Wa’amila Kembali Harumkan MA Unggulan Nuris di Ajang Jawa Madura, Hafalan 30 Juz Antar Raih Juara 3 MHQ ICIS UIN KHAS Jember

Wa’amila Kembali Membuktikan Konsistensinya dengan Menembus Tiga Besar Musabaqah Hifzhil Qur’an Tingkat Jawa Madura

Pesantren Nuris — Prestasi kembali dipersembahkan oleh santri MA Unggulan Nuris Jember melalui ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 10 Juz tingkat Jawa Madura yang diselenggarakan oleh ICIS UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Kali ini, Wa’amila Roziqin atau yang akrab disapa Mila sukses mengukir prestasi dengan meraih Juara 3 setelah bersaing dengan para penghafal Al-Qur’an terbaik dari berbagai sekolah, madrasah, dan pesantren di wilayah Jawa dan Madura.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kemampuan Mila dalam menjaga hafalan Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang datang secara kebetulan. Setelah sebelumnya berhasil menjadi Juara 1 MHQ 10 Juz pada ajang MANBA’AN II, kini ia kembali menunjukkan kualitasnya di tingkat yang jauh lebih kompetitif. Naik ke level Jawa Madura tentu menghadirkan tantangan yang berbeda, baik dari sisi kualitas peserta maupun atmosfer perlombaan yang lebih menegangkan.

Siswi kelas XII D asal Jatisari Krajan, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember tersebut memang dikenal sebagai pribadi yang tenang dan tidak banyak bicara. Namun di balik sikap sederhana itu tersimpan semangat besar untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an. Baginya, setiap perlombaan bukan semata-mata tentang mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi sarana menguji sejauh mana kualitas hafalan yang selama ini dijaga melalui murojaah secara rutin.

Kompetisi tingkat Jawa Madura mempertemukan para peserta dengan kemampuan yang relatif seimbang. Kesalahan sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil penilaian. Kondisi tersebut membuat setiap peserta dituntut memiliki kesiapan hafalan yang kuat sekaligus mental yang matang ketika berada di hadapan dewan juri.

(Baca juga : Wafiq Harumkan MA Unggulan Nuris Jember Lewat Medali Perak Olimpiade Ekonomi Nasional)

Mila mengaku tantangan terbesar yang masih ia hadapi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perlombaan sebelumnya. Tremor yang sering muncul ketika tampil di depan umum masih menjadi “lawan” yang harus ia taklukkan. Getaran yang muncul secara tiba-tiba kerap memengaruhi ritme bacaan, pernapasan, bahkan konsentrasi ketika melanjutkan ayat demi ayat.

Meski demikian, pengalaman mengikuti berbagai perlombaan sebelumnya membuat Mila belajar mengendalikan rasa gugup tersebut. Ia menyadari bahwa rasa takut tidak akan pernah benar-benar hilang, tetapi dapat dikalahkan dengan latihan yang konsisten, keyakinan kepada Allah SWT, serta keberanian untuk terus mencoba.

Selama masa persiapan menuju ICIS UIN KHAS Jember, Mila memperbanyak murojaah setiap hari. Ia berusaha menjaga kualitas hafalan dengan mengulang ayat-ayat yang telah dihafal serta memperbaiki bagian-bagian yang masih kurang lancar. Tidak hanya fokus pada hafalan, ia juga berlatih mengendalikan mental agar tetap tenang ketika tampil di hadapan para juri.

Baginya, menjaga hafalan jauh lebih sulit daripada menghafal. Karena itu, ia berusaha menjadikan murojaah sebagai rutinitas harian yang tidak boleh ditinggalkan. Kebiasaan tersebut menjadi modal penting hingga akhirnya mampu menyelesaikan perlombaan dengan baik.

Keberhasilan meraih Juara 3 di tingkat Jawa Madura menjadi pengalaman yang sangat berharga. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri MA Unggulan Nuris mampu bersaing dengan para penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah yang memiliki kualitas luar biasa. Raihan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan pada kompetisi-kompetisi berikutnya.

Mila merasa sangat bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Menurutnya, setiap proses yang telah dilewati mengajarkan bahwa keberhasilan tidak pernah hadir secara instan. Di balik sebuah piala terdapat latihan yang berulang, doa yang tidak pernah putus, serta dukungan dari banyak pihak yang selalu memberikan semangat.

Ia juga menyampaikan pesan kepada teman-teman yang sedang berjuang menghafal Al-Qur’an agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Setiap orang memiliki ujian masing-masing, baik berupa rasa malas, gugup, maupun keterbatasan lainnya. Namun selama tetap istiqamah menjaga hafalan dan terus memperbaiki diri, setiap usaha akan memberikan hasil terbaik pada waktunya.

“Jangan pernah menyerah untuk murojaah dan terus mencoba mengikuti perlombaan. Menang atau belum menang bukan tujuan utama, tetapi bagaimana kita terus menjaga hafalan Al-Qur’an agar tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Prestasi yang diraih Mila juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MA Unggulan Nuris Jember. Keberhasilannya mempertegas komitmen madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an. Berbagai program pembinaan tahfiz yang diterapkan di lingkungan madrasah dan pesantren terus membuahkan hasil melalui lahirnya santri-santri berprestasi di berbagai ajang.

Bagi Mila sendiri, Juara 3 MHQ tingkat Jawa Madura bukanlah garis akhir. Ia justru memandang pencapaian ini sebagai awal untuk terus memperbaiki kualitas hafalan, memperkuat mental bertanding, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi. Dengan semangat istiqamah, ia berharap dapat kembali mengharumkan nama MA Unggulan Nuris Jember pada ajang-ajang berikutnya sekaligus menginspirasi semakin banyak generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. [LA.Red]

 

Nama              : Wa’amila Roziqin

Hobi                : Menghalu

Cita2               : Menjadi seorang pebisnis muda yang tajir melintir

Lembaga        : MA Unggulan Nuris Jember

Kelas Formal : XII D

Prestasi           : Juara 3 Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 10 Juz tingkat Jawa Madura yang diselenggarakan oleh ICIS UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember       

Related Post