembelajaran, hingga latihan soal olimpiade. Alih-alih menganggap materi yang dipelajari terlalu sulit, Bima justru menikmati proses menemukan jawaban dari setiap persoalan ilmiah yang ditemuinya.

(Baca juga: Merantau Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMK Nuris Jember Ukir Prestasi di KSN Nasional Bidang Pendidikan Kewarganegaraan)

Perjuangan tersebut membawanya menuju KSN tingkat nasional. Kompetisi itu mempertemukan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Soal yang disajikan tidak hanya menguji hafalan konsep, tetapi juga kemampuan menganalisis fenomena kehidupan, memahami proses biologis, hingga menarik kesimpulan berdasarkan data yang tersedia.

Di tengah persaingan yang ketat, Bima tetap berusaha menjaga fokus. Ia mengerjakan setiap soal dengan tenang tanpa membiarkan tekanan kompetisi mengganggu konsentrasinya. Ketika hasil diumumkan dan namanya masuk dalam daftar peraih medali perunggu, rasa syukur menjadi hal pertama yang ia rasakan.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa jurusan menjadi batas untuk berprestasi. Justru saya ingin membuktikan bahwa siapa pun bisa belajar bidang apa saja selama memiliki kemauan. Medali ini mengajarkan saya bahwa proses yang dilakukan dengan sabar akan menghasilkan sesuatu yang membanggakan pada waktunya,” tutur Bima.

Di lingkungan SMK Nuris Jember, Bima dikenal sebagai siswa yang rajin dan santun. Sikapnya yang rendah hati membuatnya mudah diterima oleh teman-teman maupun guru. Ia juga aktif sebagai anggota OSIS, sehingga kesehariannya tidak hanya diisi dengan pembelajaran di kelas, tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah.

Kesibukan organisasi tidak membuatnya kehilangan fokus terhadap akademik. Sebaliknya, pengalaman berorganisasi membantu Bima melatih tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktu. Kebiasaan menyusun jadwal belajar secara teratur menjadi salah satu kunci yang membuatnya mampu menjalankan berbagai aktivitas secara seimbang.

Keberhasilan meraih medali perunggu KSN tingkat nasional menjadi pencapaian yang semakin menguatkan keyakinannya untuk terus belajar lintas bidang. Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan saling berkaitan dan dapat dipelajari oleh siapa saja yang memiliki rasa ingin tahu.

Prestasi Bima Nadhif Ahya Thoriq juga menjadi pesan penting bagi para pelajar bahwa keberhasilan tidak selalu harus sejalan dengan stereotip jurusan. Siswa otomotif mampu berprestasi di bidang biologi, sebagaimana siswa sains dapat mengembangkan diri di bidang lain. Dari ruang praktik TKR hingga arena kompetisi nasional, Bima telah membuktikan bahwa rasa ingin tahu, kerja keras, dan keberanian keluar dari zona nyaman mampu mengantarkan seseorang menuju pencapaian yang membanggakan. Medali perunggu yang diraihnya bukan hanya menjadi simbol kemenangan, tetapi juga inspirasi bahwa belajar tidak mengenal batas disiplin ilmu. (MFAF.Red)

 

Nama       : Bima Nadhif Ahya Thoriq

Alamat     : Desa Balung Lor, Balung, Jember

Hobi         : olahraga

Cita-cita  : ahli mesin otomotif

Lembaga : SMK Nuris Jember

Prestasi   : Peraih Medali Perunggu Olimpiade Bidang Biologi dalam Ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh PUSKANAS (April 2026)     

Related Post